Pesan Penting Ayatollah Makarem Shirazi: Jangan Mundur di Hadapan Agresor
Dalam pesannya, Ayatollah Makarem Shirazi menyampaikan lima poin penting yang dinilai perlu mendapat perhatian khusus pada situasi saat ini.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM – Grand Ayatollah Nasser Makarem Shirazi menegaskan bahwa setiap bentuk kemunduran di hadapan agresor hanya akan membuatnya semakin berani melanjutkan agresi dan meningkatkan tindakan permusuhannya. Ia menyerukan bangsa Iran dan Umat Islam untuk tetap teguh pasca kesyahidan Pemimpin Revolusi Islam.
Dalam pesan yang disampaikan bertepatan dengan prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Umat, Ayatollah Makarem Shirazi mengatakan bahwa ketika bangsa Iran mengantarkan jasad suci Pemimpin Syahid Revolusi ke peristirahatan terakhirnya, duka mendalam atas kehilangan seorang mujahid yang bijaksana dan penuh pengabdian kembali diperbarui.
Menurutnya, kehadiran besar-besaran rakyat dalam rangkaian pemakaman merupakan manifestasi kekuatan dan kesetiaan terhadap cita-cita luhur Revolusi Islam, sekaligus bukti keteguhan bangsa Iran dan Umat Islam dalam melanjutkan jalan para syuhada.
Dalam pesannya, Ayatollah Makarem Shirazi menyampaikan lima poin penting yang dinilai perlu mendapat perhatian khusus pada situasi saat ini.
Pertama: Perang Belum Berakhir
Ayatollah Makarem Shirazi menegaskan bahwa perang belum berakhir. Konfrontasi melawan front kesombongan global masih terus berlangsung.
Karena itu, segala upaya untuk menanamkan keputusasaan, rasa lemah, kebuntuan, atau meruntuhkan semangat rakyat, para pejabat negara, dan angkatan bersenjata merupakan bagian dari tujuan musuh dan bertentangan dengan kepentingan negara serta Umat Islam.
Ia menambahkan bahwa harapan dan keteguhan bukan berarti mengabaikan kenyataan di lapangan. Sebaliknya, kesabaran dan keteguhan merupakan faktor utama dalam meraih kemenangan dalam ujian Ilahi.
Kedua: Darah Para Syuhada Tidak Akan Pernah Dilupakan
Ia menegaskan bahwa para pelaku kejahatan besar yang darahnya ternoda oleh darah Pemimpin Syahid, para komandan militer, pejabat negara, warga sipil tak berdosa, dan anak-anak yang tidak bersalah tidak akan pernah luput dari hukuman Allah maupun pembalasan yang adil.
Menurutnya, darah suci para syuhada tidak akan pernah dilupakan, dan Umat Islam akan terus menjalankan kewajibannya menuntut keadilan bagi mereka sesuai syariat Islam dan prinsip-prinsip hukum.
Ketiga: Berdirilah Teguh Menghadapi Agresor
Ayatollah Makarem Shirazi menyerukan agar para pejabat negara, angkatan bersenjata, dan seluruh pengambil keputusan bertawakal kepada Allah SWT, memanfaatkan seluruh potensi bangsa, serta mengambil kekuatan dari iman, kesabaran, dan keteguhan rakyat.
Dengan kebijaksanaan, kekuatan, dan kewaspadaan, mereka harus berdiri teguh menghadapi musuh, baik di medan militer, jalur diplomasi, maupun seluruh bidang lainnya.
Ia menegaskan bahwa pengalaman telah membuktikan setiap kemunduran di hadapan agresor hanya akan membuatnya semakin berani melanjutkan agresi dan melakukan tindakan yang lebih besar lagi.
Keempat: Wilayatul Faqih adalah Pilar Sistem Islam
Ayatollah Makarem Shirazi menegaskan bahwa Revolusi Islam dibangun di atas prinsip progresif Wilayatul Faqih. Melalui prinsip inilah Revolusi Islam mampu melewati berbagai ujian berat dan konspirasi musuh selama bertahun-tahun.
Menurutnya, dalam sistem Islam, Wilayatul Faqih merupakan poros persatuan, penjaga kepentingan umat, dan pilar kokoh negara Islam. Berpegang teguh pada prinsip ini merupakan kewajiban bersama sekaligus jaminan bagi terjaganya agama dan negara.
Kelima: Persatuan Nasional Semakin Penting
Ia menekankan bahwa menjaga persatuan dan solidaritas nasional kini menjadi kebutuhan yang lebih mendesak daripada sebelumnya.
Perbedaan pandangan, sekalipun lahir dari niat baik, tidak boleh berubah menjadi sumber perpecahan atau melemahkan barisan dalam negeri.
Pada saat yang sama, para pejabat negara diminta meningkatkan upaya untuk menyelesaikan berbagai persoalan rakyat serta melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan dan dedikasi.
Sampaikan Belasungkawa dan Doa
Di akhir pesannya, Ayatollah Makarem Shirazi kembali menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan Pemimpin tercinta beserta para syuhada lain dalam perang yang dipaksakan tersebut.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada Imam Mahdi (af), Pemimpin Revolusi Islam, keluarga para syuhada, rakyat Iran, serta seluruh kaum Muslimin di dunia.
Ia juga memanjatkan doa agar Allah SWT meninggikan derajat para syuhada serta menganugerahkan kemuliaan dan kemenangan kepada Islam dan kaum Muslimin di bawah keberkahan Imam Mahdi (af), sekaligus menjauhkan kejahatan musuh-musuh mereka. (FG)


