Rezaei: Perpanjangan Gencatan Senjata Bukan Kepentingan Iran, Peluncur Siap Bidik Kapal Musuh
Memperpanjang gencatan senjata sama sekali bukan kepentingan kami. Tekanan harus ditingkatkan. Peluncur kami kini terkunci ke kapal perang musuh.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Pejabat senior Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa perpanjangan gencatan senjata saat ini tidak sejalan dengan kepentingan strategis Iran, seraya menekankan bahwa tekanan terhadap Amerika Serikat harus terus ditingkatkan.
Berbicara dalam sebuah program televisi langsung pada Rabu malam, Rezaei memaparkan perkembangan terbaru di kawasan, posisi Front Perlawanan, serta arah konfrontasi Iran dengan kekuatan global. Ia menegaskan bahwa jeda sementara dalam pertempuran saat ini tidak boleh disalahartikan sebagai akhir dari konflik.
“Memperpanjang gencatan senjata sama sekali bukan kepentingan kami. Tekanan harus ditingkatkan. Peluncur kami kini terkunci ke kapal perang musuh.”
Gencatan Senjata Hanya Jeda Sementara, Bukan Akhir Perang
Rezaei menggambarkan gencatan senjata saat ini sebagai kondisi sementara yang terkontrol, bukan akhir nyata dari konflik. Ia menyebutnya sebagai “keheningan militer” yang dibentuk oleh berbagai pertimbangan yang masih berlangsung.
“Ini bukan gencatan senjata yang sebenarnya. Ini adalah keheningan militer. Gencatan senjata yang sesungguhnya hanya memiliki makna ketika seluruh hak kami telah terpenuhi.”
Ia menegaskan bahwa penghentian konflik secara permanen hanya dapat terjadi setelah seluruh tuntutan Iran dipenuhi, bukan sebelumnya. Dengan demikian, situasi saat ini masih merupakan bagian dari konfrontasi yang berlanjut.
Ia juga menekankan bahwa perang belum berakhir dan memperingatkan agar tidak muncul persepsi bahwa konflik telah selesai.
“Perang sama sekali belum berakhir. Front Perlawanan telah bergabung dengan kami dan membentuk satu barisan yang terpadu.”
Iran Bertindak dari Posisi Kuat, AS Melemah
Rezaei menegaskan bahwa posisi Iran saat ini berakar pada kekuatan, dengan merujuk pada perkembangan di medan yang telah mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan.
Ia menyoroti apa yang ia sebut sebagai terbukanya kerentanan militer Amerika Serikat, termasuk kerusakan pada sistem canggih dan serangan terhadap sejumlah pangkalan lama AS, serta ketidakmampuan pasukan AS mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
“Realitas kemenangan Iran dan kekalahan Amerika bahkan diakui oleh para jenderal mereka sendiri.”
Ia juga menyinggung besarnya kapasitas mobilisasi rakyat Iran, dengan menyebut jutaan orang siap membela negara.
“Saya bangga dengan sebuah bangsa yang memiliki 25 juta relawan yang berdedikasi.”
Trump Adalah Simbol Ketidakstabilan
Rezaei juga menyoroti Presiden AS Donald Trump, dengan menilai perubahan sikap berulang dari Washington sebagai bukti ketidakstabilan di tingkat kepemimpinan tertinggi.
Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat sebelumnya telah menerima syarat-syarat yang diajukan Iran sebelum kemudian mencoba menarik diri, yang menurutnya mencerminkan ketidakpastian dalam kebijakan Washington.
“Trump menuduh Iran tidak stabil, padahal kenyataannya dialah simbol ketidakstabilan itu sendiri. Kalian menerima syarat kami—lalu mundur. Kalian berbicara tentang ketidakpastian, padahal kalian yang merobek kesepakatan yang telah disepakati bersama.”
Rezaei membandingkan hal ini dengan sikap Iran yang ia sebut berdiri di atas prinsip dan ketegasan dalam membela hak serta kepentingan nasional.
“Ya, kami tegas. Kami tegas dalam menjaga hak-hak kami dan menegakkan keadilan bagi rakyat Iran. Era penjarahan pada masa Qajar dan Pahlavi telah berakhir. Kami akan memaksa pengembalian hak bangsa ini.”
Ia juga menegaskan bahwa sikap Iran tidak ditentukan oleh tekanan eksternal, melainkan oleh kerangka prinsip yang telah ditetapkan sendiri.
“Kami tidak akan mundur dari syarat-syarat kami di bawah tekanan apa pun.”
Menurutnya, hal ini menandai perubahan mendasar dari putaran negosiasi sebelumnya, di mana syarat-syarat dulu dipaksakan kepada Iran, menjadi situasi di mana Teheran kini menetapkan syaratnya sendiri dan menuntut agar hal tersebut dihormati sepenuhnya.
Peringatan Tegas: Eskalasi Akan Berakibat Berat
Rezaei mengeluarkan peringatan langsung terkait kehadiran militer AS di kawasan, khususnya di laut, dengan menegaskan kesiapan penuh pasukan Iran.
“Peluncur kami telah terkunci pada kapal perang musuh. Kami akan menenggelamkan semuanya.”
Ia menambahkan bahwa setiap upaya eskalasi darat akan berujung pada kerugian besar bagi Washington.
“Jika pasukan Amerika menginjakkan kaki di wilayah kami, itu justru akan menguntungkan kami. Kami akan menangkap ribuan dari mereka.”
Ia juga menekankan bahwa setiap operasi militer besar yang gagal mencapai tujuan tegas pada akhirnya akan berujung pada kegagalan.
Di tengah negosiasi yang masih berlangsung dalam ketidakpastian, posisi Teheran tetap jelas: gencatan senjata saat ini bersifat sementara, tekanan akan terus berlanjut, dan Iran tidak akan mundur dari syarat-syaratnya. (FG)


