STC Yaman Dukungan UEA Umumkan Pembubaran Diri
Dewan Transisi Selatan mengumumkan pembubaran diri menyusul tekanan yang didukung Riyadh, menyingkap retakan dalam proyek politik berbasis pendudukan di Yaman selatan.
YAMAN | FAKTAGLOBAL.COM — Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) yang didukung Uni Emirat Arab mengumumkan pembubarannya pada Hari Jumat, dengan menyatakan penghentian seluruh badan dan kantor utama maupun turunannya, baik di dalam Yaman maupun di luar negeri.
Langkah ini menandai sebuah kemunduran politik besar bagi salah satu instrumen utama pendudukan Saudi–Emirat di wilayah selatan negara tersebut.
Pembubaran Diumumkan Usai Pertemuan di Riyadh
Pengumuman tersebut menyusul pertemuan tingkat tinggi di Riyadh yang dihadiri oleh Presidium STC, Pimpinan Eksekutif Tertinggi, Sekretariat Jenderal, serta badan-badan afiliasi lainnya.
Pertemuan ini digelar untuk meninjau perkembangan terbaru di provinsi Hadramawt dan Al-Mahra, di mana meningkatnya ketegangan dan kegagalan upaya de-eskalasi telah menyingkap retakan internal yang mendalam di dalam kubu selatan.
Menurut pernyataan STC, keputusan tersebut diambil sebagai respons atas pengumuman Kementerian Luar Negeri Saudi yang berjanji akan mensponsori apa yang disebut sebagai “dialog selatan komprehensif” untuk menyelesaikan “Isu Selatan.”
Dewan tersebut mengklaim bahwa langkah ini dimaksudkan untuk menjaga perdamaian sosial dan keamanan di provinsi-provinsi selatan yang diduduki, negara-negara tetangga, serta kawasan yang lebih luas.
Pengakuan atas Mandat yang Gagal
Dalam sebuah pengakuan yang patut dicatat, STC mengakui bahwa mereka didirikan untuk mewakili rakyat selatan dan memperjuangkan aspirasi mereka, bukan untuk memonopoli pengambilan keputusan atau berfungsi sebagai alat kekuasaan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pencapaian tujuan politik yang dideklarasikan lebih diutamakan daripada mempertahankan organisasi itu sendiri, yang secara implisit mengakui bahwa dewan tersebut gagal memenuhi mandat yang dinyatakannya dalam kondisi saat ini.
STC juga menjauhkan diri dari operasi militer terbaru di Hadramawt dan Al-Mahra, dengan menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam pengambilan keputusan yang mengarah pada bentrokan yang merusak persatuan selatan dan menegangkan hubungan dengan koalisi yang dipimpin Saudi.
Perkembangan-perkembangan ini, menurut pernyataan tersebut, membuat keberlanjutan eksistensi dewan tidak lagi sejalan dengan tujuan awal pendiriannya.
Persiapan Menuju Dialog yang Disponsori Saudi
Dengan mengutip apa yang disebutnya sebagai “tanggung jawab historis,” Presidium STC mengumumkan pembubaran resmi dewan beserta seluruh strukturnya, serta menyatakan niat untuk mengalihkan upaya menuju persiapan konferensi dialog selatan yang disponsori Saudi.
Dewan tersebut membingkai proses ini sebagai jalur alternatif untuk mencapai apa yang mereka sebut sebagai “tujuan selatan yang adil,” secara terbuka menempatkan masa depan proses politik selatan di bawah sponsor Riyadh. Pernyataan itu memuji komitmen Arab Saudi dalam mengelola jalur ini dan menyerukan kepada tokoh-tokoh serta pemimpin politik selatan untuk berpartisipasi dalam dialog dengan tujuan membentuk kerangka inklusif dan visi bersama.
STC juga menyerukan kepada warga Aden dan provinsi-provinsi selatan lainnya yang diduduki untuk menyadari sensitivitas fase saat ini, serta mendesak mereka menjaga perdamaian sosial dan mencegah kekacauan atau gangguan keamanan. Dewan tersebut mengklaim tetap berdedikasi melayani apa yang disebut sebagai “Isu Selatan,” meskipun telah membubarkan struktur politiknya sendiri.
Pergeseran Strategis di Bawah Tekanan Eksternal
Pembubaran diri STC merupakan sebuah konsesi besar dan pergeseran strategis, yang secara luas dipahami sebagai hasil dari tekanan intens dari pendukung utamanya, Uni Emirat Arab, serta pemimpin koalisi, Arab Saudi.
Langkah ini tampaknya bertujuan untuk mereset lanskap politik di Yaman selatan di tengah meningkatnya retakan internal, khususnya yang tersingkap melalui bentrokan-bentrokan terbaru di Hadramawt dan Al-Mahra yang melibatkan pasukan-pasukan yang berafiliasi dengan STC dan faksi-faksi selatan lainnya. (FG)


