Profesor Marandi: Kami Hadapi Ancaman Langsung — Pesawat Bisa Saja Diserang
Risiko keamanan memaksa delegasi Iran mengubah rute kepulangan setelah perundingan dengan Washington di Islamabad runtuh akibat tuntutan AS
Pakistan, FAKTAGLOBAL.COM — Delegasi perunding Iran menghadapi ancaman keamanan langsung saat melakukan perjalanan menuju perundingan dengan Amerika Serikat di Islamabad, ungkap Profesor Mohammad Marandi kepada Al Mayadeen.
Menurut Marandi, delegasi tersebut menerima peringatan mengenai potensi serangan terhadap pesawat mereka saat dalam perjalanan menuju ibu kota Pakistan.
“Kami menerima ancaman langsung saat dalam perjalanan ke Islamabad bahwa pesawat kami mungkin akan diserang.”
Ia menambahkan bahwa Teheran telah memiliki intelijen sebelumnya yang menunjukkan bahwa delegasi tersebut bisa menjadi target selama perjalanan, sehingga langkah-langkah keamanan diperketat sepanjang kunjungan.
Situasi ini pada akhirnya memaksa delegasi untuk mengubah rencana perjalanan mereka, dengan Marandi mengonfirmasi bahwa tim tersebut kembali melalui rute alternatif setelah ancaman tersebut diverifikasi.
Perundingan Runtuh Setelah 21 Jam
Kekhawatiran keamanan ini muncul ketika perundingan antara Iran dan Amerika Serikat berakhir tanpa kesepakatan, meskipun pejabat Iran menyebut telah melakukan upaya luas untuk mencapai suatu kerangka kesepahaman.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa perundingan berlangsung lebih dari 21 jam, di mana delegasi Iran mengajukan berbagai inisiatif untuk menjaga kepentingan nasional.
Namun, proses tersebut terhenti akibat “tuntutan berlebihan dan tidak logis” dari pihak Amerika.
Tuntutan AS Menghambat Kemajuan
Menurut Kantor Berita Tasnim, Washington menuntut konsesi yang gagal diperolehnya melalui tekanan militer, termasuk tuntutan terkait uranium yang diperkaya Iran serta kendali atas Selat Hormuz.
Meskipun delegasi Iran berupaya mendorong kerangka negosiasi bersama, tuntutan Amerika pada akhirnya menghalangi tercapainya terobosan. (FG)


