Putin Tinggalkan Beijing dengan 42 Kesepakatan, Kemitraan Strategis Rusia-China Capai Level Baru
Setelah dua hari perundingan di Beijing, Putin dan Xi menandatangani 42 perjanjian dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap dunia multipolar, perdagangan mendalam, dan koordinasi strategis
China, FAKTAGLOBAL.COM — Presiden Rusia Vladimir Putin mengakhiri kunjungan kenegaraan selama dua hari ke China dengan membawa 42 kesepakatan bilateral serta serangkaian deklarasi bersama yang semakin memperkuat kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Beijing.
Dalam hampir tiga jam pertemuan di Great Hall of the People, Putin dan Presiden China Xi Jinping menggambarkan hubungan bilateral kedua negara sebagai hubungan yang “belum pernah terjadi sebelumnya” dan sebagai kekuatan penstabil di tengah gejolak global yang semakin meningkat.
42 Kesepakatan di Berbagai Sektor Strategis
Kedua pihak menandatangani 42 dokumen antarpemerintah dan korporasi yang mencakup bidang-bidang berikut:
Energi dan gas alam
Transportasi dan logistik
Kerja sama industri
Teknologi nuklir
Pendidikan dan sains
Kecerdasan buatan
Media dan pertukaran budaya
Kemitraan antaruniversitas
Kedua negara juga meluncurkan Tahun Pendidikan Rusia-China 2026–2027 dan memperpanjang kebijakan perjalanan bebas visa hingga akhir tahun 2027.
Nilai Perdagangan Lampaui 240 Miliar US Dolar
Putin menyatakan bahwa nilai perdagangan bilateral Rusia-China tahun lalu telah melampaui 240 miliar dolar AS, seraya menyebut sektor energi sebagai “lokomotif” utama kerja sama ekonomi kedua negara.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar transaksi kini dilakukan menggunakan rubel dan yuan, sehingga mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Kedua negara juga menyelesaikan parameter utama proyek pipa gas Power of Siberia 2, yang akan menyalurkan tambahan gas Rusia ke China melalui Mongolia.
Deklarasi Bersama untuk Dunia Multipolar
Salah satu hasil terpenting dari kunjungan tersebut adalah dua dokumen politik utama:
Deklarasi tentang pendalaman kemitraan strategis komprehensif.
Pernyataan bersama yang mendukung tatanan dunia multipolar berdasarkan kesetaraan, saling menghormati, dan hukum internasional.
Kedua pemimpin menolak hegemoni, tekanan sepihak, dan apa yang mereka sebut sebagai “hukum rimba” dalam hubungan internasional.
Peran BRICS dan SCO Semakin Kuat
Moskow dan Beijing menekankan pentingnya peran BRICS dan Shanghai Cooperation Organization dalam membentuk sistem internasional yang lebih seimbang.
Kedua organisasi tersebut dipandang sebagai pilar utama dari tatanan dunia multipolar yang sedang berkembang.
Sikap Bersama tentang Iran dan Keamanan Global
Putin dan Xi menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan merusak stabilitas di Asia Barat.
Keduanya juga menegaskan kembali penolakan terhadap penempatan senjata di luar angkasa serta menyerukan penyelesaian konflik Ukraina dengan mengatasi akar permasalahannya sesuai dengan Piagam PBB.
Kemitraan Strategis di Tingkat Baru
Kedua pemimpin menegaskan bahwa hubungan Rusia-China tidak ditujukan terhadap negara ketiga mana pun, melainkan berdiri sendiri dan didasarkan pada kepentingan bersama.
Putin mengonfirmasi bahwa ia akan kembali ke China akhir tahun ini untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Shenzhen dan mengundang Xi Jinping untuk berkunjung ke Rusia pada tahun 2027.
Dengan 42 kesepakatan, nilai perdagangan yang mencetak rekor, dan visi bersama tentang dunia multipolar, kunjungan Putin menegaskan semakin eratnya koordinasi antara Moskow dan Beijing sebagai dua kekuatan utama yang membentuk tatanan global baru. (FG)


