Pastor Palestina Tolak Narasi Netanyahu tentang Umat Kristen di Palestina
Rev. Dr. Jack Sara Menyatakan Pesan Natal Pemimpin Israel Mendistorsi Realitas dan Melayani Propaganda Politik
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM — Seorang pastor Kristen Palestina mengkritik keras pernyataan terbaru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait kondisi umat Kristen di Palestina, dengan menuduhnya menyebarkan “setengah kebenaran” yang melayani narasi politik, alih-alih mencerminkan realitas hidup umat Kristen Palestina di bawah pendudukan.
Narasi Netanyahu Dinilai Bermotif Politik
Rev. Dr. Jack Sara mengatakan bahwa ucapan Natal Netanyahu baru-baru ini menggambarkan Israel sebagai “tempat aman” di mana umat Kristen hidup sejahtera, sembari melukiskan umat Kristen di wilayah lain sebagai kelompok minoritas yang terancam.
Menurut Sara, framing semacam ini memang mendapat resonansi di kalangan tertentu umat Kristen Barat, namun secara sengaja mengabaikan konteks politik dan hak asasi yang lebih luas yang dihadapi umat Kristen Palestina.
Sara menyampaikan pandangan tersebut dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh Kantor Berita Palestina resmi, WAFA, dengan menegaskan bahwa persoalannya bukan sekadar satu pernyataan yang menyesatkan, melainkan sebuah pola berulang, di mana umat Kristen diangkat hanya ketika berguna bagi pesan politik Israel, dan diabaikan ketika mereka mengungkapkan penderitaan nyata yang mereka alami.
Serangan Terdokumentasi Diabaikan, Insiden Terisolasi Dieksploitasi
Pastor Palestina tersebut menunjuk pada berbagai serangan berulang oleh pasukan pendudukan Israel dan para pemukim terhadap gereja-gereja dan rohaniwan, serta insiden penodaan makam-makam Kristen di Yerusalem.
Ia juga menyinggung serangan pembakaran terhadap Gereja Alliance di Yerusalem Barat yang diduduki beberapa tahun lalu, seraya menyoroti ketiadaan akuntabilitas yang serius.
Sebaliknya, kata Sara, para pejabat Israel justru membesar-besarkan insiden-insiden terisolasi di tempat lain untuk tujuan propaganda.
Ia menanggapi rujukan Netanyahu terhadap insiden pembakaran pohon Natal di Jenin yang dijadikan bukti dugaan kerentanan umat Kristen di bawah pemerintahan Palestina, dengan menjelaskan bahwa pelaku telah diidentifikasi dan ditangkap oleh Otoritas Palestina, pohon Natal baru dipasang, dan perayaan tetap berlangsung dengan partisipasi para rohaniwan Kristen, tokoh-tokoh Muslim, serta pejabat resmi.
Umat Kristen Palestina Bukan “Minoritas Rapuh”
Sara menegaskan bahwa umat Kristen Palestina bukanlah “minoritas yang rapuh”. Ia menyatakan bahwa mereka menjalankan ibadah secara bebas, mengelola sekolah dan rumah sakit, serta berperan aktif dalam kehidupan publik. Ia menekankan bahwa tantangan yang mereka hadapi bersifat politis dan bersumber dari pendudukan, serta dialami bersama oleh umat Kristen dan Muslim.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa pesan Natal Netanyahu bukanlah wujud kepedulian tulus terhadap umat Kristen di Tanah Suci, melainkan pernyataan politik yang memanfaatkan iman demi memajukan narasi tertentu.
Sara menyerukan kepada gereja global untuk berpihak pada kebenaran secara utuh, bahkan ketika kebenaran tersebut mengguncang narasi-narasi yang mudah dan disederhanakan. (FG)


