Putaran Ketiga Perundingan Iran–AS di Islamabad Berakhir, Dilanjutkan Minggu
Negosiasi yang dimediasi Pakistan berlanjut dengan pertukaran dokumen tertulis, sementara syarat-syarat utama Iran tetap menjadi dasar pembahasan menuju penghentian permanen perang
Iran, PUREWILAYAH.COM - Iran dan Amerika Serikat mengakhiri putaran ketiga perundingan gencatan senjata yang dimediasi Pakistan di Islamabad, dengan pembicaraan akan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya.
Setelah berakhirnya putaran ketiga, kedua pihak mulai melakukan pertukaran dokumen tertulis baru yang bertujuan untuk mencapai kerangka kesepakatan atas isu-isu yang dibahas.
Laporan dari media Iran menunjukkan bahwa perundingan diperpanjang selama satu hari tambahan.
Sumber mengonfirmasi bahwa Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala delegasi Mohammad Baqer Qalibaf, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, serta Wakil Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Bagheri-Kani turut berpartisipasi dalam putaran ketiga tersebut.
Sebelum putaran ketiga, kedua pihak juga telah melakukan pertukaran teks tertulis untuk merumuskan kerangka pembahasan dan memastikan tidak ada ambiguitas dalam draf proposal.
Syarat Iran Jadi Dasar Negosiasi
Delegasi Iran mengikuti perundingan setelah keputusan Amerika Serikat untuk membebaskan aset Iran yang dibekukan serta memaksa rezim Israel menghentikan agresinya terhadap Lebanon.
Hal tersebut merupakan salah satu tuntutan Iran dalam proposal 10 poin yang sebelumnya disampaikan kepada Washington melalui perantara sebagai respons terhadap usulan gencatan senjata dari Amerika Serikat.
Menurut pernyataan dari otoritas keamanan tertinggi Iran pada Rabu, Amerika Serikat telah menyetujui proposal 10 poin yang mencakup:
● Tidak adanya agresi baru terhadap Iran
● Kelanjutan kendali Iran atas Selat Hormuz
● Pengakuan atas hak Iran dalam pengayaan uranium
● Pencabutan seluruh sanksi utama dan sekunder terhadap Iran
● Penghentian semua resolusi Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur IAEA yang anti-Iran
● Pembayaran kompensasi kepada Iran atas kerugian yang ditimbulkan
● Penarikan seluruh pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan
● Penghentian perang di seluruh front, termasuk terhadap Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut rencana tersebut sebagai “dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi.”
Proposal 10 poin tersebut juga diserahkan ke Islamabad sebagai dasar perundingan antara kedua pihak.
Gencatan Senjata dan Ketegangan di Lapangan
Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata selama dua minggu pada Selasa, 40 hari setelah Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan serangan terhadap Republik Islam di tengah berlangsungnya negosiasi terkait program nuklir Iran.
Iran merespons agresi tersebut secara tegas dengan menargetkan aset Amerika Serikat dan Israel di seluruh kawasan serta memberlakukan blokade hampir total terhadap Selat Hormuz. Jalur vital ini menjadi salah satu isu utama dalam perundingan di Islamabad, yang berfokus pada kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen.
Penghentian serangan Israel terhadap Lebanon juga menjadi prasyarat yang ditetapkan Iran dalam perundingan. Isu tersebut termasuk dalam proposal Iran yang mengarah pada gencatan senjata, meskipun Amerika Serikat dan Israel kemudian menyatakan bahwa front Lebanon tidak termasuk, sementara Pakistan menegaskan bahwa hal tersebut memang bagian dari kesepakatan.
Laporan menunjukkan bahwa Israel telah menghentikan serangan terhadap ibu kota Lebanon, Beirut, dan membatasi operasinya di wilayah selatan Lebanon.
Pertemuan Tingkat Tinggi di Islamabad
Delegasi Iran juga bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, di Islamabad sebelum memulai perundingan dengan pihak Amerika Serikat.
Pejabat Iran lainnya dalam delegasi termasuk Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional Tertinggi Ali-Akbar Ahmadian, Gubernur Bank Sentral Abdolnasser Hemmati, serta sejumlah anggota parlemen.
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, juga bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan di Islamabad. Ia didampingi oleh utusan khusus Steve Witkoff serta menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.
Delegasi Iran akan mengevaluasi posisi Amerika Serikat sebelum mengambil keputusan lanjutan terkait arah perundingan. (PW)


