Putin dan Larijani Gelar Pembicaraan Strategis di Moskow
Kedua pihak juga menggelar konsultasi strategis mengenai perkembangan regional dan internasional utama, yang mencerminkan kedalaman koordinasi antara kedua negara.
Moskow | FAKTAGLOBAL.COM — Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pembicaraan dengan Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dalam kunjungan resminya ke Moskow, demikian dikonfirmasi Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, pada Jumat.
Menurut Duta Besar Jalali, pertemuan tersebut berfokus pada penguatan kerja sama bilateral, dengan penekanan khusus pada hubungan ekonomi antara Teheran dan Moskow.
Kedua pihak juga mengadakan konsultasi strategis mengenai perkembangan penting di tingkat regional dan internasional, yang mencerminkan kedalaman koordinasi antara kedua negara.
Jalali, sebagaimana dikutip oleh penyiaran negara Iran, IRIB, mengatakan:
“Topik utama pembicaraan adalah perluasan hubungan bilateral, khususnya kerja sama ekonomi antara kedua negara. Pada saat yang sama, kedua pihak juga menggelar konsultasi mengenai isu-isu penting regional dan internasional.”
Kremlin Konfirmasi Pertemuan, Sinyalkan Kepentingan Strategis
Sebelumnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi bahwa Presiden Putin menerima Larijani di Kremlin, yang menegaskan pentingnya strategis yang diberikan Moskow terhadap kemitraannya yang terus berkembang dengan Iran.
Pertemuan ini berlangsung di tengah tekanan berkelanjutan dari Barat terhadap kedua negara dan menyoroti keterlibatan berkelanjutan Rusia dengan Iran sebagai kekuatan regional yang berdaulat, terutama dalam menghadapi konfrontasi dan upaya destabilisasi yang dipimpin Amerika Serikat di Asia Barat.
Hubungan Iran–Rusia Maju Meski Ada Ancaman AS
Pembicaraan ini berlangsung seiring meningkatnya ketegangan menyusul ancaman terbuka Presiden AS Donald Trump terhadap Iran—ancaman yang secara luas dipandang sebagai bagian dari kebijakan lama Washington yang berbasis pada pemaksaan, intimidasi, dan militerisasi terhadap aktor-aktor regional yang independen.
Meski berada dalam situasi tekanan, Iran dan Rusia menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan strategis, serta menolak tekanan dan intervensi AS. Moskow berulang kali menekankan perlunya solusi diplomatik, sembari membela kedaulatan Iran dan menentang agresi sepihak.
Koordinasi Ekonomi dan Strategis Terus Berlanjut
Dalam perkembangan terkait, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrei Rudenko menggelar pembicaraan awal pekan ini dengan mitranya dari Iran, Hamed Qanbari, untuk meninjau kerja sama perdagangan dan ekonomi yang sedang berlangsung.
Menurut pernyataan yang dipublikasikan di situs Kementerian Luar Negeri Rusia, diskusi tersebut mencakup peninjauan menyeluruh atas kerja sama perdagangan, ekonomi, dan investasi, dengan fokus pada pelaksanaan kesepakatan yang telah dicapai di tingkat tertinggi serta pengembangan proyek-proyek infrastruktur berskala besar, khususnya di sektor transportasi dan energi.
Kedua pihak juga menyatakan kepuasan atas persiapan sidang mendatang Komisi Tetap Rusia–Iran untuk Kerja Sama Perdagangan dan Ekonomi, yang dijadwalkan berlangsung di Teheran pada 16–18 Februari.
Intensifikasi koordinasi Iran–Rusia ini mencerminkan penataan ulang yang lebih luas dalam sistem internasional, ketika negara-negara independen memperdalam kemitraan guna menghadapi dominasi AS, perang sanksi, dan kebijakan destabilisasi.
Sementara Washington terus mengancam dan menekan Iran serta tanpa syarat mendukung agresi Israel di kawasan, Teheran dan Moskow bergerak maju membangun kerangka multipolar yang berlandaskan kedaulatan, saling menghormati, dan perlawanan terhadap pemaksaan eksternal. (FG)


