Pejabat Keamanan Nasional Iran-Irak Bertemu di Moskow, Bahas Keamanan Regional
Ali Bagheri dan Qasim al-Araji membahas stabilitas regional, ancaman keamanan terhadap Iran, serta kerja sama antara Teheran dan Baghdad di sela-sela Konferensi Keamanan Internasional Moskow
Rusia, FAKTAGLOBAL.COM — Ali Bagheri Kani, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengadakan pembicaraan dengan Penasihat Keamanan Nasional Irak Qasim al-Araji di Moskow dalam rangka Pertemuan Internasional ke-14 Pejabat Tinggi Keamanan.
Menurut Tasnim News Agency, pertemuan tersebut berfokus pada perkembangan keamanan regional dan koordinasi antara Teheran dan Baghdad di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat.
Dalam pembicaraan tersebut, Bagheri menekankan pentingnya peran Perlawanan dalam menciptakan stabilitas di kawasan dan menyerukan kepada pemerintah Irak untuk mengambil langkah tegas guna mencegah wilayah dan ruang udara Irak digunakan sebagai sumber ancaman terhadap Iran.
Ia menegaskan bahwa akar dari ancaman tersebut “harus dicabut hingga tuntas,” seraya menambahkan bahwa Republik Islam siap untuk melakukan kerja sama aktif dengan Irak dalam menghadapi tantangan keamanan.
Bagheri tiba di Moskow pada Hari Selasa untuk menghadiri konferensi keamanan internasional tahunan yang diselenggarakan Rusia. Ia disambut oleh Duta Besar Iran untuk Moskow Kazem Jalali dan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Rusia.
Pejabat Iran tersebut dijadwalkan menyampaikan pidato dalam konferensi dan mengadakan pertemuan tambahan dengan sejumlah pejabat politik dan keamanan Rusia di sela-sela acara.
Konferensi Keamanan Internasional Moskow dianggap sebagai pertemuan tahunan terpenting Rusia terkait isu-isu keamanan regional dan global, yang dihadiri para pejabat senior dan perwakilan dari berbagai negara serta organisasi internasional.
Cadangan Uranium Diperkaya Iran Tidak Masuk Agenda Negosiasi
Berbicara secara terpisah di sela-sela konferensi, Bagheri juga menyinggung kontak tidak langsung yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat, dengan menegaskan bahwa cadangan uranium diperkaya Iran bukan bagian dari negosiasi.
Menurut RIA Novosti, ia juga mengungkapkan bahwa Iran dan Oman sedang membahas mekanisme baru bagi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, sembari mencatat bahwa hingga kini belum ada kesepakatan dengan Washington terkait pembukaan kembali jalur perairan strategis tersebut. (PW)



