Survei Zionis: Masyarakat Israel Kehilangan Kepercayaan pada "Negara"
Jajak Pendapat Ungkap Kekecewaan Publik Mendalam, Runtuhnya Kepercayaan pada Pemerintah, dan Alienasi Politik di Seluruh Masyarakat Israel
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM — Mayoritas warga Israel kian tidak lagi meyakini bahwa negara mereka berfungsi sebagai demokrasi yang sejati. Hal ini terungkap dalam temuan survei terbaru yang menunjukkan kekecewaan publik yang meluas, runtuhnya kepercayaan terhadap institusi pemerintahan, serta alienasi politik yang mendalam di kalangan komunitas Yahudi maupun Arab.
Survei yang dipublikasikan pekan ini oleh Israel Democracy Institute (IDI) menggambarkan potret suram masyarakat Israel, dengan menurunnya kepercayaan terhadap negara secara tajam di tengah perang berkepanjangan, korupsi politik, dan agresi yang terus berlangsung terhadap Gaza.
Demokrasi Dipandang sebagai Proyek yang Gagal
Menurut jajak pendapat yang dilakukan pada Mei dan November, hanya sekitar 25 persen warga Israel Yahudi yang menilai kondisi demokrasi sebagai “baik” atau “sangat baik.” Di kalangan warga Arab Israel, penilaian tersebut anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah, hanya 12 persen, menegaskan ketimpangan yang mengakar dan eksklusi sistemik dalam sistem politik Israel.
IDI menyatakan bahwa temuan ini memperkuat tren penurunan jangka panjang, mencerminkan bertahun-tahun kemerosotan institusional serta menguatnya praktik-praktik otoritarian di bawah pemerintahan yang silih berganti.
Kepercayaan terhadap Institusi di Titik Terendah
Kepercayaan publik terhadap institusi negara merosot hampir di seluruh sektor. Sebagian besar lembaga pemerintah hanya dipercaya oleh 10 hingga 41 persen responden, menandakan krisis legitimasi yang serius.
Bagi responden Yahudi, satu-satunya pengecualian adalah Israel Defense Force, yang masih dipercaya oleh 81 persen responden. Angka ini menegaskan peran sentral militerisme dalam masyarakat Israel, bahkan ketika institusi politik kehilangan kredibilitas.
Sementara itu, responden Arab menunjukkan tingkat kepercayaan yang jauh lebih rendah terhadap seluruh institusi, mencerminkan puluhan tahun diskriminasi struktural dan kekerasan negara.
Pemerintahan Netanyahu Kekurangan Kepercayaan Publik
Kepercayaan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap lemah dan sangat terpolarisasi.
Hanya 25 persen warga Yahudi Israel dan sedikit di atas 17 persen warga Arab Israel yang menyatakan percaya pada pemerintah saat ini. Netanyahu, perdana menteri dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah Israel, kini tengah menjalani persidangan dalam tiga kasus korupsi, di saat yang sama berupaya mempertahankan kekuasaannya.
Meski membantah semua tuduhan, kepemimpinannya semakin dipandang sebagai simbol stagnasi politik, korupsi, dan meningkatnya represi.
Warga Menilai Negara Tak Dapat Diandalkan
Yang paling mengkhawatirkan, hanya 35 persen responden menyatakan bahwa mereka dapat mengandalkan negara “di saat-saat sulit.” Mayoritas yang jelas juga menyebut tidak ada partai politik yang mewakili pandangan mereka, dengan 67,5 persen warga Yahudi Israel dan 76 persen warga Arab Israel menyatakan alienasi politik total.
Temuan ini mencerminkan sebuah masyarakat yang kian terputus dari kelas politiknya dan tidak lagi percaya pada sandiwara elektoral yang gagal menjawab ketidakadilan mendasar. (FG)


