Sayyed Houthi: AS–Israel Biang Kerok Kerusuhan di Iran
Pemimpin Yaman menyatakan Washington dan ‘Israel’ merekayasa kerusuhan bersenjata di Iran, namun kewaspadaan rakyat menggagalkan kampanye destabilisasi
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Sayyed Abdulmalik al-Houthi, pemimpin revolusi Yaman, menempatkan tanggung jawab penuh atas gelombang kekerasan terbaru di Iran pada Amerika Serikat dan musuh Israel, seraya menggambarkan kerusuhan tersebut sebagai operasi yang direkayasa dari luar untuk mendestabilisasi Republik Islam.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis, Sayyed Abdulmalik mengatakan bahwa pembunuhan, aksi pembakaran, dan perusakan properti publik di Iran dilakukan oleh geng-geng kriminal yang beroperasi di bawah hasutan dan dukungan langsung Amerika dan Israel.
Ia menyebut serangan-serangan itu sebagai kejahatan “bercap Amerika,” seraya menegaskan bahwa kelompok-kelompok bersenjata secara sengaja menargetkan warga sipil Iran, aparat keamanan, serta puluhan masjid, dengan menggunakan metode brutal termasuk penyembelihan dan pembakaran orang hidup-hidup.
“Musuh Amerika dan Israel sama-sama menghasut, mengadopsi, dan mengklaim dukungan atas kejahatan-kejahatan ini,” ujarnya, menarik garis tegas antara kekerasan di lapangan dan kebijakan lama Washington berupa tekanan, sanksi, serta perang ekonomi terhadap Iran.
Sanksi, Kekacauan, dan Strategi Gagal Mengendalikan Iran
Sayyed Abdulmalik menjelaskan bahwa Amerika Serikat secara sistematis menciptakan krisis dengan menjatuhkan sanksi dan pengepungan, lalu mengeksploitasi kesulitan ekonomi yang ditimbulkan untuk memicu kekacauan internal melalui unsur-unsur kriminal yang bertindak sebagai alat garis depan mereka.
Menurut pemimpin Yaman itu, tujuan strategi ini jelas: melemahkan, mendestabilisasi, dan pada akhirnya menguasai Iran.
Namun, ia menegaskan bahwa skema tersebut telah gagal secara tegas.
“Amerika Serikat gagal di hadapan kesadaran dan kewaspadaan rakyat Iran,” tegas Sayyed Abdulmalik, menekankan bahwa kekerasan yang didukung asing tidak mampu memecah belah masyarakat Iran atau melemahkan sistem Islam.
Ia mencatat bahwa penilaian intelijen di dalam Iran telah mengonfirmasi bahwa para perusuh menerima dukungan intelijen, operasional, logistik, dan finansial dari Washington serta badan mata-mata rezim Israel, Mossad.
Jutaan Orang Menggagalkan Destabilisasi, Tegaskan Jalan Revolusioner Iran
Sayyed Abdulmalik menunjuk demonstrasi nasional besar-besaran di Iran sebagai bukti nyata kegagalan plot AS–Israel, seraya menyatakan bahwa rakyat Iran merespons dengan persatuan, keteguhan, dan kesadaran revolusioner.
Ia mengatakan jutaan warga Iran turun ke jalan untuk menegaskan identitas sejati mereka, komitmen terhadap sistem Islam, serta penolakan untuk tunduk, menyerah, atau berpasrah pada dominasi Amerika.
“Aktivitas geng-geng kriminal ini runtuh dalam skala besar,” ujarnya, menambahkan bahwa meredanya kerusuhan dengan cepat menunjukkan kuatnya kewaspadaan rakyat dan kohesi nasional di Iran.
Sayyed Abdulmalik menyimpulkan bahwa sebagaimana geng-geng yang didukung asing gagal di Iran, konspirasi Amerika yang lebih luas di seluruh kawasan juga akan gagal di hadapan perlawanan yang teguh, kesadaran, serta komitmen yang tak tergoyahkan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan. (FG)


