Rezaei Peringatkan AS: Bersiap Hadapi Kuburan Kapal Perang Anda
Rezaei memperingatkan bahwa setiap konfrontasi dengan Iran akan berubah menjadi “kuburan kapal perang,” menandakan konsekuensi serius bagi angkatan laut AS setelah pernyataan Trump soal pembajakan.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Mohsen Rezaei, mantan Panglima Tertinggi Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), mengeluarkan peringatan langsung dan tegas kepada Amerika Serikat, menyatakan bahwa setiap konfrontasi militer dapat berubah menjadi “kuburan kapal perang.”
Kini menjabat sebagai anggota Dewan Penentu Kebijakan (Expediency Discernment Council) Iran, ia menyampaikan pernyataan tersebut melalui platform pribadinya, sebagai respons terhadap pernyataan terbaru Donald Trump yang menggambarkan operasi AS dengan istilah yang menyerupai pembajakan.
“Amerika Serikat adalah satu-satunya perompak di dunia yang memiliki kapal induk. Kemampuan kami untuk menghadapi para perompak tidak kalah dari kemampuan kami untuk menenggelamkan kapal perang.
Bersiaplah menghadapi kuburan kapal perang dan pasukan Anda—sebagaimana puing-puing pesawat Anda ditinggalkan di Isfahan.”
Pernyataan Pembajakan Trump Picu Eskalasi
Pernyataan Trump telah memperuncing ketegangan, setelah ia secara terbuka menggambarkan tindakan angkatan laut AS dengan istilah yang identik dengan pembajakan.
“Kami mendarat di dek dan merebut kapal itu. Kami mengambil muatannya, kami mengambil minyaknya,” katanya.
“Ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan. Siapa yang menyangka kami akan melakukan hal seperti itu? Kami seperti perompak. Kami memang agak seperti perompak.”
Pernyataan ini semakin menguatkan posisi Teheran bahwa perilaku AS di laut mencerminkan kebijakan yang disengaja, bukan tindakan yang terpisah.
Iran: Pernyataan Trump adalah Pengakuan Langsung Kejahatan Maritim
Esmaeil Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyebut pernyataan Trump sebagai pengakuan langsung atas tindakan melawan hukum terhadap pelayaran internasional.
“Presiden AS secara terbuka menggambarkan penyitaan ilegal kapal-kapal Iran sebagai ‘pembajakan’ dan dengan tanpa malu mengklaim bahwa ‘kami bertindak seperti perompak,’” ujarnya.
“Ini bukan salah ucap—ini adalah pengakuan eksplisit atas sifat kriminal dari tindakan mereka terhadap navigasi maritim internasional.”
Baqaei juga menyerukan kepada komunitas internasional, termasuk United Nations dan Sekretaris Jenderalnya, untuk mengambil sikap tegas terhadap apa yang ia sebut sebagai normalisasi pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Rezaei Isyaratkan Konsekuensi di Laut
Peringatan Rezaei menegaskan postur penangkalan Iran, dengan menggambarkan bahwa setiap potensi konfrontasi bukan sekadar bentrokan terbatas, melainkan konflik yang akan menimbulkan biaya besar bagi angkatan laut AS.
Dengan menyebut kemungkinan “kuburan kapal perang,” ia mengisyaratkan bahwa eskalasi di laut—terutama di jalur perairan strategis—tidak akan tetap terkendali, melainkan dapat meluas menjadi konfrontasi yang lebih besar dan lebih destruktif.
Rujukannya terhadap insiden sebelumnya, termasuk puing-puing pesawat yang “ditinggalkan di Isfahan,” semakin menegaskan pesan Teheran bahwa pengalaman masa lalu menjadi preseden bagi apa yang dapat terjadi selanjutnya. (FG)



