Pasukan AS Serbu Pantai Meksiko Setelah Ancaman Bom Trump
Pentagon mengakui pasukan “kontraktor” menancapkan papan bertanda Departemen Pertahanan AS di wilayah Meksiko, memperburuk ketegangan di bawah kebijakan agresif Trump
Meksiko, FAKTAGLOBAL.COM — Pasukan Amerika Serikat menyerbu sebuah pantai di timur laut Meksiko pada Senin lalu, hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengancam akan membom negara tersebut dengan dalih memerangi kartel narkoba.
Para pria tak dikenal ini— yang dilaporkan sebagai “kontraktor” AS — tiba dengan perahu dan segera menancapkan enam papan logam di pasir, menyatakan pantai itu sebagai “Area Terbatas” milik Departemen Pertahanan AS. Tulisan pada papan tersebut memperingatkan bahwa masuk tanpa izin adalah tindakan terlarang.
Rekaman yang diunggah ke media sosial menunjukkan lokasi tersebut adalah Playa Bagdad, sebuah pantai Meksiko dekat muara Sungai Rio Grande.
Aparat keamanan Meksiko segera bergerak ke lokasi dengan kendaraan lapis baja yang dilengkapi senapan mesin. Angkatan Laut Meksiko kemudian mencabut papan-papan tersebut.
Pentagon Mengeluarkan Pengakuan Memalukan
Dalam pernyataan yang dikutip oleh media AS, Pentagon mengakui bahwa para pria tersebut “secara keliru” mendarat di pantai Meksiko. Departemen Pertahanan mengatakan bahwa personel itu dikirim untuk menandai “Area Pertahanan Nasional III.”
Pentagon mencoba membenarkan pelanggaran tersebut dengan mengklaim bahwa “perubahan kedalaman air dan topografi mengubah persepsi lokasi batas internasional.”
Meksiko menolak penjelasan itu. Kementerian Luar Negeri menyatakan asal-usul papan-papan tersebut serta pemasangannya di wilayah nasional Meksiko masih “tidak jelas,” dan memastikan bahwa Komisi Internasional Perbatasan dan Air (IBWC) bagian Meksiko akan meninjau peta dan perjanjian yang menetapkan batas negara.
Video yang beredar lokal menunjukkan marinir Meksiko mencabut papan-papan AS dari pasir.
Ancaman Trump Memicu Krisis
Insiden ini terjadi tepat setelah Presiden Trump meningkatkan retorikanya terhadap Meksiko, secara terbuka mengancam tindakan militer dan menyatakan kesediaannya menyerang wilayah Meksiko tanpa persetujuan pemerintah setempat.
Ketika ditanya apakah ia akan memerintahkan serangan ke Meksiko, Trump menjawab:
“Apakah saya akan melancarkan serangan di Meksiko untuk menghentikan narkoba? Baik bagi saya. Apa pun yang perlu kita lakukan.”
Trump menolak mengatakan apakah ia akan meminta izin Meksiko, seraya menambahkan:
“Mereka membunuh rakyat kita. Itu seperti perang. Apakah saya akan melakukannya? Saya akan bangga (melakukannya).”
Presiden AS itu juga mengulangi klaim bahwa AS “tahu setiap rute” dan “setiap alamat” individu di Meksiko — pernyataan yang dipahami luas sebagai sinyal kemungkinan aksi militer sepihak. (PW)



