Pemakaman Imam Syahid Khamenei Tampilkan Stabilitas Iran kepada Dunia
Jutaan orang yang menghadiri prosesi penghormatan terakhir Imam Syahid Ayatollah Sayyed Ali Khamenei dinilai menunjukkan persatuan nasional, stabilitas kelembagaan, dan kesinambungan Revolusi Islam
IRAN, FAKTAGLOBAL.COM – Prosesi penghormatan terakhir dan pemakaman Imam Syahid Ayatollah Sayyed Ali Khamenei membawa pesan penting di tingkat nasional, regional, dan internasional. Dampak politik terbesarnya adalah menguatnya persepsi mengenai stabilitas, legitimasi, dan kohesi Republik Islam Iran, menurut seorang pejabat senior hauzah ilmiah Iran.
Hujjatul Islam wal Muslimin Mohammad Haj Abolqasem Dolabi, Asisten Khusus Direktur Hauzah Ilmiah Iran, mengatakan bahwa kehadiran jutaan pelayat jauh melampaui sekadar sebuah prosesi pemakaman. Menurutnya, hal itu merupakan demonstrasi dukungan rakyat terhadap prinsip-prinsip Revolusi Islam pada salah satu masa paling sensitif dalam sejarah negara tersebut.
Persatuan Nasional dan Kesinambungan
Haj Abolqasem mengatakan bahwa kehadiran jutaan masyarakat mencerminkan pembaruan baiat rakyat terhadap cita-cita Revolusi Islam, bukan semata kepada seorang individu. Hal itu, katanya, menunjukkan bahwa kohesi sosial Iran tetap terjaga melampaui kehidupan seorang pemimpin.
Ia menambahkan bahwa partisipasi besar-besaran dari seluruh penjuru negeri mengirimkan pesan yang jelas mengenai persatuan dan stabilitas internal, sekaligus mematahkan anggapan bahwa wafatnya seorang pemimpin akan memicu kekacauan politik atau perpecahan nasional.
Menurutnya, penyelenggaraan prosesi yang berlangsung tertib, bersamaan dengan tetap berjalannya seluruh lembaga negara tanpa gangguan, juga membuktikan bahwa Republik Islam memiliki mekanisme kelembagaan yang mampu menjamin kesinambungan pemerintahan selama masa transisi kepemimpinan.
Soft Power dan Pesan kepada Musuh
Ulama senior tersebut menggambarkan prosesi pemakaman sebagai salah satu manifestasi paling nyata dari soft power Republik Islam. Ia mengatakan bahwa kehadiran jutaan orang menunjukkan legitimasi negara tidak hanya bertumpu pada lembaga-lembaga pemerintahan, tetapi juga pada dukungan luas dari rakyat.
Ia juga menilai bahwa demonstrasi persatuan nasional tersebut mengirimkan pesan pencegahan kepada musuh-musuh Iran, menunjukkan bahwa tekanan eksternal, sanksi, dan ancaman militer gagal melemahkan keteguhan bangsa Iran.
Segala harapan untuk memanfaatkan masa transisi kepemimpinan demi menciptakan ketidakstabilan, lanjutnya, merupakan sebuah kekeliruan strategis.
Dampak di Tingkat Internasional
Haj Abolqasem juga mengatakan bahwa prosesi tersebut memperkuat kepercayaan di kalangan Poros Perlawanan dengan menunjukkan kesinambungan Revolusi Islam serta tetap kuatnya dukungan rakyat terhadap jalur perjuangannya.
Ia menambahkan bahwa liputan luas media internasional terhadap prosesi pemakaman berpotensi memperlihatkan kepada masyarakat dunia gambaran mengenai partisipasi publik di Iran yang berbeda dari banyak narasi yang selama ini berkembang.
Dari sudut pandang politik, Haj Abolqasem mengatakan bahwa dampak internasional paling penting dari prosesi tersebut adalah menguatnya persepsi mengenai stabilitas, legitimasi, dan kohesi Republik Islam Iran, sekaligus mengurangi harapan pihak-pihak yang berseberangan bahwa transisi kepemimpinan akan menciptakan kekosongan kekuasaan atau ketidakstabilan internal.
Dari sisi sosial, ia menyimpulkan bahwa jutaan orang yang berpartisipasi dalam prosesi tersebut merupakan simbol kuat dari modal sosial dan solidaritas nasional Iran pada salah satu periode paling sensitif dalam sejarah negara tersebut. (FG)


