Qatar Desak AS Upayakan Diplomasi dengan Iran, Tuntut Penarikan Israel dari Gaza
Doha memperingatkan bahaya eskalasi kawasan, mendukung penyelesaian damai isu nuklir Iran, dan menyerukan pendudukan Israel untuk melaksanakan ketentuan gencatan senjata
Palestina | FAKTAGLOBAL.COM — Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyatakan bahwa Doha telah menasihati Amerika Serikat agar menyelesaikan ketegangan dengan Iran melalui jalur diplomasi, seraya menegaskan bahwa konfrontasi hanya akan memperdalam ketidakstabilan kawasan.
Berbicara dalam sebuah sesi di World Economic Forum di Davos, Al Thani mengatakan Qatar mendukung penyelesaian damai atas isu nuklir Iran dan telah mendesak Washington untuk meninggalkan eskalasi serta beralih ke dialog.
“Kawasan ini sedang mengalami banyak ketegangan,” kata Al Thani. “Kami tidak ingin melihat eskalasi, dan kami telah menasihati Washington untuk menempuh solusi diplomatik terkait isu nuklir Iran.”
Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran regional atas ancaman berulang Amerika Serikat terhadap Iran, yang telah memicu ketidakstabilan di seluruh Asia Barat tanpa menghasilkan capaian politik.
Qatar Menuntut Penarikan Israel untuk Menegakkan Gencatan Senjata Gaza
Dalam sesi yang sama, Al Thani menyerukan agar pendudukan Israel menarik diri dari Jalur Gaza guna melaksanakan sepenuhnya ketentuan perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober.
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, pasukan pendudukan Israel telah melakukan pelanggaran sistematis dan berkelanjutan terhadap gencatan senjata selama 100 hari berturut-turut, yang secara efektif merusak perjanjian tersebut.
Kantor tersebut menyatakan bahwa tindakan Israel merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional dan protokol kemanusiaan yang melekat pada gencatan senjata. Lembaga-lembaga pemerintah mendokumentasikan 1.300 pelanggaran sejak gencatan dimulai, termasuk:
430 insiden tembakan
66 penetrasi kendaraan militer ke lingkungan permukiman
604 kasus penembakan dan penargetan langsung
200 penghancuran rumah dan bangunan lainnya
Pelanggaran-pelanggaran ini menegaskan penolakan Israel untuk mematuhi komitmen gencatan senjata, sembari terus menjalankan hukuman kolektif terhadap penduduk Gaza.
Media Israel Mengejek Mundurnya Trump dari Aksi Militer terhadap Iran
Ketika Washington melontarkan ancaman langsung terhadap Iran, media Israel secara tajam mengkritik pemerintahan Trump karena mundur dari rencana agresi militer.
Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa pejabat Pentagon khawatir Amerika Serikat tidak memiliki kemampuan militer yang memadai di West Asia untuk menghadapi kemungkinan respons Iran.
Situs berita Israel Zman menggambarkan dilema Presiden Donald Trump sebagai “jauh dari sederhana”, seraya mencatat bahwa asumsi awal tentang serangan yang menentukan runtuh di bawah peringatan akan konfrontasi skala penuh.
Para komentator Israel menggunakan istilah TACO — “Trump Always Chickens Out”, sebuah frasa yang berasal dari Wall Street — untuk menggambarkan pola Trump yang kerap melontarkan ancaman agresif namun kemudian mundur di bawah tekanan. Media Israel membingkai penundaan aksi militer ini sebagai contoh lain dari salah perhitungan strategis dan kekeliruan geopolitik Washington.
Pemberitaan tersebut menyoroti meningkatnya frustrasi di kalangan politik dan militer Israel atas ketidakmampuan Washington menerjemahkan ancaman terhadap Iran menjadi tindakan nyata, meskipun berulang kali melontarkan retorika eskalatif. (FG)


