Putin Ungkap Adanya Rencana Sabotase Pipa Gas di Laut Hitam
Moskow menyatakan intelijen telah mengungkap rencana pengeboman TurkStream dan Blue Stream untuk menggagalkan proses perdamaian Ukraina
Rusia | FAKTAGLOBAL.COM — Rusia telah mengungkap informasi intelijen yang menunjukkan adanya rencana untuk menyabotase pipa gas utama lintas Laut Hitam, TurkStream dan Blue Stream. Hal ini disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan Dewan Dinas Keamanan Federal (FSB).
Putin menyatakan bahwa rencana serangan tersebut bertujuan memicu eskalasi dan merusak upaya diplomatik untuk mencapai penyelesaian politik atas konflik Ukraina.
Intelijen Terkait Rencana Ledakan Pipa Gas
Menurut Putin, badan keamanan Rusia memperoleh informasi operasional mengenai persiapan serangan terhadap “sistem gas kami di bawah Laut Hitam.”
“Mereka tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk menggagalkan proses damai yang bertujuan mencapai penyelesaian melalui cara-cara diplomatik,” kata Putin.
“Mereka melakukan segala cara untuk merekayasa sebuah provokasi dan menghancurkan semua yang telah dicapai di jalur perundingan ini.”
Putin tidak menyebutkan pihak mana yang berada di balik rencana tersebut, seraya menyatakan bahwa rincian lebih lanjut akan dibahas dalam sesi tertutup rapat Dewan FSB.
Infrastruktur Energi Laut Hitam Terus Menjadi Sasaran
Infrastruktur gas dan energi Rusia di kawasan Laut Hitam berulang kali menjadi sasaran serangan selama konflik berlangsung, termasuk:
Serangan UAV jarak jauh terhadap fasilitas energi
Upaya menargetkan kapal-kapal angkatan laut Rusia yang berpatroli di sekitar jalur pipa
Operasi drone laut yang diarahkan ke infrastruktur bawah laut
Moskow telah memperingatkan bahwa aksi-aksi tersebut merupakan bagian dari kampanye perang energi yang disengaja, dengan sasaran jalur pasokan strategis.
Peringatan Sebelumnya dan Preseden Nord Stream
Pada Oktober lalu, Direktur FSB Aleksandr Bortnikov memperingatkan bahwa dinas intelijen Ukraina, dengan keterlibatan Inggris, sedang mempersiapkan serangan terhadap TurkStream.
Peringatan tersebut muncul dalam konteks penghancuran pipa Nord Stream pada tahun 2022, yang secara konsisten digambarkan Rusia sebagai aksi sabotase tingkat negara, bukan operasi sporadis atau kelompok independen.
Moskow menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi bawah laut merupakan tindakan agresi strategis dengan konsekuensi internasional yang luas. (FG)


