Pentagon Copot Kepala Staf Angkatan Darat AS di Tengah Kegagalan Perang Iran
Para petinggi militer AS disingkirkan ketika Washington kesulitan dalam perang melawan Iran, mengungkap retakan mendalam dan pembersihan besar-besaran di dalam Pentagon
Amerika Serikat, FAKTAGLOBAL.COM — Pentagon mengonfirmasi gejolak besar dalam struktur komando militer AS, setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth menuntut pengunduran diri segera Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Randy A. George.
Menurut laporan CBS News, permintaan pengunduran diri tersebut disampaikan langsung oleh Hegseth. Perkembangan ini juga dikonfirmasi oleh Associated Press, yang mengutip pejabat senior Pentagon yang menyatakan bahwa George diminta untuk pensiun lebih awal.
George, yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat AS ke-41 sejak Agustus 2023, secara efektif didorong keluar dalam apa yang disebut sebagai “perubahan kepemimpinan,” menandakan restrukturisasi paksa, bukan transisi rutin.
Dalam pernyataan resminya, Pentagon berupaya membingkai langkah ini sebagai pergantian alami, dengan menyatakan bahwa “sudah saatnya terjadi perubahan dalam kepemimpinan Angkatan Darat.”
Seorang sumber militer AS juga mengindikasikan bahwa Menteri Pertahanan tengah mencari pengganti yang mampu sepenuhnya menjalankan “visi Donald Trump dan timnya untuk Angkatan Darat AS.”



Pembersihan Berbasis Agenda Trump Meluas di Komando Militer AS
Pencopotan Jenderal George merupakan bagian dari pembersihan yang lebih luas dan terus meluas dalam tubuh militer AS, yang bertujuan menempatkan figur-figur yang sepenuhnya selaras dengan agenda perang Presiden Donald Trump.
Sumber yang dikutip CBS News menyebut bahwa Menteri Pertahanan mencari kepemimpinan yang mampu mengeksekusi “visi Trump” bagi militer AS—menunjukkan meningkatnya politisasi struktur komando di tengah perang yang sedang berlangsung.
Pejabat Senior Diberhentikan dalam Gelombang Pembersihan Pentagon
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah pejabat tinggi telah diberhentikan atau disingkirkan di berbagai sektor, termasuk Angkatan Darat, Angkatan Laut, intelijen, komando siber, hingga perwakilan NATO.
Perombakan ini telah menyingkirkan sedikitnya 12 pejabat senior, mencerminkan meluasnya pembersihan internal dalam aparat militer AS.
Di antara yang dicopot:
Jenderal Randy George — Kepala Staf Angkatan Darat
Laksamana Madya Fred Cucher — Direktur Kepala Staf Gabungan
Jenderal CQ Brown — mantan Ketua Kepala Staf Gabungan
Jeffrey Cruz — Direktur Badan Intelijen Pertahanan
Jenderal Timothy Haugh — Direktur NSA & Komando Siber
Wendy Noble — Deputi pimpinan Komando Siber
Michael Collins — pejabat senior pertahanan
(Deputi Michael Collins — tidak diungkap ke publik)
Laksamana Madya Shoshana Chatfield — perwakilan militer AS untuk NATO
Laksamana Lisa Franchetti — pimpinan Angkatan Laut AS
Laksamana Linda Fagan — Komandan Coast Guard
Jenderal James Slife — Wakil Kepala Staf Angkatan Udara
Jenderal Joseph P. Barger III — Jaksa Agung Angkatan Darat
Jenderal Charles Plummer — Jaksa Agung Angkatan Udara
Jenderal Jennifer Short — penasihat senior pertahanan
Krisis Internal Cerminkan Kegagalan Agresi AS terhadap Iran
Skala pemecatan yang belum pernah terjadi ini terjadi di tengah kegagalan Washington meraih hasil menentukan dalam perang melawan Iran, meskipun telah berminggu-minggu melakukan eskalasi dan tekanan militer berkelanjutan.
Alih-alih memperoleh keuntungan strategis, Amerika Serikat kini menghadapi tekanan internal yang meningkat, ketidakpuasan dalam jajaran komando, serta semakin terbukanya keterbatasan militernya.
Pembersihan ini mencerminkan krisis yang lebih dalam: kepemimpinan yang kesulitan mempertahankan kendali, sambil memaksakan agenda perang yang gagal menghasilkan hasil di medan tempur.
(FG)


