Presiden Iran: Kami Berada dalam Perang Skala Penuh dengan AS, Israel, dan Eropa
Pezeshkian: Iran Menghadapi Kepungan Multidimensi yang Lebih Berat daripada Perang dengan Irak
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Dalam sebuah wawancara dengan situs resmi Pemimpin Iran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Republik Islam Iran saat ini berada dalam perang skala penuh dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa, seraya memperingatkan bahwa konfrontasi ini lebih kompleks dan lebih berbahaya dibandingkan perang delapan tahun yang dipaksakan terhadap Iran oleh rezim Saddam Hussein di Irak.
Pezeshkian mengatakan bahwa poros Barat menerapkan tekanan serentak di berbagai bidang—militer, ekonomi, politik, keamanan, budaya, dan media—dengan tujuan menghalangi Iran untuk berdiri di atas kakinya sendiri.
“Menurut pandangan saya, kami berada dalam perang skala penuh dengan Amerika, Israel, dan Eropa. Mereka tidak menginginkan negara kami berdiri,” ujarnya.
“Perang ini lebih buruk daripada perang dengan Irak. Jauh lebih kompleks dan jauh lebih sulit.”
Perang Tanpa Garis Depan: Kepungan Ekonomi, Politik, dan Psikologis
Presiden Iran menjelaskan bahwa, berbeda dengan Perang Iran–Irak—di mana garis depan dan sasaran jelas—konfrontasi saat ini bersifat berlapis, tanpa batas wilayah, dan berlangsung terus-menerus.
Ia menyatakan bahwa Iran kini dikepung dari segala arah, dengan pembatasan terhadap penjualan minyak, perdagangan, pertukaran keuangan, dan aktivitas ekonomi, sementara pada saat yang sama ekspektasi sosial sengaja dinaikkan untuk menciptakan tekanan dan ketidakpuasan di dalam negeri.
“Mereka memblokir penjualan kami, pertukaran kami, perdagangan kami. Pada saat yang sama, mereka menaikkan ekspektasi di dalam masyarakat,” kata Pezeshkian.
“Dari sisi penghidupan, budaya, politik, hingga keamanan, tekanan diterapkan di semua lini.”
Ia menegaskan bahwa bentuk perang semacam ini dirancang untuk melemahkan masyarakat dari dalam, bukan melalui konfrontasi militer konvensional.
Arahan Pemimpin dan Sentralitas Persatuan
Pezeshkian memberi penekanan khusus pada peran arahan dan garis kepemimpinan Pemimpin Iran, Ayatullah Ali Khamenei, seraya menyatakan bahwa tidak ada kekuatan eksternal yang mampu menundukkan sebuah bangsa yang tetap bersatu di bawah kepemimpinan yang jelas.
Ia menyebut bahwa upaya Pemimpin untuk menyatukan dan menyelaraskan seluruh cabang pemerintahan merupakan faktor kunci dalam memperkuat kohesi internal di tengah agresi eksternal.
“Jika harmoni dan solidaritas terwujud, tidak ada kekuatan yang dapat mengalahkan sebuah bangsa yang bersatu,” ujar Pezeshkian.
“Ketika suara yang keluar dari sistem satu dan sejalan dengan jalan yang ditetapkan Pemimpin, kita menjadi mustahil untuk dipatahkan.”
Ia juga memperingatkan bahwa pihak-pihak asing secara aktif berupaya memicu perpecahan internal, dan menekankan bahwa perbedaan harus diselesaikan secara internal dan bertanggung jawab, tanpa membiarkannya berubah menjadi fragmentasi publik.
Persatuan Nasional sebagai Garis Pertahanan Utama
Mengacu pada pengalaman sejarah Iran, Pezeshkian mengingatkan bahwa selama perang dengan Irak—meskipun Saddam Hussein mendapat dukungan luas dari Barat dan negara-negara regional—Iran tidak kehilangan wilayahnya karena partisipasi rakyat dan solidaritas nasional.
“Negara ini milik rakyat. Wilayah ini milik rakyat,” katanya.
“Ketika rakyat meyakini hal itu, mereka mampu menyelesaikan masalah mereka dengan tangan mereka sendiri.”
Ia menegaskan bahwa persatuan internal dan partisipasi publik jauh lebih menentukan daripada kekuatan persenjataan dalam menghadapi agresi asing.
Ekonomi Perlawanan dan Pengorbanan Bersama
Menanggapi tekanan ekonomi, Pezeshkian mengakui beban berat yang dipikul rakyat Iran akibat menurunnya pendapatan minyak dan panjangnya konfrontasi yang sedang berlangsung.
Ia mengatakan pemerintah berkomitmen untuk mengalihkan sumber daya ke kesejahteraan publik, termasuk subsidi pangan dan dukungan penghidupan, alih-alih mempertahankan privilese bagi kalangan elite.
Pezeshkian mengkritik sistem yang memberi manfaat tidak proporsional kepada kelompok kaya sementara jutaan orang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, seraya menegaskan bahwa keadilan dan kejujuran merupakan pilar utama ketahanan nasional dalam kondisi perang.
Pesan Tegas kepada Washington dan Tel Aviv
Pernyataan Pezeshkian membingkai tekanan Barat dan Israel saat ini bukan sebagai sengketa terpisah, melainkan sebagai kampanye agresi terkoordinasi yang bertujuan melemahkan kedaulatan, stabilitas, dan kemerdekaan Iran.
Ia menegaskan kembali bahwa respons Iran bukanlah penyerahan diri, melainkan perlawanan yang berakar pada persatuan, partisipasi rakyat, dan kepatuhan terhadap arah strategis kepemimpinan negara.
“Jika kita berdiri bersama, mereka boleh melakukan apa pun yang mereka inginkan,” ujarnya.
“Kita akan mampu melewati tantangan-tantangan ini.” (FG)



