Sayyed Abdul-Malik: Berkas Epstein Bukti Kebusukan Sistemik Zionisme dan Elite Global
Pemimpin Ansarallah menyatakan dokumen tersebut mengungkap kerusakan moral sistemik di kalangan elite politik Barat, serta memperingatkan proyek-proyek korupsi yang dipimpin AS dan menargetkan umat.
Yaman | FAKTAGLOBAL.COM — Sayyed Abdul-Malik al-Houthi menyatakan bahwa berkas-berkas yang terkait dengan penjahat terpidana Jeffrey Epstein mengungkap “kejahatan-kejahatan keji” dan “skandal-skandal memalukan” yang melibatkan elite politik Barat, seraya menggambarkannya sebagai bukti dari sebuah sistem korupsi berskala global yang didukung oleh Zionisme.
Dalam pernyataannya yang disampaikan dalam sebuah pidato publik, Sayyed Abdul-Malik mengatakan bahwa berkas Epstein mengungkap apa yang ia sebut sebagai “inkubator Zionis” tempat para pemimpin dan penguasa dibina, serta menegaskan bahwa dokumen-dokumen tersebut harus mendapatkan perhatian serius mengingat besarnya skala dan tingkat keparahan temuan yang diungkapkan.
“Berkas Epstein mengungkap sebuah inkubator Zionis,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa berkas tersebut menyingkap “ritual-ritual satanik di mana kejahatan-kejahatan paling mengerikan dilakukan, dengan sasaran anak-anak dan di bawah umur.”
Pengungkapan Elite Politik Barat
Sayyed Abdul-Malik menyatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut menyingkap kejahatan-kejahatan yang selama ini tersembunyi dari pandangan publik, dan menggambarkan isinya sebagai “sangat mengerikan dan menjijikkan.”
Ia menunjuk keterlibatan elite politik di Amerika Serikat, Inggris, dan Barat secara luas, serta pihak-pihak yang ia sebut sebagai kolaborator dari dalam dunia Islam.
“Apa yang diselimuti oleh kerahasiaan dan penutupan telah dibongkar oleh berkas Epstein,” katanya.
“Itu adalah skandal-skandal memalukan bagi sebuah elite politik, yang terkait dengan korupsi, perekrutan, dan pemerasan.”
Ia menambahkan bahwa pengungkapan ini menjadi bukti nyata adanya upaya yang disengaja oleh kekuatan-kekuatan bermusuhan untuk menyebarkan kerusakan moral sebagai bagian dari proyek dominasi politik yang lebih luas.
“Berkas Epstein termasuk di antara bukti-bukti upaya musuh dalam menyebarkan kerusakan,” kata Sayyed Abdul-Malik.
Pesan Disampaikan dalam Pidato Ramadan
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pidato yang lebih luas yang berfokus pada persiapan masyarakat menyambut bulan suci Ramadan. Dalam pidato tersebut, Sayyed Abdul-Malik menekankan Ramadan sebagai masa reformasi moral, pendisiplinan diri, dan penguatan tanggung jawab kolektif.
Ia menggambarkan Ramadan sebagai kesempatan transformatif bagi individu maupun umat, seraya menegaskan bahwa puasa membangun kekuatan kehendak, komitmen etis, serta ketahanan dalam menghadapi kerusakan moral. Ia juga menyinggung bahwa berbagai kemenangan besar dalam sejarah Islam terjadi pada bulan Ramadan, dan menyebutnya sebagai “bulan jihad” baik dalam dimensi spiritual maupun praktis.
Ia menekankan pentingnya Ramadan dalam memperkuat kehadiran yang teguh di medan-medan perjuangan serta memperbanyak zikir kepada Allah, seraya menegaskan perlunya menjaga perhatian terhadap tanggung jawab-tanggung jawab jihad dan kewajiban publik lainnya, sembari memaksimalkan potensi pendidikan dan moral dari bulan yang diberkahi ini.
Ia menjelaskan bahwa perhatian terhadap aspek-aspek tersebut mencerminkan komitmen rakyat Yaman terhadap tanggung jawab nasional dan keagamaan mereka, serta memastikan ketahanan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia menutup dengan kembali menyerukan agar nilai-nilai edukatif Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran spiritual dan keimanan. (FG)


