Sheikh Qassem: Medan Perang Tentukan Arah, Perlawanan Tetap Siaga Meski Ada Gencatan Senjata
Sekjen Hizbullah menegaskan hasil militer menentukan posisi politik, menolak narasi AS, dan menetapkan syarat tegas untuk fase berikutnya.
Beirut, FAKTAGLOBAL.COM — Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem menyatakan bahwa hasil konfrontasi terbaru menegaskan peran menentukan medan perang dalam membentuk hasil politik, seraya menekankan bahwa capaian militer harus diterjemahkan menjadi daya tawar untuk menjamin hak dan kedaulatan Lebanon.
Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu, Sheikh Qassem menegaskan bahwa gencatan senjata bukanlah konsesi diplomatik, melainkan hasil langsung dari tekanan berkelanjutan operasi perlawanan di front selatan, dengan menggambarkan performa para pejuang sebagai penentu meskipun terdapat ketimpangan kekuatan militer.
Hasil Medan Perang Menentukan Daya Tawar Politik
Sheikh Qassem menyatakan bahwa keberhasilan politik bergantung pada kemampuan mengubah capaian di medan perang menjadi hasil yang dapat ditegakkan, dalam kerangka persatuan nasional yang mencegah perpecahan internal dan intervensi asing.
Ia menegaskan bahwa perlawanan menunjukkan ketahanan dan efektivitas operasional di bawah tekanan, serta membuktikan bahwa tekad dan kesiapan mampu menutupi kesenjangan sumber daya.
Menurutnya, para pejuang Hizbullah tidak hanya menghentikan laju pasukan Israel, tetapi juga memaksa perubahan perhitungan strategi musuh.
Ia menambahkan bahwa dukungan publik di Lebanon memainkan peran sentral dalam menjaga keberlanjutan perlawanan, dengan menyebut kohesi nasional sebagai faktor kunci dalam menjaga keseimbangan strategis.
Gencatan Senjata Hasil Tekanan Perlawanan
Sheikh Qassem menegaskan bahwa gencatan senjata sementara tidak akan tercapai tanpa tekanan berkelanjutan di medan perang, dan bahwa operasi perlawanan memaksa pihak Israel menghentikan serangannya.
Ia mengaitkan gencatan senjata dengan dinamika regional yang lebih luas, termasuk dukungan Iran serta upaya diplomatik yang melibatkan Pakistan dan pihak lainnya.
Namun, ia menegaskan bahwa gencatan senjata tidak mengubah kesiapan operasional Hizbullah, yang tetap berada dalam kondisi siaga penuh.
Penolakan terhadap Narasi AS
Bagian penting dari pernyataannya adalah penolakan terhadap pernyataan Departemen Luar Negeri AS pasca gencatan senjata.
Ia menyebut dokumen tersebut tidak memiliki nilai praktis dan mengkritik penyajiannya sebagai kesepakatan bersama antara Lebanon dan Israel, dengan menegaskan bahwa pemerintah Lebanon tidak pernah secara resmi menyetujuinya.
Menurutnya, pernyataan tersebut mencerminkan upaya Washington untuk memaksakan narasi dan berbicara atas nama Lebanon tanpa persetujuan.
Ia juga mengkritik lingkungan diplomatik yang lebih luas, dengan menyebut pertemuan negara-negara besar sebagai upaya memaksakan hasil kepada negara kecil tanpa representasi yang nyata.
Syarat untuk Fase Berikutnya
Sheikh Qassem menetapkan sejumlah syarat untuk melangkah ke tahap berikutnya, dengan menegaskan bahwa gencatan senjata harus mencakup penghentian total segala bentuk agresi dan tidak boleh bersifat sepihak.
Ia menegaskan bahwa Hizbullah tetap dalam kondisi siaga dan akan merespons setiap pelanggaran secara proporsional, serta menegaskan tidak adanya kepercayaan terhadap pihak Israel.
Ia merinci tuntutan utama sebagai berikut:
Penghentian permanen seluruh agresi di Lebanon—udara, darat, dan laut.
Penarikan pasukan Israel dari wilayah pendudukan hingga perbatasan.
Pembebasan para tahanan.
Kembalinya warga ke desa dan kota mereka hingga ke perbatasan.
Rekonstruksi dengan dukungan regional dan internasional.
Posisi Perlawanan dan Arah Strategis
Ia menyatakan bahwa Hizbullah terbuka untuk bekerja sama dengan otoritas Lebanon dalam membangun fase baru berbasis kedaulatan dan persatuan nasional, sembari menolak intervensi eksternal dalam arah politik negara.
Sheikh Qassem menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa perlawanan tetap utuh dan tidak terkalahkan, serta mengaitkan ketahanannya dengan pengorbanan para pemimpin, pejuang, dan rakyat.
Ia juga menegaskan bahwa Lebanon akan tetap berdiri tegak melalui pengorbanan rakyatnya. (FG)



