Qatar–Iran Gelar Perundingan di Teheran di Tengah Meningkatnya Eskalasi AS–Israel
Diplomasi dan de-eskalasi ditekankan saat Teheran memperingatkan agresi akan dibalas dengan respons tegas
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, menggelar perundingan tingkat tinggi di Teheran pada Sabtu yang berfokus pada perkembangan regional dan upaya memperkuat stabilitas, demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei.
Perundingan Qatar–Iran di Teheran
Baghaei mengatakan bahwa menteri luar negeri Qatar bertemu secara terpisah dengan Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, serta Abbas Araghchi.
Pembahasan berlangsung dalam kerangka konsultasi regional yang bertujuan meninjau perkembangan terkini dan meningkatkan stabilitas di kawasan Asia Barat.
Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed menegaskan dukungan Doha terhadap seluruh inisiatif yang bertujuan menurunkan ketegangan dan mencegah instabilitas lebih lanjut.
Ia menekankan pentingnya langkah diplomatik yang terkoordinasi untuk melindungi rakyat kawasan dari dampak destruktif eskalasi yang dipicu oleh kekuatan eksternal.
Menteri luar negeri Qatar juga menegaskan kembali komitmen negaranya terhadap mediasi dan pencegahan konflik, seraya menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan negara-negara persaudaraan dan sahabat guna menyelesaikan perselisihan melalui dialog, bukan paksaan atau tekanan militer.
Mesir Serukan Dialog, Tolak Solusi Militer
Dalam jalur diplomatik paralel, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menekankan perlunya menghindari eskalasi dan menolak solusi militer, dengan mengedepankan diplomasi dalam menangani ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Sisi dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang membahas perkembangan seputar berkas nuklir Iran serta situasi regional yang lebih luas.
Ia menegaskan kembali upaya Kairo untuk memfasilitasi kembalinya perundingan, dengan menekankan bahwa dialog tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak menuju stabilitas regional dan internasional.
Iran Peringatkan Agresi AS–Israel
Sementara itu, Presiden Pezeshkian memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap wilayah Iran akan dibalas dengan respons yang tegas dan kuat, seraya menuduh Amerika Serikat dan Israel secara sengaja mendorong eskalasi dan menyeret kawasan ke jurang perang.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak pernah mencari dan tidak akan mencari konflik, serta menyatakan bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran maupun rakyat kawasan. Pezeshkian kembali menegaskan kesiapan Teheran untuk diplomasi yang didasarkan pada kesetaraan dan saling menghormati, serta menolak perundingan yang dilakukan di bawah ancaman atau tekanan.
Presiden Iran itu juga menyampaikan terima kasih kepada Mesir atas perannya dalam upaya mencegah eskalasi, dan menegaskan keinginan Iran untuk memperkuat konsultasi serta koordinasi politik dengan Kairo, seraya menekankan komitmen Teheran terhadap stabilitas regional di tengah kebijakan destabilisasi Amerika Serikat dan Israel yang terus berlanjut. (FG)


