Pemakaman Pemimpin Syahid Digelar di Bawah Arahan Ayatullah Mujtaba Khamenei
Iran mengumumkan rangkaian pemakaman nasional dan internasional bagi Pemimpin Syahid yang akan berlangsung dari Teheran hingga Qom, Irak, dan Masyhad di bawah arahan Ayatollah Sayyed Mujtaba Khamenei
Iran, FAKTAGLOBAL.COM – Pemerintah Iran mengumumkan secara resmi rangkaian lengkap penyelenggaraan pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam. Upacara tersebut akan dilaksanakan di bawah arahan Ayatullah Sayyed Mujtaba Hosseini Khamenei serta dikoordinasikan melalui sebuah struktur nasional yang melibatkan lembaga-lembaga pemerintah, institusi keagamaan, dan organisasi masyarakat di Iran maupun Irak.
Dalam konferensi pers pada Selasa, Sekretaris Markas Nasional Penghormatan Terakhir dan Pemakaman Pemimpin Syahid, Ali Akbar Pourjamshidian, mengatakan bahwa seluruh jadwal telah disusun secara cermat agar pelaksanaan upacara berlangsung sesuai dengan besarnya peristiwa yang ia sebut sebagai momentum bersejarah berskala nasional dan internasional.
“Kami berharap media dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan meninggalkan catatan sejarah mengenai peristiwa luar biasa ini untuk generasi mendatang,” ujar Pourjamshidian pada awal konferensi pers.
Pemakaman Diselenggarakan di Bawah Arahan Pemimpin Baru
Pourjamshidian menjelaskan bahwa rentang waktu antara syahidnya Pemimpin Revolusi dan pelaksanaan pemakaman dimaksudkan untuk memberikan kesempatan melakukan seluruh persiapan bagi sebuah upacara berskala luar biasa.
Ia mengatakan bahwa rencana penyelenggaraan terlebih dahulu disusun berdasarkan kerangka yang telah disetujui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, kemudian disempurnakan melalui koordinasi dengan Kantor Pemimpin Syahid serta di bawah arahan Ayatullah Sayyed Mujtaba Hosseini Khamenei.
“Berdasarkan arahan Kantor Pemimpin Syahid dan petunjuk Pemimpin baru Revolusi Islam, Ayatullah Sayyed Mujtaba Hosseini Khamenei, seluruh upacara ini akan diselenggarakan dalam beberapa hari mendatang dan seluruh rinciannya akan diumumkan secara lengkap,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa telah dibentuk sebuah markas nasional yang dipimpin Wakil Presiden Pertama Mohammad Reza Aref dengan Kementerian Dalam Negeri sebagai koordinator. Markas tersebut menghimpun berbagai lembaga negara dan organisasi masyarakat yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan seluruh rangkaian upacara.
Prosesi Berlanjut dari Teheran ke Irak hingga Masyhad
Berdasarkan jadwal yang telah diumumkan, rangkaian penghormatan terakhir kepada masyarakat akan dimulai di Teheran, dilanjutkan dengan salat jenazah dan prosesi utama yang melintasi ibu kota Iran.
Selanjutnya, iring-iringan pemakaman akan menuju Kota Suci Qom sebelum jenazah dibawa ke Irak. Di negara tersebut akan digelar upacara penyambutan resmi, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemakaman di kota-kota suci Karbala dan Najaf.
Tahap terakhir dari perjalanan tersebut akan berlangsung di Masyhad, tempat Pemimpin Syahid beserta anggota keluarganya akan dimakamkan di sisi makam Imam Ali ibn Musa al-Ridha (as).
Pourjamshidian mengatakan bahwa seluruh tahapan prosesi telah dirancang secara rinci melalui koordinasi antara otoritas Iran dan Irak.
Irak Bentuk Komite Nasional Tingkat Tinggi
Pourjamshidian mengungkapkan bahwa Irak telah membentuk markas nasional pada tingkat pemerintahan tertinggi untuk mengawasi seluruh persiapan penyelenggaraan upacara di wilayah Irak.
Ia menjelaskan bahwa komite tersebut berada di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Irak, sementara Kepala Kantor Perdana Menteri bertanggung jawab mengoordinasikan pelaksanaan seluruh pengaturan pemakaman bersama Republik Islam Iran.
Ia menambahkan bahwa dalam kunjungan terbarunya ke Irak bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, telah dilakukan serangkaian pertemuan dengan Presiden Irak, Perdana Menteri Irak, Ketua Parlemen Irak, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Irak, sejumlah pejabat tinggi kepresidenan, serta para penyelenggara Arbain.
Menurutnya, seluruh pertemuan tersebut telah menuntaskan koordinasi yang diperlukan bagi pelaksanaan upacara di Irak.
Upacara Ditujukan Menunjukkan Kekuatan dan Persatuan
Pourjamshidian mengatakan bahwa salah satu tujuan utama penyelenggaraan pemakaman ini adalah memperlihatkan kekuatan Republik Islam Iran kepada rakyat Iran maupun masyarakat dunia.
“Upacara ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan kekuatan Republik Islam, sebuah sistem yang senantiasa bergerak menuju kekuatan yang lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tujuan penting lainnya adalah memperkuat kohesi nasional di antara seluruh arus politik, keagamaan, dan sosial di Iran di bawah institusi Wilayat al-Faqih.
Menurut Pourjamshidian, rangkaian pemakaman tersebut juga diharapkan semakin memperkokoh persatuan Umat Islam, khususnya di antara negara-negara dan gerakan yang tergabung dalam Poros Perlawanan.
“Dengan kehadiran luar biasa dari berbagai penjuru dunia Islam, termasuk partisipasi luas kaum Muslim Sunni, upacara ini akan semakin memperkuat persatuan dunia Islam, khususnya di dalam Poros Perlawanan,” katanya.
Memperbarui Baiat kepada Ayatullah Sayyed Mujtaba Hosseini Khamenei
Dalam konferensi pers tersebut, Pourjamshidian menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama penyelenggaraan pemakaman adalah pembaruan baiat kepada Pemimpin baru Revolusi Islam.
Ia mengatakan bahwa upacara ini akan menjadi kesempatan bagi umat Islam dari Iran maupun berbagai negara lain untuk kembali menyatakan kesetiaan mereka kepada Ayatullah Sayyed Mujtaba Hosseini Khamenei.
“Salah satu tujuan dari penyelenggaraan upacara ini adalah pembaruan baiat Umat Islam kepada Pemimpin baru Revolusi Islam, Ayatullah Sayyed Mujtaba Hosseini Khamenei,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan prosesi pemakaman di Irak mencerminkan kedudukan keagamaan Pemimpin Syahid di mata rakyat dan lembaga-lembaga negara Irak.
“Rakyat, pemerintah, dan parlemen Irak menyatakan bahwa beliau adalah marja’ taklid dan otoritas keagamaan mereka, sehingga mereka mengharapkan upacara pemakaman juga diselenggarakan di Irak,” katanya.
Partisipasi Internasional Terus Bertambah
Pemerintah Iran memperkirakan upacara tersebut akan dihadiri secara luas oleh pemerintah berbagai negara, tokoh agama, serta delegasi internasional.
Pourjamshidian mengatakan bahwa lebih dari 30 negara telah menyampaikan kepada Teheran niat mereka untuk mengirimkan delegasi resmi atau pejabat tinggi negara guna memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Syahid.
Ia menambahkan bahwa para marja’, ulama, akademisi, dan tokoh terkemuka yang mewakili berbagai agama serta mazhab dari lebih dari 90 negara juga telah menyatakan kesiapan menghadiri upacara tersebut.
Menurutnya, besarnya partisipasi internasional itu mencerminkan arti penting peristiwa tersebut di tingkat global.
Lebih dari 300 Jurnalis Asing Telah Mendaftar
Persiapan juga tengah dilakukan untuk salah satu operasi peliputan media internasional terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Pourjamshidian mengatakan bahwa ribuan wartawan, fotografer, pembuat film dokumenter, dan organisasi media Iran tengah mempersiapkan peliputan seluruh rangkaian upacara.
“Di tingkat internasional, lebih dari 300 jurnalis asing telah menyelesaikan seluruh koordinasi yang diperlukan untuk hadir dan melakukan peliputan berita maupun visual terhadap upacara ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Komite Urusan Internasional pada markas penyelenggara telah siap sepenuhnya untuk menggelar konferensi pers khusus bersama para pejabat tinggi negara apabila diminta oleh media internasional.
Hari Libur, Transportasi Umum, dan Persiapan Nasional
Markas penyelenggara juga telah dibentuk di seluruh provinsi Iran untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan penghormatan dan memfasilitasi partisipasi masyarakat sepanjang rangkaian pemakaman.
Pemerintah mengumumkan bahwa Provinsi Teheran akan menetapkan hari libur selama pelaksanaan upacara penghormatan terakhir tahap awal, sementara hari pelaksanaan prosesi utama pemakaman akan menjadi hari libur nasional. Hari libur tersendiri juga akan diberlakukan di Qom dan Provinsi Razavi Khorasan pada saat penyelenggaraan upacara di wilayah masing-masing.
Pourjamshidian mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi apabila memungkinkan.
Ia mengatakan bahwa layanan Metro Teheran akan beroperasi selama 24 jam secara gratis sepanjang penyelenggaraan upacara. Bus-bus kota dan armada transportasi pendukung lainnya juga akan memberikan layanan gratis bagi para peserta.
Area parkir berkapasitas besar juga telah disiapkan di pinggiran Teheran guna mengurangi kemacetan dan mendorong masyarakat melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum.
Pengamanan dan Jaringan Komunikasi
Pemerintah Iran menyatakan bahwa seluruh pengaturan keamanan telah diselesaikan.
Angkatan Bersenjata Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Basij, kepolisian, badan-badan intelijen, serta berbagai lembaga keamanan lainnya akan secara bersama-sama mengamankan seluruh rangkaian upacara di berbagai wilayah negara.
Penerbangan drone milik pribadi maupun pengambilan gambar udara secara independen tidak akan diizinkan selama pelaksanaan upacara. Televisi nasional Iran ditetapkan sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang melakukan dokumentasi udara resmi.
Pourjamshidian juga memastikan bahwa jaringan komunikasi akan tetap beroperasi secara normal.
“Seluruh koordinasi yang diperlukan telah diselesaikan untuk menjamin stabilitas jaringan komunikasi, dan tidak akan ada pembatasan internet selama penyelenggaraan upacara,” katanya.
Ia juga mengumumkan bahwa pemerintah telah membuka saluran layanan masyarakat berskala nasional untuk menjawab pertanyaan dan memberikan informasi kepada peserta selama berlangsungnya rangkaian pemakaman.
Kehadiran Pemimpin Akan Diumumkan oleh Kantor Beliau
Dalam sesi tanya jawab, Pourjamshidian ditanya apakah Ayatullah Sayyed Mujtaba Hosseini Khamenei akan hadir secara langsung dalam upacara pemakaman.
Ia menjawab bahwa persoalan tersebut berada di luar kewenangannya dan setiap pengumuman resmi hanya akan disampaikan oleh Kantor Pemimpin.
“Kehadiran Pemimpin Revolusi Islam dalam pemakaman Pemimpin Syahid bukan berada dalam kewenangan saya. Apabila terdapat program terkait hal itu, pengumuman resmi akan disampaikan langsung oleh Kantor Pemimpin.”
Ia juga mengatakan bahwa pengamanan seluruh rangkaian upacara di Irak akan menjadi tanggung jawab angkatan bersenjata dan aparat keamanan Irak. Sementara itu, Iran telah menyelesaikan berbagai pengaturan keamanan di wilayah perbatasan maupun di seluruh penjuru negeri guna memastikan seluruh prosesi pemakaman berlangsung dengan aman. (PW)



