Peretas Iran Bobol Email John Bolton, Ejek Dia dengan Julukan “Tuan Kumis”
Menurut laporan tersebut, para peretas mengucapkan “semoga sukses” kepada Bolton dan mengancam akan merilis dokumen rahasia yang mereka klaim telah diambil dari akun email pribadinya.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Media AS Fox News melaporkan pada Hari Kamis bahwa peretas asal Iran diduga berhasil mengakses akun email pribadi mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton, dan mengejeknya dengan julukan “Tuan Kumis” (Mr. Mustache).
Menurut laporan tersebut, para peretas mengucapkan “semoga sukses” kepada Bolton dan mengancam akan merilis dokumen rahasia yang mereka klaim telah diambil dari akun email pribadinya.
Informasi ini dilaporkan berasal dari surat dakwaan dan surat perintah penggeledahan rumah Bolton, yang telah ditinjau oleh Fox News Digital.
Rincian Dakwaan dan Pelanggaran Keamanan
John Bolton, diplomat Amerika yang menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional dari April 2018 hingga September 2019, didakwa pada Oktober 2025 atas 18 tuduhan, termasuk delapan dakwaan terkait transfer ilegal informasi pertahanan nasional dan sepuluh dakwaan karena penyimpanan tidak semestinya atas dokumen rahasia.
Bolton menolak seluruh dakwaan tersebut.
Menurut surat dakwaan, Bolton diduga mengirim lebih dari seribu halaman catatan yang berisi informasi sensitif, termasuk rincian pertemuan dengan pejabat AS dan pemimpin asing serta laporan intelijen, melalui akun email pribadinya kepada istri dan putrinya, yang tidak memiliki izin akses terhadap informasi rahasia.
Pada Juli 2021, asisten Bolton melaporkan kepada Biro Investigasi Federal (FBI) bahwa Iran telah mengakses akun email Bolton. Timnya kemudian menghapus sejumlah email untuk mencegah para peretas memperoleh informasi sensitif lainnya.
Email Ancaman dan Pesan “Tuan Kumis”
Beberapa minggu kemudian, asisten Bolton menerima email ancaman yang dikaitkan dengan peretasan tersebut. Email yang berjudul “Kata Sandi Baru” itu berbunyi:
“Saya rasa Anda tidak ingin FBI mengetahui isi email John yang bocor — terutama setelah pembebasan terakhir ini. Ini bisa menjadi skandal terbesar sejak kebocoran email Hillary Clinton, tapi kali ini dari Partai Republik! Hubungi kami sebelum terlambat.”
Pada Agustus 2021, email lain dari akun yang sama mengancam akan merilis bagian-bagian yang dihapus dari buku memoar Bolton, The Room Where It Happened, yang dilaporkan diakses melalui peretasan tersebut.
Isi email itu berbunyi:
“Baiklah John... sesuai keinginanmu. Kami akan mempublikasikan bagian yang dihapus dari bukumu. Semoga sukses, Tuan Kumis!”
Penggeledahan FBI Temukan Dokumen Rahasia
Penggeledahan FBI di kediaman Bolton pada September 2025 menemukan dokumen rahasia yang diberi tanda “confidential”, termasuk referensi terkait senjata pemusnah massal, di rumah dan kantornya di Washington.
Jika terbukti bersalah atas semua dakwaan, John Bolton dapat menghadapi hukuman penjara hingga 180 tahun. (PW)


