Serangan Drone Israel Tewaskan 3 Warga, Termasuk Anak 4 Tahun, di Lebanon Selatan
Pendudukan Tingkatkan Eskalasi dengan Serangan Mematikan di Yanouh serta Penculikan Pejabat Kelompok Islam dalam Operasi Darat di Hasbaya–Marjeyoun
Lebanon | FAKTAGLOBAL.COM — Pendudukan Israel meningkatkan agresinya terhadap Lebanon selatan pada hari Senin, menewaskan tiga warga sipil—termasuk seorang anak berusia empat tahun—dalam serangan drone yang menghantam kota Yanouh.
Pada saat yang sama, pasukan darat Israel menyusup ke wilayah Lebanon dan menculik seorang pejabat senior Kelompok Islam dari rumahnya di kawasan Hasbaya–Marjeyoun.
Serangan Drone Mematikan terhadap Kendaraan Sipil di Yanouh
Serangan udara Israel menargetkan sebuah kendaraan sipil di Yanouh, Distrik Tyre, Lebanon selatan, yang mengakibatkan kesyahidan tiga orang, menurut laporan lapangan koresponden Al Mayadeen.
Di antara para korban terdapat Ali Hassan Jaber, seorang anak berusia empat tahun, dan ayahnya, Hassan Jaber, yang tewas seketika ketika serangan drone menghantam kendaraan mereka saat melintas di dekat lokasi sasaran. Korban ketiga adalah Ahmad Salameh, seorang pensiunan prajurit Angkatan Darat Lebanon.
Serangan ini memicu kemarahan luas di seluruh Lebanon dan menambah panjang catatan korban sipil sejak gencatan senjata 2024. Keluarga korban dan pejabat setempat mengecam serangan tersebut sebagai bagian dari pola pelanggaran Israel yang terus berulang dan secara konsisten merenggut nyawa warga non-kombatan di wilayah selatan.
Pola Pembunuhan Warga Sipil Sejak Gencatan Senjata
Sumber-sumber Lebanon menyebutkan bahwa serangan Israel telah menewaskan puluhan warga sipil sejak gencatan senjata, dengan serangan-serangan berulang yang menghancurkan keluarga dan komunitas. Serangan di Yanouh kembali membangkitkan luka lama akibat pembantaian sebelumnya, termasuk insiden mematikan di Bint Jbeil dan kota-kota selatan lainnya selama dua tahun terakhir.
Suara-suara lokal menegaskan bahwa penargetan kendaraan sipil—yang menewaskan seorang anak dan ayahnya—menunjukkan ketergantungan berkelanjutan pendudukan pada kekuatan udara yang digunakan dengan impunitas penuh, tanpa akuntabilitas apa pun.
Penyusupan Darat dan Penculikan di Hasbaya–Marjeyoun
Dalam eskalasi terpisah, pasukan pendudukan Israel melakukan penyusupan darat ke kota Al-Habbariyya di distrik Hasbaya–Marjeyoun, menculik Atwi Atwi, seorang pejabat regional Kelompok Islam Lebanon (al-Jama‘a al-Islamiyya), dari rumahnya.
Keterangan warga setempat menyebutkan bahwa penggerebekan terjadi di bawah lindungan kegelapan, jauh dari garis perbatasan atau konfrontasi langsung.
Unit Israel menyerbu rumah tersebut, melakukan kekerasan terhadap Atwi dan istrinya, mengikat serta menutup mata sang istri, lalu membawa Atwi ke lokasi yang tidak diketahui. Saksi mata melaporkan adanya aktivitas drone dan helikopter yang mengiringi operasi tersebut.
Penyusupan ini berlangsung tanpa respons dari aparat keamanan Lebanon, yang oleh warga setempat dipandang sebagai bukti adanya kekosongan keamanan yang semakin melebar dan dimanfaatkan oleh pendudukan, seiring pelanggaran Israel yang berkembang dari serangan udara ke penggerebekan darat.
Kelompok Islam Kecam Penculikan dan Tuntut Pertanggungjawaban
Kelompok Islam di Lebanon mengeluarkan pernyataan melalui Kantor Media Pusatnya yang mengecam penculikan tersebut sebagai “penyusupan kriminal” dan menyatakan bahwa pasukan pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas keselamatan Atwi.
Pernyataan itu menggambarkan penculikan ini sebagai bagian dari kampanye pelanggaran harian yang bertujuan meneror warga dan memaksa pengosongan desa-desa di wilayah selatan. Kelompok tersebut mempertanyakan apakah waktu penggerebekan ini berkaitan dengan kunjungan terbaru Perdana Menteri Lebanon ke wilayah selatan serta pernyataan kesetiaan masyarakat terhadap negara Lebanon.
Kelompok Islam menyerukan kepada otoritas Lebanon agar bertindak tegas untuk menghentikan pelanggaran Israel, mengamankan pembebasan Atwi dan seluruh tahanan, serta menunaikan kewajiban negara dalam melindungi warga sipil yang tetap teguh bertahan di kota dan desa mereka.
Secara keseluruhan, serangan drone mematikan di Yanouh dan penculikan darat di Hasbaya–Marjeyoun menandai eskalasi yang jelas oleh pendudukan Israel—menggabungkan pembunuhan melalui udara dengan penggerebekan lintas batas jauh di dalam wilayah Lebanon. (FG)




