Sekjen Hizbullah Tegaskan Perlawanan Hingga Akhir, Tuntut Pejabat Hentikan Konsesi
Pemimpin Hizbullah menyatakan Israel gagal di medan perang, menegaskan Perlawanan akan terus berlanjut, menolak konsesi, dan mempertahankan kedaulatan Lebanon dengan segala cara.
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Yang Mulia Naim Qassem, Hujjat al-Islam wal-Muslimeen dan Sekretaris Jenderal Hizbullah, menegaskan bahwa musuh Israel telah gagal memaksakan kehendaknya di medan perang, seraya menyatakan bahwa Perlawanan tetap teguh dan tidak akan mundur atau berkompromi di bawah tekanan.
Dalam pesan yang ditujukan kepada rakyat Lebanon yang teguh, Sheikh Qassem menekankan bahwa meskipun lebih dari empat puluh hari agresi berlangsung, pasukan Israel tidak mampu melaksanakan invasi darat yang berulang kali mereka ancamkan.
“Musuh Israel telah gagal di medan perang dalam menghadapi para pejuang pemberani Perlawanan, dan tidak mampu melaksanakan invasi darat yang berulang kali mereka umumkan.”
Ia menambahkan bahwa pasukan Israel mengalami kerugian besar, dengan tentara yang jatuh dalam penyergapan dan kendaraan militer yang dihancurkan di berbagai kota dan desa, sementara operasi perlawanan terus menghantam wilayah pendudukan hingga mencapai Haifa dan sekitarnya.
Empat Puluh Hari Kegagalan Mengungkap Batas Kekuatan AS–Israel
Sheikh Qassem menggambarkan beberapa pekan terakhir sebagai bukti nyata keterbatasan kekuatan militer Israel dan Amerika, seraya menegaskan bahwa meskipun memiliki daya tembak besar, musuh gagal menghentikan serangan roket dan drone yang menghantam permukimannya.
“Selama lebih dari empat puluh hari agresi, mereka gagal mencegah roket, peluru artileri, dan drone mencapai permukiman mereka, baik yang dekat maupun jauh, hingga Haifa dan sekitarnya.”
Ia menekankan bahwa perubahan tujuan musuh—dari mencoba menguasai Sungai Litani hingga bergantung pada kehancuran dan daya tembak—mencerminkan kebingungan dan kegagalan strategis.
Selama empat puluh hari, katanya, musuh terus “menumpuk kegagalan,” sementara permukiman mereka diliputi ketakutan dan ketidakstabilan.
Kekuatan Perlawanan dan Dukungan Rakyat Menghancurkan Ambisi Musuh
Sekretaris Jenderal Hizbullah menyoroti ketangguhan rakyat Lebanon dan kekuatan garis depan Perlawanan, yang ia gambarkan sebagai kekuatan tak tergoyahkan yang menghancurkan ambisi Israel.
“Musuh dikejutkan oleh metode Perlawanan, fleksibilitas pergerakan para pejuang, kemampuan pertahanan mereka, dan keberanian legendaris mereka.”
Ia memuji warga sipil yang mengungsi atas keteguhan mereka serta mereka yang menampung para pengungsi karena menunjukkan tingkat kemanusiaan dan solidaritas tertinggi, seraya menegaskan bahwa persatuan rakyat semakin memperkuat posisi Perlawanan.
Tidak Ada Kembali ke Masa Lalu: Perlawanan Tolak Konsesi
Sheikh Qassem menyampaikan pesan politik yang tegas, menolak kembali ke kondisi sebelumnya dan menyerukan kepada para pejabat untuk menghentikan konsesi yang merugikan kedaulatan nasional.
“Kami tidak akan menerima kembali ke situasi sebelumnya, dan kami menyerukan kepada para pejabat untuk menghentikan konsesi gratis.”
Ia menegaskan bahwa Perlawanan, bersama negara, tentara, dan rakyat, akan terus mempertahankan Lebanon, memulihkan kedaulatannya, dan mengusir penjajah.
Perlawanan Akan Terus Berlanjut Hingga Kemenangan
Menegaskan tekad yang tak tergoyahkan, Sheikh Qassem menyatakan bahwa perjuangan akan terus berlanjut apa pun ancaman atau eskalasi yang terjadi.
“Perlawanan akan terus berlanjut hingga napas terakhir.”
Ia menekankan bahwa komitmen para pemuda untuk tetap berada di medan merupakan simbol harapan dan kehormatan, sementara pengorbanan justru semakin menguatkan tekad untuk meraih pembebasan.
Menutup pesannya, ia mengutip janji Ilahi:
“Allah telah menetapkan: Aku dan para rasul-Ku pasti menang. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (FG)


