Rezaei: Trump Setuju Bebaskan Sebagian Aset Iran yang Dibekukan
Washington telah menyetujui pembebasan sebagian dana Iran yang diblokir, sementara sumber-sumber menyebut tekanan Amerika Serikat gagal memaksa perubahan terhadap rancangan kesepahaman
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Pejabat senior Iran Mohsen Rezaei mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyetujui pembebasan sebagian aset Iran yang dibekukan, meskipun Washington belum mengumumkan langkah tersebut secara terbuka.
Berbicara pada Jumat, Rezaei menyatakan bahwa Trump telah menerima pembebasan dana Iran senilai 24 miliar dolar yang selama ini diblokir, namun belum bersedia mengumumkannya secara resmi.
“Trump telah menyetujui pembebasan 24 miliar dolar aset Iran yang dibekukan, tetapi ia tidak siap menyatakan hal itu secara terbuka,” kata Rezaei.
Pernyataan tersebut muncul ketika negosiasi mengenai nota kesepahaman 14 poin antara Iran dan Amerika Serikat disebut telah memasuki tahap yang krusial.
Iran Menolak Tekanan Amerika Serikat
Menurut sumber-sumber yang dikutip Kantor Berita Tasnim, tekanan militer dan diplomatik yang baru-baru ini dilakukan Amerika Serikat gagal menghasilkan perubahan terhadap rancangan nota kesepahaman yang sedang dibahas.
Sumber tersebut mengatakan Washington berupaya mengubah isi dokumen melalui tekanan langsung, tindakan militer, serta upaya mediasi yang melibatkan Qatar. Namun Iran dilaporkan menolak perubahan yang diajukan dan tetap mempertahankan posisinya.
Sumber yang sama menyebut Amerika Serikat kemudian menyampaikan kepada Teheran melalui perantara Qatar bahwa revisi terbaru yang diajukan Washington tidak lagi diperlukan.
Meski negosiasi menunjukkan perkembangan, para pejabat Iran menegaskan bahwa dokumen tersebut masih belum memperoleh persetujuan final dari lembaga-lembaga terkait di dalam negeri.
Hingga proses tersebut selesai, mereka menegaskan bahwa berbagai laporan yang menyebut kesepakatan akhir telah tercapai masih sebatas spekulasi.
Nota Kesepahaman Masih Menunggu Persetujuan Akhir
Sumber-sumber Iran menegaskan bahwa nota kesepahaman yang diusulkan masih berada dalam tahap peninjauan oleh lembaga-lembaga pengambil keputusan di negara itu dan belum disahkan secara resmi.
Perkembangan ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa kesepahaman dengan Amerika Serikat dapat diumumkan dalam beberapa hari mendatang, namun belum mencapai tahap final.
Para pejabat Iran menegaskan bahwa setiap pengumuman akan bergantung pada proses persetujuan akhir dan penyelesaian pembahasan yang masih berlangsung.
Rezaei Soroti Daya Tangkal Militer Iran
Rezaei juga menekankan bahwa kemampuan militer Iran memainkan peran penting dalam membentuk situasi diplomatik saat ini.
Ia mengatakan Iran telah menunjukkan tingkat daya tangkal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memaksa Washington meninjau kembali pendekatannya terhadap Teheran.
“Kekuatan daya tangkal negara ini telah mencapai tingkat di mana bahkan Trump takut bernegosiasi dengan Iran,” kata Rezaei.
Ia juga memuji doktrin perang asimetris Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), dengan menyatakan bahwa drone berbiaya rendah dan kapal cepat telah mengubah perhitungan militer konvensional serta mampu menghadapi sistem persenjataan yang jauh lebih mahal.
Menurut Rezaei, konfrontasi yang terjadi baru-baru ini telah memperlihatkan kemampuan Iran kepada dunia dan memperkuat posisi strategis negara tersebut.
“Jika serangan-serangan itu tidak pernah terjadi, banyak orang di dunia tidak akan pernah memahami kemampuan dan kekuatan Angkatan Bersenjata Iran serta rakyatnya,” ujarnya. (FG)


