Pejuang Hizbullah Gagalkan Upaya Maju Israel di Poros Strategis Nabatieh
Pasukan perlawanan menggagalkan penetrasi Israel di dekat Sungai Litani sementara drone dan roket Hizbullah menghantam pasukan pendudukan di Lebanon selatan
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Pertempuran sengit meletus antara pejuang perlawanan Hizbullah dan pasukan pendudukan Israel di sepanjang poros strategis Zawtar di wilayah Nabatieh, Lebanon selatan, ketika rezim Zionis meningkatkan upayanya untuk menembus wilayah utara Sungai Litani.
Menurut laporan lapangan Al-Manar dan sumber-sumber regional, pasukan Israel melancarkan pergerakan militer berulang menuju Zawtar al-Sharqiya sementara pejuang Hizbullah menghadapi mereka dalam bentrokan berat yang melibatkan senapan mesin, artileri, roket, dan drone bunuh diri.
Kota strategis Zawtar al-Sharqiya sejak fajar terus menyaksikan konfrontasi intens di tengah apa yang digambarkan sumber-sumber sebagai upaya putus asa Israel untuk menguasai wilayah tersebut.
Zawtar disebut gerbang utama di utara Sungai Litani
Sumber-sumber di lapangan menggambarkan Zawtar al-Sharqiya sebagai salah satu posisi pertahanan paling strategis di Lebanon selatan dan pintu utama menuju desa-desa di utara Sungai Litani.
Laporan menyebutkan bahwa pertempuran berat saat ini terkonsentrasi di sepanjang Sungai Litani dekat Deir Siryan, tempat pasukan pendudukan Israel berusaha maju menuju Zawtar al-Sharqiya dari posisi yang mereka dirikan di seberang sungai.
Meski menghadapi bombardir intens dan serangan udara, pejuang Hizbullah dilaporkan berhasil menghentikan laju pasukan Israel dan membatasi bentrokan di pinggiran kota serta tepian sungai.
Drone Bunuh Diri Hizbullah Hantam Target Militer Israel
Perlawanan Islam di Lebanon meningkatkan operasi drone terhadap posisi militer dan kendaraan lapis baja Israel selama konfrontasi berlangsung.
Menurut pernyataan Hizbullah, para pejuang perlawanan menargetkan sebuah kendaraan militer Humvee milik Israel dengan serangan drone di jalur Sungai Litani dekat Zawtar al-Sharqiya hingga kendaraan tersebut terbakar.
Hizbullah juga mengumumkan serangan terhadap konsentrasi tentara dan kendaraan militer Israel di wilayah yang sama menggunakan roket dan mortir.
Dalam operasi lainnya, Perlawanan menargetkan buldoser militer D9 Israel dan kendaraan komunikasi militer menggunakan drone bunuh diri di poros Litani.
Media Israel mengakui bahwa drone-drone Hizbullah berhasil menghantam sejumlah posisi militer milik tentara pendudukan.
Korban Diantara Pasukan Israel di Tengah Infiltrasi Drone Berulang
Sumber-sumber media Ibrani melaporkan bahwa sedikitnya tiga drone Hizbullah berhasil menembus posisi militer di wilayah yang dikuasai tentara pendudukan Israel.
Laporan Israel juga mengonfirmasi bahwa tiga tentara pendudukan terluka akibat ledakan drone serang Hizbullah.
Militer Israel mengakui bahwa drone peledak yang diluncurkan dari Lebanon menghantam area sekitar Netu’a di Galilea barat.
Secara bersamaan, sirene peringatan terus berbunyi di wilayah Palestina pendudukan bagian utara akibat infiltrasi drone yang berlanjut dari Lebanon.
Media Israel melaporkan kebakaran terjadi setelah drone tambahan menghantam area yang dikuasai militer Israel di dekat perbatasan Lebanon.
Menurut Komando Front Dalam Negeri rezim Zionis, sirene peringatan diaktifkan empat kali dalam satu jam di Galilea barat akibat operasi drone Hizbullah.
Netanyahu tingkatkan agresi terhadap Lebanon
Bentrokan sengit ini terjadi ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan eskalasi lebih lanjut terhadap Lebanon selatan sambil memanggil tambahan pasukan cadangan.
Media pemerintah Israel melaporkan bahwa tentara pendudukan telah meluncurkan kampanye mobilisasi besar-besaran guna memperluas operasi militer di wilayah Lebanon.
Rezim tersebut bahkan dilaporkan memerintahkan tentara yang baru saja dipulangkan untuk segera kembali bertugas sebagai pasukan cadangan.
Serangan udara Israel terus berlanjut di tengah pelanggaran luas gencatan senjata
Di tengah meningkatnya bentrokan darat, jet tempur Israel melancarkan sejumlah serangan udara di berbagai wilayah Lebanon, termasuk serangan di dekat Bendungan Qaraoun di wilayah Bekaa barat serta serangan tambahan yang menargetkan Yahmar al-Shaqif dan Hadatha di Lebanon selatan.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa sedikitnya 11 orang syahid dalam serangan udara Israel yang menargetkan Mashghara, termasuk dua anak dan seorang perempuan, sementara 15 lainnya terluka.
Kementerian menyatakan jumlah korban masih bersifat sementara karena operasi penyelamatan masih berlangsung.
Seorang tenaga medis Lebanon syahid dalam serangan Israel
Dalam serangan lainnya, Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa serangan Israel yang menargetkan sebuah pusat bantuan di kota Srifa, Lebanon selatan, menyebabkan satu tenaga medis syahid dan dua lainnya terluka.
Serangan yang terus berlangsung ini terjadi di tengah meningkatnya kecaman regional terhadap pelanggaran berulang Israel terhadap perjanjian gencatan senjata Lebanon serta agresi berkelanjutan terhadap warga sipil dan pekerja kemanusiaan di Lebanon selatan. (FG)


