PM Lebanon: Perundingan di Washington Hanya Hasilkan Kerangka Negosiasi, Bukan Kesepakatan
erdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menegaskan bahwa hasil perundingan terbaru di Washington hanya pembentukan kerangka trilateral dan prinsip-prinsip dasar untuk negosiasi pada tahap berikutnya.
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM – Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menegaskan bahwa hasil perundingan terbaru di Washington bukanlah sebuah kesepakatan atau perjanjian, melainkan hanya pembentukan kerangka trilateral dan prinsip-prinsip dasar untuk negosiasi pada tahap berikutnya.
Dikutip Al Jazeera, Salam tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi kerangka tersebut.
Ia menambahkan bahwa prioritas Lebanon dalam putaran negosiasi selanjutnya adalah menyusun jadwal penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon.
Lebanon Tegaskan Jalur Negosiasi
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Rajji menyatakan bahwa proses negosiasi yang dijalankan pemerintah Lebanon merupakan satu-satunya jalan untuk mewujudkan penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Lebanon serta mencapai kesepakatan permanen yang menjamin stabilitas, hak-hak, kedaulatan, dan kepentingan nasional Lebanon.
Sambil menyampaikan apresiasi kepada negara-negara sahabat atas berbagai upaya dan inisiatif mereka, Rajji menegaskan bahwa situasi saat ini membutuhkan dukungan yang terpadu, baik di tingkat domestik, regional, maupun internasional, terhadap satu-satunya jalur negosiasi yang ditempuh pemerintah Lebanon.
Ia juga menyerukan kepada seluruh mitra internasional agar mendukung proses negosiasi tersebut sebagai satu-satunya kerangka yang sah untuk mencapai penyelesaian yang nyata dan berkelanjutan. Menurutnya, jalur-jalur paralel atau kerangka alternatif yang membahas persoalan Lebanon di luar kewenangan pemerintah hanya akan menimbulkan perpecahan dan melemahkan posisi tawar Lebanon.
Israel Bersikeras Pertahankan Pasukan di Lebanon Selatan
Pernyataan Rajji muncul ketika Menteri Perang Israel Israel Katz kembali menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon selatan.
“Pasukan kami akan tetap berada di zona penyangga keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza tanpa batas waktu,” kata Katz. Ia menambahkan bahwa Israel tidak akan menarik pasukannya dari Lebanon selatan sebelum Hezbollah dilucuti.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga kembali menegaskan bahwa pasukan Israel akan terus mempertahankan kehadiran militernya di Lebanon selatan setelah membentuk zona penyangga di sepanjang perbatasan utara.
Berbicara dalam upacara peringatan korban Perang Lebanon Kedua (Perang 33 Hari), Netanyahu mengklaim Iran berupaya memaksa Israel menarik pasukannya dari Lebanon selatan, namun mengatakan Israel tidak akan membiarkan tujuan tersebut tercapai.
Netanyahu juga menyatakan bahwa Tel Aviv akan berupaya mencapai kesepakatan dengan Lebanon di masa mendatang, tetapi menegaskan bahwa kesepakatan apa pun tidak akan menghalangi Israel mempertahankan kehadiran militernya di Lebanon selatan selama dianggap diperlukan.
Sehari sebelumnya, Netanyahu juga mengatakan Israel tidak akan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon selatan yang didudukinya selama Hezbollah masih dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan rezim Israel. (PW)


