Pemimpin Tentara Bayaran Pro-UEA Kabur ke Lokasi Tak Diketahui di Yaman Selatan
Kepala Dewan Transisi Selatan menghilang di tengah tuduhan koalisi Saudi, serangan udara, dan dakwaan pengkhianatan
Yaman | FAKTAGLOBAL.COM — Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan bahwa Aidarous al-Zubaidi, pemimpin Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) yang didukung Uni Emirat Arab, telah melarikan diri ke lokasi yang tidak diketahui, meninggalkan para tokoh senior dewan separatis tersebut di tengah meningkatnya konflik internal di Yaman selatan.
Menurut pernyataan koalisi pimpinan Saudi, al-Zubaidi kabur tanpa pemberitahuan sebelumnya, meninggalkan para pemimpin STC lainnya di sebuah pesawat yang sebenarnya telah mendapat izin untuk berangkat menuju Riyadh.
Koalisi Saudi Tuduh al-Zubaidi Rancang Eskalasi
Seorang juru bicara koalisi pimpinan Saudi menyatakan bahwa al-Zubaidi telah memobilisasi kekuatan besar, termasuk persenjataan berat dan ringan beserta amunisi, yang dipindahkan dari kamp Hadid dan al-Sulban menuju Provinsi Al-Dhalea.
Juru bicara tersebut menambahkan bahwa pasukan koalisi melancarkan serangan udara pendahuluan saat fajar untuk menggagalkan apa yang mereka sebut sebagai rencana al-Zubaidi guna memperluas konfrontasi bersenjata ke wilayah Al-Dhalea.
Koalisi menuduh pemimpin STC itu berupaya memicu bentrokan yang lebih luas di Yaman selatan, yang mengancam kondisi keamanan yang sudah rapuh di wilayah-wilayah yang dikuasai faksi-faksi rival yang didukung Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Al-Zubaidi Dicopot dan Dijerat Dakwaan Pengkhianatan
Menyusul pengumuman pelariannya, Rashad al-Alimi, ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman yang didukung Arab Saudi, mengeluarkan dekret yang mencopot al-Zubaidi dari jabatannya sebagai kepala Dewan Transisi Selatan.
Menurut media Yaman, al-Alimi juga memerintahkan agar al-Zubaidi dirujuk ke jaksa penuntut umum untuk diselidiki atas sejumlah tuduhan, termasuk “pengkhianatan tingkat tinggi.”
Tuduhan tersebut dilaporkan mencakup:
merusak posisi politik dan militer Yaman di wilayah selatan,
membentuk kelompok bersenjata,
melakukan pelanggaran berat terhadap warga sipil,
membunuh tentara dan perwira, serta
menyabotase fasilitas militer.
Serangan Udara Saudi Sasar Lokasi Pro-UEA di Yaman Selatan
Sementara itu, sumber-sumber lokal di Yaman melaporkan adanya serangan udara baru oleh Arab Saudi di Provinsi Al-Dhalea yang menyasar lokasi-lokasi yang berafiliasi dengan Dewan Transisi Selatan yang didukung Uni Emirat Arab.
Menurut sumber tersebut, pesawat tempur Saudi menghantam fasilitas militer al-Zand yang terkait dengan STC di wilayah Zubayd, Al-Dhalea. Serangan tambahan dilaporkan menargetkan persenjataan dan kendaraan lapis baja yang dipindahkan dari Aden, memicu ledakan besar yang mengguncang kota Al-Dhalea.
Media melaporkan puluhan orang tewas dan terluka akibat serangan udara Saudi terhadap posisi-posisi STC, menegaskan semakin dalamnya keretakan antara faksi-faksi yang didukung Riyadh dan Abu Dhabi yang saling berebut kendali atas Yaman selatan. (FG)


