Serangan Balasan Hizbullah Hantam Target-target Israel
Hizbullah melancarkan serangan drone dan roket terhadap posisi militer dan permukiman Israel sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata dan agresi berkelanjutan terhadap Lebanon
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Hizbullah mengumumkan gelombang baru serangan balasan menggunakan drone dan roket yang menargetkan posisi militer serta permukiman Israel, dengan alasan pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung serta agresi berkelanjutan terhadap Lebanon selatan.
Dalam pernyataan resmi, kelompok tersebut menyatakan bahwa para pejuangnya meluncurkan kawanan drone peledak yang menargetkan permukiman Adamit, dan menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari respons terhadap serangan berulang di wilayah Lebanon.
Hizbullah menegaskan bahwa serangan ini dilakukan “untuk membela Lebanon dan rakyatnya” serta sebagai tanggapan atas pelanggaran terus-menerus terhadap perjanjian gencatan senjata.
“Meski perlawanan berkomitmen terhadap gencatan senjata, musuh tidak mematuhinya. Respons ini akan terus berlanjut selama agresi Amerika-Israel terhadap negara dan rakyat kami masih berlangsung.”
Sejumlah Target Dihantam di Israel Utara
Hizbullah juga melaporkan operasi tambahan yang menargetkan posisi militer Israel dan konsentrasi pasukan di wilayah Al-Bayada dan Shamaa, menggunakan roket dan artileri dalam serangan berulang.
Dalam pernyataan terpisah, Hizbullah menyebut telah melancarkan serangan drone terhadap infrastruktur Israel di Adamit, serta serangan roket ke posisi militer di Sha’ar Yashuv, HaGoshrim, dan Neot Mordechai.
Operasi-operasi ini merupakan bagian dari kampanye balasan berkelanjutan terhadap aktivitas militer Israel dan serangan terhadap wilayah sipil di Lebanon selatan.
Militer Israel Akui Korban dan Serangan Drone
Militer Israel mengonfirmasi bahwa satu bintara cadangan mengalami luka serius dan seorang tentara lainnya terluka setelah sebuah drone peledak meledak di dekat pasukan yang beroperasi di Lebanon selatan.
Menurut juru bicara militer Israel, luka tersebut disebabkan oleh serpihan dari drone yang meledak di dekat pasukan.
Media Israel melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan kendaraan militer, yang diduga merupakan kendaraan jenis Hummer, dalam operasi Hizbullah.
Roket dan Drone Hantam Kota-kota Utara
Secara paralel, militer Israel menyatakan telah mencatat sekitar 30 peluncuran roket dari Lebanon menuju wilayah utara Israel pada hari Jumat.
Media Israel juga melaporkan ledakan drone di kota Nahariya, sementara laporan lain menyebut sebuah roket jatuh di dekat Safed, menurut Channel 14.
Tim pemadam kebakaran dikerahkan di Kiryat Shmona setelah serangan roket memicu kebakaran, dengan laporan awal menyebut kemungkinan adanya korban atau orang yang terjebak di lokasi.
Eskalasi di Tengah Konflik Berkelanjutan
Hizbullah menegaskan bahwa operasi terbaru ini merupakan bagian dari kampanye balasan yang lebih luas sebagai respons atas serangan dan pembantaian yang terus dilakukan Israel di Lebanon.
Kelompok tersebut kembali menegaskan bahwa respons militernya akan terus berlanjut hingga penghentian apa yang disebut sebagai “agresi Amerika-Israel.”
Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas saling serang lintas perbatasan antara Hizbullah dan pasukan Israel, yang memicu kekhawatiran akan konflik yang berkepanjangan dan meluas di front utara. (FG)


