Pertempuran Sengit di Bint Jbeil, Hizbullah Gagalkan Serangan Israel
Hizbullah menahan laju pasukan Israel di Bint Jbeil di tengah pertempuran sengit jarak dekat. Korban di pihak Israel meningkat tanpa hasil di lapangan meski ada serangan udara dan pengepungan intensif
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Pertempuran darat sengit terus berlangsung di Bint Jbeil, Lebanon selatan, ketika pejuang Hizbullah terlibat dalam pertempuran jarak dekat yang berkelanjutan melawan pasukan pendudukan Israel, menggagalkan setiap upaya untuk menembus kota tersebut.
Menurut laporan lapangan yang dikutip oleh Al Mayadeen, pasukan Israel—termasuk unit elit—hingga kini gagal menguasai posisi-posisi kunci di dalam Bint Jbeil meskipun melancarkan serangan udara terus-menerus, tembakan artileri, dan pengepungan yang berlangsung.
Pertempuran terfokus di sekitar pinggiran kawasan pasar lama, di mana kontak tempur telah terjadi dalam jarak sangat dekat.
Pasukan Israel juga dilaporkan belum mampu mencapai titik-titik strategis di dalam kota, termasuk stadion kota yang memiliki nilai simbolis dan operasional. Situasi di lapangan menunjukkan pergerakan pasukan yang terbatas, disertai pengurangan jumlah personel dan kendaraan tempur untuk menekan kerugian lebih lanjut.
Penyergapan Dilaporkan di Tengah Pertempuran
Dalam perkembangan terpisah, laporan lapangan menyebutkan bahwa satu unit pasukan Israel menjadi sasaran penyergapan yang telah dirancang sebelumnya di dalam kota.
Pejuang Hizbullah memancing unit tersebut masuk ke dalam sebuah bangunan sebelum kemudian meledakkannya, menyebabkan korban di pihak Israel.
Insiden ini diyakini terkait dengan “insiden keamanan” yang sebelumnya dilaporkan media Israel, meskipun belum ada konfirmasi resmi terkait detail kejadian tersebut.
Pasca-insiden, pasukan Israel semakin mengandalkan kendaraan tanpa awak dan sistem kendali jarak jauh untuk menguji posisi Hizbullah, menunjukkan perubahan taktik operasi di tengah perlawanan yang terus berlanjut.
Korban di Pihak Israel Meningkat
Media Israel melaporkan bahwa komandan Batalion 52 mengalami luka serius dalam pertempuran di Bint Jbeil. Laporan tambahan menyebutkan sejumlah besar tentara Israel mengalami luka-luka, termasuk cedera akibat pertempuran jarak dekat.
Sepanjang hari, helikopter militer terlihat mengevakuasi tentara yang terluka dari garis depan di Lebanon selatan ke rumah sakit. Dalam pertempuran semalam, sedikitnya 10 tentara dari Batalion 101 Brigade Paratroopers dilaporkan terluka, dengan tiga di antaranya dalam kondisi kritis.
Evakuasi dilakukan melalui jalur udara dan darat, menurut sumber yang sama.
Nilai Strategis Bint Jbeil
Bint Jbeil tetap menjadi lokasi strategis utama di Lebanon selatan karena kedekatannya dengan perbatasan serta posisinya yang mengawasi berbagai jalur akses penting. Kota ini menghubungkan rute utama antara Maroun al-Ras, Tebnine, Aitaroun, dan Rmeish, serta memiliki konektivitas menuju Tyre melalui jaringan jalan yang lebih luas.
Topografinya yang tinggi memberikan keunggulan dalam pengawasan wilayah sekitar, meningkatkan nilai militernya dalam konfrontasi yang sedang berlangsung.
Penguasaan Bint Jbeil memberikan kedalaman taktis serta pengaruh terhadap desa-desa di sekitarnya, menjadikannya titik utama dalam setiap bentrokan antara pasukan Israel dan kelompok perlawanan Lebanon.
Konteks Historis dan Simbolis
Selain nilai militernya, Bint Jbeil memiliki bobot simbolis yang kuat. Kota ini telah lama dikaitkan dengan gerakan perlawanan, sejak masa Mandat Prancis hingga periode pendudukan Israel di Lebanon selatan antara 1982 hingga 2000.
Kota ini juga menjadi medan pertempuran utama dalam perang tahun 2006, di mana bentrokan sengit antara Hizbullah dan pasukan Israel terjadi.
Seiring pertempuran yang terus berlangsung, Bint Jbeil tetap menjadi target strategis sekaligus simbol penting dalam eskalasi yang terus berkembang di sepanjang perbatasan Lebanon–Israel. (FG)


