Sayyed Houthi Seru Umat Islam Sedunia Bangkit Lawan Konspirasi Zionis-Amerika
Pemimpin Yaman itu menegaskan bahwa membela Al-Quran, Masjid Al-Aqsa, Palestina, dan Umat Islam merupakan kewajiban suci, memperingatkan bahwa sikap diam hanya akan menyemangati musuh-musuh Islam
Yaman, FAKTAGLOBAL.COM — Sayyed Abdul-Malik Badr al-Din al-Houthi menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan “jihad yang sungguh-sungguh dan tulus di jalan Allah” guna menghadapi apa yang ia gambarkan sebagai konspirasi Zionis-Amerika yang menargetkan Islam, Al-Quran Al-Karim, dan seluruh Umat Islam.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis malam sebagai tanggapan atas penghinaan berulang terhadap Al-Quran dan kesucian Islam oleh unsur-unsur Zionis dan para pendukung Barat mereka, Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman itu mengatakan bahwa serangan-serangan yang terus meningkat tersebut merupakan bagian dari kampanye permusuhan terbuka terhadap Islam dan kaum Muslimin.
“Apa yang dilakukan orang-orang Yahudi melalui gerakan Zionis mereka dan agen-agen hina mereka, bersama para pemimpin kekafiran—Amerika dan Israel—dalam bentuk penghinaan yang berulang dan sistematis terhadap Al-Quran Al-Karim, merupakan bagian dari kampanye permusuhan yang terang-terangan terhadap Islam dan kaum Muslimin,” tegas Sayyed al-Houthi.
Proyek Setan terhadap Kemanusiaan dan Kewajiban Umat Islam
Sayyed al-Houthi mengatakan bahwa kampanye ini jauh melampaui dunia Islam, dan memperingatkan bahwa proyek Zionis merupakan “bahaya yang sangat besar bagi seluruh masyarakat manusia.”
Ia menggambarkan Zionisme sebagai kekuatan gelap dan destruktif yang diwujudkan melalui tangan Amerika dan Israel, seraya menegaskan bahwa Al-Quran adalah petunjuk Ilahi yang membebaskan umat manusia dari penindasan dan dominasi kekuatan-kekuatan tiran.
“Al-Quran Al-Karim adalah tali Allah yang kokoh, dan melalui petunjuknya masyarakat manusia dapat diselamatkan dan dibebaskan dari kendali para tiran yang sombong,” ujarnya.
Menurut pemimpin Yaman itu, inilah alasan sesungguhnya di balik permusuhan musuh-musuh Islam terhadap Al-Quran.
Sayyed al-Houthi menekankan bahwa umat Islam memikul tanggung jawab agama yang suci untuk menghadapi agresi Zionis dan menggagalkan seluruh rencananya.
“Kewajiban kaum Muslimin di seluruh dunia adalah bergerak secara sungguh-sungguh dan tulus untuk berjihad di jalan Allah dan menghadapi konspirasi setani Zionis serta gerakan Zionis yang memusuhi Islam,” katanya.
Amerika dan Israel Menyiapkan Eskalasi Baru Setelah Gagal Menghadapi Iran
Sayyed Abdul-Malik al-Houthi mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel sedang mempersiapkan gelombang agresi baru di West Asia setelah gagal mencapai tujuan mereka dalam perang melawan Republik Islam Iran.
Ia menyatakan bahwa proyek Zionis-Amerika menargetkan seluruh kawasan dan dijalankan di bawah slogan “mengubah Timur Tengah” dan mendirikan “Israel Raya.”
“Mereka berupaya meningkatkan agresi dalam putaran baru terhadap kawasan kita setelah kegagalan mereka dalam putaran agresi sebelumnya terhadap Republik Islam Iran, dengan slogan ‘mengubah Timur Tengah’ dan mendirikan ‘Israel Raya’,” ujar Sayyed al-Houthi.
Dukungan untuk Palestina, Lebanon, dan Poros Perlawanan
Dalam pernyataan yang sama, Sayyed al-Houthi menyebut serangan berkelanjutan rezim Zionis terhadap Gaza, Al-Quds, Tepi Barat, Lebanon, dan Suriah sebagai bukti dari kampanye yang terus meluas terhadap Umat Islam.
Ia mengecam pelanggaran yang semakin meningkat di Masjid Al-Aqsa, pendudukan atas seluruh Palestina, serta pembantaian yang terus dilakukan Israel di Al-Quds, Tepi Barat, dan Gaza.
Ia juga mengutuk serangan yang terus dilakukan rezim Zionis terhadap Lebanon dan agresi berulang terhadap Suriah.
Peringatan terhadap Sikap Diam
Pemimpin Yaman itu memperingatkan bahwa kelalaian dan keraguan hanya akan mendorong musuh-musuh Islam dan membuat Umat Islam terancam azab Ilahi.
“Bahaya terbesar terletak pada kelalaian, sikap lengah, dan membiarkan musuh-musuh melaksanakan konspirasi setani dan agresif mereka,” katanya.
“Jika Umat Islam tidak bergerak meskipun semua ini telah terjadi, maka hal itu akan sangat menyemangati musuh-musuh untuk semakin menyerang, selain juga mendatangkan hukuman dari Allah.”
Yaman Tidak Akan Berdiam Diri
Sayyed al-Houthi memuji rakyat Yaman sebagai “Yaman iman, hikmah, dan jihad,” dan mengatakan bahwa mereka senantiasa berdiri membela Al-Quran, Islam, dan kaum tertindas.
Ia menegaskan bahwa Yaman tetap teguh dan tidak akan berdiam diri menghadapi penodaan yang terus berulang serta serangan Zionis yang berkelanjutan.
“Rakyat kami yang mulia selalu hadir di medan jihad, mengusung panji Islam,” ujarnya. “Karena itu, mereka tidak akan tinggal diam menghadapi penghinaan-penghinaan baru ini dan kampanye Zionis yang terus berlangsung dalam berbagai bentuknya.”
Seruan untuk Demonstrasi Massal
Pada akhir pernyataannya, Sayyed al-Houthi menyerukan kepada rakyat Yaman untuk turun ke jalan dalam demonstrasi dan aksi massa sebagai bentuk dukungan terhadap Al-Quran Al-Karim, Masjid Al-Aqsa, rakyat Palestina yang tertindas, para tahanan Palestina, dan perlawanan di Lebanon.
Ia juga menyerukan agar bangsa ini tetap sepenuhnya siap menghadapi setiap eskalasi baru yang mungkin dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap kawasan dan Umat Islam.
“Dengan kehendak Allah, rakyat kami akan terus berdiri teguh dalam membela Al-Quran, Al-Aqsa, Palestina, dan seluruh persoalan Umat Islam,” demikian pernyataan tersebut. (FG)


