Struktur Kepemimpinan Iran Tak Dapat Dipatahkan Melalui Pembunuhan atau Perang
Komandan senior Iran menyatakan Republik Islam muncul lebih kuat setelah syahadah Pemimpinnya, seraya menegaskan bahwa sistem kepemimpinan dan pemerintahan tetap sepenuhnya utuh
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Mayor Jenderal Mohsen Rezai menyatakan bahwa Republik Islam Iran telah menunjukkan ketahanan struktur politik dan kepemimpinannya setelah syahadah Pemimpin Iran, seraya menegaskan bahwa sistem tersebut “tidak dapat dipatahkan melalui pembunuhan, perang, maupun tekanan politik.”
Berbicara dalam wawancara dengan Al Mayadeen, Rezai mengatakan bahwa struktur politik Iran berakar pada lebih dari satu abad pengalaman pembangunan negara dan tetap stabil meski musuh berupaya menciptakan keruntuhan internal.
Menurutnya, Republik Islam berhasil mengelola masa transisi setelah pembunuhan Pemimpin Iran tanpa kekacauan politik maupun ketidakstabilan militer.
“Republik Islam tetap berdiri kokoh pada masa-masa itu,” kata Rezai. “Hal ini membuktikan bahwa Iran tidak dapat dikalahkan melalui pembunuhan terarah.”
Ia menekankan bahwa sistem Iran tidak bergantung pada satu partai atau faksi politik tertentu, melainkan berjalan melalui lembaga-lembaga konstitusional termasuk Majelis Khubregan dan Dewan Kepemimpinan Tertinggi.
Ayatullah Mujtaba Khamenei Dipilih Melalui Proses Konstitusional
Rezai menyatakan bahwa sejumlah kandidat telah ditinjau oleh Majelis Khubregan sebelum Ayatullah Sayyed Mujtaba Khamenei dipilih melalui apa yang ia gambarkan sebagai proses yang sepenuhnya konstitusional dan institusional.
Ia menjelaskan bahwa masa transisi berlangsung selama sembilan hari dan menunjukkan kemampuan Republik Islam untuk terus berfungsi bahkan dalam keadaan luar biasa.
Menurut Rezai, Pemimpin baru memiliki pengalaman puluhan tahun setelah bekerja dekat bersama Pemimpin sebelumnya selama lebih dari tiga dekade.
“Ia tidak memulai dari nol,” kata Rezai. “Negara, angkatan bersenjata, IRGC, dan lembaga-lembaga negara sepenuhnya berada dalam kendali.”
Ia menegaskan bahwa hubungan antara Pemimpin, angkatan bersenjata, dan cabang-cabang pemerintahan telah diatur secara jelas dalam kerangka konstitusi Iran.
Iran Masuki Fase Baru
Rezai juga menyatakan bahwa Iran tidak akan kembali ke fase sebelumnya yang disebut sebagai “kesabaran strategis” setelah perang terakhir.
Menurutnya, upaya musuh untuk mengguncang Iran dari dalam telah gagal, sementara jutaan rakyat Iran bersatu mendukung Republik Islam setelah menyaksikan skala agresi Amerika dan Israel.
Ia menyatakan bahwa sejumlah besar warga Iran mendaftarkan diri dalam kampanye mobilisasi nasional pascaperang, dengan banyak di antaranya menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung dalam perlawanan bersenjata maupun operasi dukungan logistik.
“Republik Islam akan melanjutkan jalannya dengan kekuatan yang lebih besar,” kata Rezai. “Kemenangan-kemenangan ini diraih melalui pengorbanan dan kesyahidan.”
Ia lebih lanjut menyatakan bahwa Washington pada dasarnya gagal memahami masyarakat Iran dan terus salah menghitung hubungan antara rakyat Iran dengan kepemimpinan Republik Islam. (FG)


