Protes Meletus di Beirut Tolak Negosiasi dengan Pendudukan Israel
Demonstran turun ke jalan di Beirut menolak pembicaraan dengan Israel, sementara kekuatan politik menolak normalisasi dan menegaskan perlawanan di tengah serangan berkelanjutan
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Aksi protes meletus di depan kantor pusat pemerintah Lebanon di Beirut ketika para demonstran menolak arah negosiasi dengan pendudukan Israel di tengah ketegangan politik yang terus meningkat serta serangan Israel yang masih berlangsung terhadap Lebanon.
Menurut Al-Mayadeen, para peserta berkumpul untuk menentang segala bentuk keterlibatan langsung dengan Israel, dengan peringatan bahwa pembicaraan semacam itu akan merusak kedaulatan dan kebijakan nasional Lebanon.
Aksi ini mencerminkan meningkatnya penolakan terhadap pendekatan pemerintah dalam negosiasi, dengan para demonstran menegaskan bahwa pembicaraan tidak dapat dilanjutkan selama serangan militer masih berlangsung.
Kekuatan Politik Tolak Negosiasi Langsung
Partai Sosial Nasionalis Suriah mengeluarkan pernyataan yang menolak setiap usulan negosiasi langsung dengan Israel, dengan memperingatkan bahwa langkah tersebut sama saja dengan pengakuan terhadap pendudukan.
Partai tersebut menyatakan bahwa pendekatan ini terjadi “di tengah pengabaian elemen-elemen kekuatan nasional,” dan menyerukan kembali pada opsi perlawanan sebagai strategi utama.
“Jalur ini muncul di tengah pengabaian elemen kekuatan nasional,” tegas partai tersebut, sembari menyerukan kembalinya perlawanan sebagai pilihan utama.
Penolakan terhadap Pelucutan Senjata Perlawanan
Aksi protes berlanjut selama dua hari berturut-turut di depan kantor pemerintah, dengan para demonstran juga menolak upaya pelucutan senjata kelompok perlawanan sementara serangan Israel masih terus berlanjut meskipun sebelumnya telah diumumkan gencatan senjata.
Para peserta mengecam persetujuan pemerintah terhadap negosiasi langsung dengan Israel, dengan menekankan bahwa pendudukan masih menguasai wilayah Lebanon sekaligus terus melancarkan serangan.
Rencana Pembicaraan di Washington
Seorang pejabat senior Lebanon mengatakan kepada Reuters bahwa Lebanon berencana berpartisipasi dalam pertemuan yang diperkirakan berlangsung pekan depan di Washington bersama perwakilan Amerika Serikat dan Israel untuk membahas deklarasi gencatan senjata, meskipun tanggal resmi belum dikonfirmasi.
Sementara itu, kantor Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pemerintah telah diperintahkan untuk segera memulai negosiasi langsung dengan Lebanon.
Menurut pernyataan tersebut, pembicaraan akan berfokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan pembentukan apa yang disebut Israel sebagai hubungan damai dengan Lebanon.
Lebanon Tegaskan Gencatan Senjata sebagai Syarat Utama
Lebanon hingga kini belum menerima tanggal resmi dari Amerika Serikat untuk memulai negosiasi, dengan Beirut tetap menegaskan bahwa gencatan senjata harus diterapkan terlebih dahulu sebelum pembicaraan apa pun dilakukan.
Menurut laporan lokal, delegasi Lebanon diperkirakan akan mencakup Duta Besar Simon Karam dan seorang diplomat senior lainnya, dengan para pejabat masih menunggu konfirmasi dari Washington.
Sumber-sumber Lebanon kembali menegaskan bahwa penerapan gencatan senjata tetap menjadi prasyarat untuk memasuki proses negosiasi apa pun.
Serangan Israel Meluas di Seluruh Lebanon
Pada awal pekan ini, pasukan Israel melancarkan serangkaian serangan udara yang menargetkan berbagai wilayah di Lebanon, termasuk Beirut dan sekitarnya, Lebanon selatan, Lembah Bekaa, serta Gunung Lebanon.
Serangan tersebut terjadi meskipun sebelumnya telah diumumkan kerangka gencatan senjata yang lebih luas yang melibatkan aktor-aktor regional.
Namun, pejabat Israel menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata tersebut, yang bertepatan dengan eskalasi serangan di seluruh wilayah negara itu.
Perkembangan ini menegaskan meningkatnya penolakan internal di Lebanon terhadap upaya normalisasi, di tengah ketegangan yang tetap tinggi dan konfrontasi militer yang terus berlangsung di lapangan. (FG)



