Qa'ani: Perlawanan di Lebanon dan Palestina Akan Bebaskan Al-Quds
Komandan Pasukan Quds Iran mengatakan bahwa pembebasan Khorramshahr dan kemenangan Hizbullah atas Israel membuktikan bahwa Perlawanan mampu mengalahkan pendudukan dan pada akhirnya membebaskan Al-Quds
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Esmail Qaani, menegaskan kembali bahwa Perlawanan di Palestina dan Lebanon pada akhirnya akan membebaskan Al-Quds, saat Lebanon memperingati 26 tahun kekalahan dan penarikan rezim Zionis dari Lebanon selatan.
Dalam pesan resmi yang dipublikasikan pada 3 Khordad 1405 (24 Mei 2026), Qaani menghubungkan pembebasan kota Khorramshahr di Iran pada masa Pertahanan Suci dengan kemenangan bersejarah Hizbullah atas pendudukan Zionis di Lebanon pada Mei 2000.
“Epos pembebasan Khorramshahr pada 3 Khordad menjadi landasan bagi epos agung 4 Khordad 1379 (24 Mei 2000), ketika Hizbullah yang heroik mengusir rezim Zionis dari Lebanon selatan,” kata Qaani.
Ia menggambarkan penarikan Zionis sebagai sebuah kehancuran yang memalukan.
“Pasukan rezim itu melarikan diri dalam kepanikan sementara radio mereka masih menyala dan seluruh perlengkapan mereka tertinggal di parit-parit,” tambahnya.
Qaani menegaskan bahwa Poros Perlawanan terus melangkah maju meskipun menghadapi agresi dan tekanan regional yang terus berlangsung.
“Hari ini, perlawanan Palestina tercinta dan Lebanon yang heroik juga akan membawa pembebasan Al-Quds yang suci,” tegasnya.
Hizbullah Tegaskan Jalan Perlawanan
Menjelang peringatan hari pembebasan, Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem mengatakan bahwa kemenangan Mei 2000 diraih melalui pengorbanan kolektif dan keteguhan Perlawanan.
Ia menyatakan bahwa seluruh pihak yang berpartisipasi dalam Perlawanan turut memiliki andil dalam kemenangan tersebut dan memuji kepemimpinan Martyr Sayyed Hassan Nasrallah, bersama tokoh-tokoh Perlawanan seperti Sheikh Ragheb Harb, Sayyed Abbas al-Moussawi, dan Imad Mughniyeh.
Sheikh Qassem menegaskan bahwa formula “tentara, rakyat, dan Perlawanan” tetap menjadi perisai sejati yang melindungi Lebanon dari agresi Israel.
Perlawanan Tolak Agenda Pelucutan Senjata
Sheikh Qassem juga memperingatkan upaya pelucutan senjata Hizbullah dengan dalih membatasi senjata hanya di bawah kendali negara, seraya menggambarkan kampanye tersebut sebagai bagian dari proyek Amerika-Israel untuk menghancurkan kemampuan pertahanan Lebanon.
“Kami tidak meminta negara Lebanon untuk menghadapi proyek Amerika-Israel, tetapi negara juga tidak boleh berdiri melawan rakyatnya sendiri,” ujarnya.
Ia memperingatkan bahwa pelucutan senjata Perlawanan akan membuka jalan bagi agresi dan pendudukan Israel di masa depan.
“Otoritas Lebanon mengatakan kepada kami: bantu kami melucuti senjata kalian agar Israel nantinya bisa masuk, membunuh kalian, dan mengusir rakyat kalian,” kata Sheikh Qassem.
Hizbullah terus melanjutkan operasi militer melawan pasukan pendudukan Israel di tengah pelanggaran berulang Israel terhadap perjanjian gencatan senjata di Lebanon selatan. (FG)



