Rusia-China Luncurkan Proyek Bersama, Kembangkan Helikopter Berkapasitas 16 Ton
Pesawat generasi baru ini menggabungkan keahlian desain China dengan teknologi transmisi penting dari Rusia, menandai semakin eratnya kerja sama strategis antara Moskow dan Beijing.
Rusia, FAKTAGLOBAL.COM — Rusia dan China secara bersama-sama tengah mengembangkan helikopter berat generasi baru dengan kapasitas angkut antara 14 hingga 16 ton, dalam sebuah program kedirgantaraan besar yang mencerminkan semakin kuatnya kemitraan teknologi dan industri antara kedua negara.
Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan helikopter angkut berat modern yang dirancang sesuai dengan kebutuhan operasional China dan diperkirakan akan menjadi pencapaian penting ketika nantinya memasuki pasar internasional.
Viktor Kladov, Direktur Kerja Sama Internasional di Rostec, mengatakan bahwa program bersama tersebut berpotensi menjadi tonggak penting dalam kerja sama kedirgantaraan bilateral.
Pesawat ini akan mengisi celah antara Mil Mi-171, yang mampu mengangkut 10 hingga 12 ton, dan Mil Mi-26, helikopter operasional terbesar di dunia dengan kapasitas angkut mencapai 20 ton.
Dalam proyek ini, Avicopter memimpin keseluruhan proses desain, sementara Rostec bertanggung jawab mengembangkan komponen-komponen penting, termasuk gearbox dan sistem transmisi tenaga.
Program tersebut dilaporkan telah melewati proses evaluasi pemerintah China dan kini bergerak menuju tahap produksi bersama.
Inisiatif ini menegaskan percepatan kemitraan strategis antara Moskow dan Beijing, seiring kedua negara memperluas kerja sama di bidang kedirgantaraan, pertahanan, dan teknologi industri maju di tengah meningkatnya upaya Barat untuk membendung kebangkitan teknologi mereka. (FG)


