Setiap Kapal yang Berani Coba Lintasi Hormuz Akan Terbakar: Brigjen Jabbari
Brigjen Ebrahim Jabbari mengumumkan penutupan Selat Hormuz, bersumpah menghentikan ekspor minyak kawasan; pasar global terguncang saat harga energi melonjak di tengah eskalasi konfrontasi.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Iran secara resmi telah menutup Selat Hormuz, dengan para pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintasi jalur perairan strategis tersebut akan menghadapi konsekuensi langsung.
Brigadir Jenderal Ebrahim Jabbari, Penasihat Komandan IRGC, menyatakan pada hari Senin bahwa selat tersebut kini telah ditutup dan penegakannya akan dilakukan tanpa kompromi.
“Setiap kapal yang mencoba melintas akan terbakar,” tegas Jabbari.
Ia juga menekankan bahwa Iran akan mencegah ekspor minyak dari kawasan secara keseluruhan.
“Tidak satu tetes pun minyak akan diizinkan keluar dari kawasan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pipa-pipa minyak juga dapat menjadi target.
Jabbari memproyeksikan bahwa harga minyak dapat melonjak tajam, memperkirakan dapat mencapai 200 dolar AS dalam beberapa hari mendatang.
Jalur Perairan Strategis, Leverage Strategis
Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik sempit energi paling krusial di dunia, dengan porsi signifikan dari aliran minyak global dan gas alam cair (LNG) melewati jalur sempit tersebut.
Pasar sebelumnya telah bereaksi terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik di West Asia. Setelah agresi yang dilancarkan terhadap Iran, minyak mentah Brent melonjak antara 10% hingga 13%, pada satu titik mencapai 80–82 dolar AS per barel, ketika investor mempertimbangkan risiko gangguan berkepanjangan terhadap pasokan energi.
Dengan penutupan resmi selat kini diumumkan, pasar energi global menghadapi ketidakpastian yang semakin intens.
Guncangan LNG: Qatar Hentikan Produksi
Dalam perkembangan paralel, perusahaan energi milik negara Qatar mengumumkan pada hari Senin bahwa pihaknya telah menangguhkan produksi LNG setelah serangan drone Iran menargetkan fasilitas di dua basis pemrosesan utamanya.
Dampaknya terhadap pasar gas global terjadi seketika.
Patokan gas alam Belanda TTF — referensi harga LNG utama Eropa — melonjak hampir 45%, naik di atas €46 (54 dolar AS).
Mengingat hampir seluruh ekspor LNG dari Qatar dan Uni Emirat Arab melewati Selat Hormuz, pembatasan jalur perairan tersebut menyisakan sangat sedikit rute alternatif yang tersedia.
Eskalasi dengan Konsekuensi Global
Perkembangan ini menandai fase baru dalam konfrontasi, di mana aliran energi — yang selama ini digunakan sebagai instrumen tekanan geopolitik — kini menjadi pusat medan pertempuran.
Dengan menegaskan kendali atas Selat Hormuz, Iran menunjukkan bahwa agresi yang berkelanjutan membawa konsekuensi ekonomi langsung tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi pasar global yang sangat bergantung pada energi West Asia.
Seiring ketegangan yang semakin dalam, dunia kini menghadapi prospek guncangan energi berkepanjangan dengan implikasi yang luas. (FG)



