Perlawanan Bersenjata Guncang al-Quds yang Diduduki
Tujuh Pemukim Israel Tewas, 21 Terluka dalam Penembakan di Ramot Junction. Salah satu pelaku dilaporkan menyamar sebagai polisi. Senjata yang digunakan termasuk senapan mesin rakitan Carlo dan pistol.
Palestina, FAKTABERITAGLOBAL.COM - Tujuh pemukim Israel tewas dan sedikitnya 21 lainnya terluka — lima di antaranya dalam kondisi kritis — dalam operasi penembakan di Ramot Junction, al-Quds yang diduduki, menurut laporan media Israel.
Laporan menyebutkan bahwa para pejuang Palestina naik ke sebuah bus yang terjebak kemacetan di persimpangan tersebut dan melepaskan tembakan dari jarak dekat. Salah satu pelaku dilaporkan menyamar sebagai polisi. Senjata yang digunakan termasuk senapan mesin rakitan “Carlo” dan sebuah pistol.
Media Israel mengklaim bahwa para pelaku berasal dari al-Qubayba dan Qatnah. Keduanya tewas di lokasi kejadian. Polisi Israel mengatakan mereka sedang memeriksa sebuah benda mencurigakan yang ditemukan di lokasi, serta menutup seluruh akses jalan menuju al-Quds.
Operasi ini terjadi di tengah meningkatnya agresi Israel di Tepi Barat, termasuk penggerebekan di kota-kota, desa, dan kamp pengungsi; penangkapan pemuda Palestina tanpa dakwaan; pembunuhan secara sewenang-wenang; serta pembongkaran rumah-rumah warga Palestina.
Pernyataan Faksi Perlawanan
Hamas: Menyatakan bahwa operasi ini adalah “pesan yang jelas” bahwa kejahatan pendudukan di Gaza dan penistaan Masjid al-Aqsa tidak akan dibiarkan tanpa hukuman.
Hamas menegaskan operasi ini merupakan “respons alami” terhadap perang pemusnahan yang sedang berlangsung, dan menyerukan rakyat Palestina di seluruh Tepi Barat untuk meningkatkan konfrontasi melawan militer dan pemukim Israel.
Jihad Islam Palestina: Menegaskan bahwa operasi ini adalah “respons alami” terhadap kebijakan kriminal Israel yang semakin meningkat, pengusiran, dan penghancuran sistematis di Gaza, Tepi Barat, serta wilayah Palestina 1948, di samping kebijakan penindasan di penjara-penjara Israel.
Brigade al-Quds: Menyatakan bahwa operasi ini adalah tanggapan yang wajar dan sah terhadap kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh musuh Israel terhadap rakyat Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan al-Quds yang diduduki.
Gerakan Mujahidin Palestina: Menyebut operasi ini sebagai “pesan yang ditulis dengan api” dari rakyat Palestina yang merdeka, sebagai respons terhadap agresi Zionis di al-Quds, Tepi Barat, dan genosida yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Gerakan ini menambahkan bahwa operasi tersebut merupakan pukulan telak terhadap aparat keamanan musuh, sekaligus mencerminkan meningkatnya gelombang perlawanan di seluruh Palestina. (FBG)


