Shekarchi: Korban Musuh Meningkat, 1.321 Zionis dan Hingga 800 Tentara AS Tewas
Juru bicara senior militer Iran menguraikan meningkatnya kerugian musuh, kemajuan berkelanjutan dalam pertahanan, serta perubahan keseimbangan medan perang yang menguntungkan Teheran.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM - Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, juru bicara senior Angkatan Bersenjata Iran, menyatakan bahwa apabila syarat-syarat yang ditetapkan Iran tidak terpenuhi, maka operasi terhadap pasukan Amerika tidak akan dihentikan dan respons akan terus berlanjut.
“Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi, tindakan terhadap pasukan AS tidak akan berhenti, dan respons kami akan terus berlanjut.”
Ia menegaskan bahwa kemampuan pertahanan Iran—khususnya di bidang pertahanan udara—terus berkembang secara stabil dan tidak hanya akan berlanjut, tetapi juga akan semakin dipercepat. Para ilmuwan dan spesialis dalam negeri, menurutnya, terus bekerja tanpa henti untuk mengembangkan sistem pertahanan canggih, bahkan dalam kondisi perang.
Shekarchi menyatakan bahwa kemampuan untuk menargetkan peralatan canggih milik musuh, termasuk jet tempur generasi kelima, menunjukkan peningkatan signifikan dalam daya tangkal Iran.
Terkait Selat Hormuz, ia memperingatkan bahwa kondisi di kawasan tersebut di masa depan akan bergantung pada terpenuhinya syarat-syarat Iran, dan menegaskan bahwa situasinya tidak akan kembali seperti sebelumnya.
Kerugian Besar di Pihak Israel dan AS
Shekarchi menyatakan bahwa pihak lawan tidak lagi mampu menyembunyikan skala kerusakan yang mereka alami dan terpaksa mengakui sebagian dari kenyataan tersebut.
“Musuh telah gagal menyembunyikan realitas kerusakan yang mereka alami dan terpaksa mengakui sebagian darinya.”
Ia menegaskan bahwa Iran terus memantau pergerakan musuh dan akan menargetkan setiap titik yang menjadi sumber ancaman.
Dalam menjelaskan angka korban, Shekarchi mengatakan bahwa berdasarkan estimasi lapangan, rezim Zionis telah mengalami sedikitnya 1.321 korban tewas sejak awal konflik, sementara angka resmi yang diumumkan jauh lebih rendah dan disertai sensor ketat.
Ia menambahkan bahwa dalam satu serangan rudal di wilayah Haifa, sekitar 100 orang tewas atau terluka.
Shekarchi juga menjelaskan bahwa serangan luas dengan rudal dan drone terhadap target-target strategis—termasuk pusat komando, infrastruktur militer, dan pusat penelitian—telah menyebabkan kerusakan besar, dengan ribuan orang dilaporkan mengajukan klaim ke perusahaan asuransi.
Terkait korban di pihak Amerika, ia menyatakan:
“Perkiraan menunjukkan bahwa antara 600 hingga 800 personel AS telah tewas sejauh ini. Ini adalah angka minimal dan kemungkinan akan meningkat.”
Ia menyebutkan salah satu contoh di mana serangan terhadap lokasi yang menampung pasukan AS di sebuah hotel mengakibatkan sekitar 160 orang tewas atau terluka. Ia juga menyinggung besarnya pemindahan korban dari berbagai pangkalan, termasuk markas Armada Kelima Angkatan Laut AS, sebagai bukti besarnya kerugian yang dialami.
Iran Menguasai Inisiatif di Medan Perang
Shekarchi menegaskan bahwa inisiatif dalam konflik ini sepenuhnya berada di tangan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, dengan seluruh operasi dilakukan berdasarkan keputusan yang presisi dan terukur. Setiap tindakan permusuhan, katanya, telah dibalas dengan respons yang tegas dan proporsional.
“Hari ini, strategi utama Amerika Serikat adalah ‘pelarian terhormat dari perang.’”
Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis berupaya memutarbalikkan realitas di lapangan melalui narasi media, namun bukti yang ada menunjukkan adanya kerugian dan kerusakan yang signifikan.
Ia menekankan bahwa Iran tidak bertumpu pada propaganda, melainkan bertindak berdasarkan realitas di medan, dan memperingatkan bahwa jika tindakan permusuhan terus berlanjut, maka respons akan semakin ditingkatkan.
Ketahanan Nasional Semakin Menguat
Di dalam negeri, Shekarchi menyatakan bahwa meskipun Amerika Serikat terlibat dalam konflik dan tekanan terus berlangsung, kehidupan normal tetap berjalan di Iran tanpa adanya kekurangan di pasar.
Ia menegaskan bahwa rakyat Iran tetap bersatu dan tangguh, berdiri teguh mendukung sistem bahkan dalam kondisi sulit. Menurutnya, yang tidak diperkirakan oleh Amerika Serikat dan Israel adalah tingkat kohesi nasional Iran di tengah perang.
Ia juga menyebut bahwa setelah syahadah Pemimpin, rakyat dengan cepat memilih kepemimpinan baru, yang menunjukkan kekuatan dan kesinambungan sistem.
Shekarchi menegaskan bahwa seiring berjalannya waktu, tekad rakyat Iran semakin kuat, sementara Angkatan Bersenjata tetap hadir secara penuh dan menguasai medan. Ia menekankan bahwa Iran berada di posisi unggul dan musuh tidak akan mampu memaksa bangsa ini untuk mundur atau menyerah.
Menurutnya, arah konflik saat ini menunjukkan perubahan momentum yang berkelanjutan—di mana Iran terus mengokohkan posisinya, sementara musuh menghadapi kerugian yang semakin besar dan tekanan strategis yang meningkat. (FG)


