Sayyed Houthi: Israel Bersiap Lancarkan Pembantaian Baru di Gaza, Umat Harus Bertindak
Sayyed Abdul-Malik al-Houthi memperingatkan kejahatan Israel yang akan segera terjadi di Gaza, menyerukan dunia Islam untuk bertindak tegas dan menolak sikap diam di tengah agresi yang berlanjut.
Yaman, FAKTAGLOBAL.COM — Sayyed Abdul-Malik al-Houthi menyerukan kepada umat Islam untuk bertindak secara serius dan bertanggung jawab demi meraih kemenangan dari Allah.
Dalam pidato yang disampaikan pada Hari Kamis mengenai perkembangan terbaru, ia menyatakan bahwa terdapat indikasi bahwa musuh Israel sedang mempersiapkan pembantaian baru dan kejahatan besar di Jalur Gaza—sesuatu yang tidak boleh ditoleransi ataupun disikapi dengan diam.
Ia menegaskan bahwa seluruh umat Islam memikul tanggung jawab agama, kemanusiaan, dan moral yang tidak dapat diabaikan terhadap rakyat Palestina dan genosida yang mereka hadapi.
Peringatan atas Konsekuensi Jika Umat Tetap Pasif
Ia menjelaskan bahwa setiap kali umat mengabaikan tanggung jawab ini, maka konsekuensi serius akan muncul. Musuh Israel merupakan ancaman bagi seluruh umat, dan seiring meningkatnya konfrontasi di Palestina, dampaknya akan meluas melampaui batas wilayah tersebut.
Ia memperingatkan bahwa konflik pada akhirnya dapat menjangkau Mesir, serta bahwa musuh Israel memiliki niat untuk menargetkan Mesir, Yordania, dan menyempurnakan pendudukan atas Suriah. Semua negara ini, tegasnya, berada dalam cakupan rencana Zionis yang bukan sekadar retorika, melainkan proyek aktif dan berkelanjutan.
Palestina sebagai Garis Pertahanan Terdepan Umat
Sayyed al-Houthi menekankan bahwa isu Palestina harus tetap menjadi perhatian utama, terlepas dari skala peristiwa di wilayah lain.
Ia menyatakan bahwa akar dari krisis regional saat ini terletak pada kegagalan umat sejak awal dalam mendukung rakyat Palestina. Akibatnya, risiko yang dihadapi umat terus meningkat.
Ia menggambarkan Palestina sebagai parit pertama umat dan garis pertahanan terdepan melawan musuh Israel. Semakin musuh berhasil mengokohkan kendali di sana, semakin besar fokusnya akan beralih ke wilayah lain di kawasan.
Pelanggaran Berkelanjutan terhadap Masjid Al-Aqsa
Ia menyoroti bahwa musuh Israel terus melanggar kesucian Masjid Al-Aqsa, yang harus senantiasa dipandang dengan makna keagamaan sepenuhnya.
Ia memperingatkan terhadap normalisasi pelanggaran tersebut, seraya menyatakan bahwa musuh memanfaatkan “kebijakan pembiasaan” yang membuat pelanggaran berulang terhadap Al-Aqsa tampak biasa bagi sebagian umat—sesuatu yang ia sebut sebagai kesalahan besar.
Ia menambahkan bahwa jika umat kehilangan rasa tanggung jawab terhadap tempat-tempat suci mereka, maka musuh akan semakin berani untuk mendominasi, merendahkan, dan menundukkan mereka.
Gaza: Kejahatan Berlanjut di Tengah Klaim Gencatan Senjata
Sayyed al-Houthi menyatakan bahwa musuh Israel terus melakukan pembunuhan harian terhadap rakyat Palestina di Gaza, disertai penculikan, pengepungan, serta pembatasan ketat terhadap masuknya makanan dan bantuan medis.
Ia menegaskan bahwa meskipun terdapat klaim gencatan senjata, ratusan warga Palestina telah gugur, dan situasi kemanusiaan tetap berada dalam kondisi katastrofik.
Ia juga mencatat bahwa Israel belum menarik diri dari wilayah yang didudukinya di Gaza, meskipun hal tersebut merupakan syarat utama dalam setiap kesepakatan.
Selain itu, ia menyebut bahwa musuh mengaktifkan kelompok-kelompok kriminal kolaborator untuk menargetkan warga sipil Palestina, sambil terus melanjutkan berbagai bentuk tekanan dan agresi terhadap populasi.
Pidato ini menegaskan kembali bahwa Palestina tetap menjadi isu sentral kawasan, dan bahwa kegagalan untuk merespons agresi yang berlangsung hanya akan memperluas lingkup bahaya yang dihadapi oleh seluruh umat. (FG)


