Serangan Udara Israel, Tembakan Artileri, dan Senjata Api Masih Hujani Gaza
Pasukan pendudukan terus melanggar perjanjian gencatan senjata saat kawasan sipil menjadi sasaran
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM – Pasukan pendudukan Israel terus melakukan pelanggaran lapangan di seluruh Jalur Gaza, dengan melancarkan serangan udara, tembakan artileri, dan tembakan langsung ke kawasan sipil, menandai hari ke-108 sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku.
Serangan yang berlanjut ini mencakup penargetan secara sengaja terhadap permukiman penduduk, para nelayan, dan warga sipil tak bersenjata, yang semakin meniadakan klaim apa pun mengenai komitmen terhadap gencatan senjata.
Sumber medis di Rumah Sakit Al-Maamadani melaporkan bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah warga sipil di lingkungan Al-Tuffah, Kota Gaza, yang mengakibatkan dua orang tewas.
Para korban ditembak di luar area penempatan militer Israel, menegaskan bahwa pembunuhan tersebut terjadi di wilayah yang tidak terdapat konfrontasi langsung maupun aktivitas militer.
Serangan Udara dan Tembakan Berat di Gaza Selatan
Pada dini hari Selasa, pesawat tempur Israel melancarkan beberapa serangan udara ke Kota Rafah di Gaza selatan. Serangan ini bertepatan dengan penerbangan terus-menerus pesawat Israel di ketinggian rendah, yang memicu ketakutan dan kepanikan di kalangan warga.
Pada saat yang sama, kendaraan militer Israel melepaskan tembakan berat di wilayah barat Rafah, sementara artileri pendudukan membombardir kawasan timur Khan Younis, meningkatkan eskalasi agresi darat dan udara di selatan wilayah tersebut.
Pemboman di Seluruh Gaza dan Serangan terhadap Nelayan
Artileri Israel juga menargetkan lingkungan timur Kota Gaza pada pagi hari. Sumber lapangan melaporkan bahwa helikopter Israel melepaskan tembakan ke arah kawasan timur Kamp Pengungsi Al-Bureij di Gaza tengah.
Dalam insiden terpisah, kapal perang Israel menyerang perahu-perahu nelayan Palestina di lepas pantai Khan Younis, dengan menembakkan peluru tajam dan proyektil, dalam serangan lain terhadap mata pencaharian sipil di perairan Gaza yang dikepung.
Memburuknya Kondisi Kemanusiaan dan Keamanan
Eskalasi militer yang berkelanjutan ini terjadi di tengah pelanggaran berulang Israel terhadap perjanjian gencatan senjata, yang memicu kekhawatiran serius akan memburuknya kondisi kemanusiaan dan keamanan di Gaza.
Pemboman udara dan artileri, yang dikombinasikan dengan tembakan langsung di kawasan padat penduduk, terus mengancam warga sipil yang sudah hidup di bawah pengepungan dan kehancuran.
Di bidang kemanusiaan, Ketua Physicians for Human Rights, Lina Qassem Hassan, mengatakan bahwa lebih dari 16.500 pasien dan korban luka di Gaza sangat membutuhkan perawatan medis di luar Jalur Gaza akibat runtuhnya sistem kesehatan setempat.
Ia mencatat bahwa sekitar 4.000 dari mereka yang membutuhkan perawatan adalah anak-anak, sementara para pasien mencakup penderita kanker, gagal ginjal, penyakit jantung, serta berbagai penyakit kronis.
Sementara itu, Program Pangan Dunia (WFP) menegaskan bahwa ratusan ribu warga Gaza masih mengungsi di tengah kondisi kehidupan yang sangat buruk.
WFP menekankan urgensi pembukaan perlintasan Gaza secara berkelanjutan untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan, seraya menegaskan bahwa penyediaan tempat tinggal merupakan prioritas utama untuk melindungi warga sipil dari cuaca dingin dan hujan lebat. Lembaga tersebut juga menyoroti pentingnya memperluas program bantuan tunai guna membantu keluarga bertahan di tengah krisis yang semakin memburuk. (FG)


