Tentara Angkatan Udara Israel Jual Rahasia Militer ke Iran demi Uang
Kasus ini menandai eskalasi besar dalam penetrasi intelijen Iran ke institusi militer paling sensitif milik entitas pendudukan.
Palestina yang Diduduki, FAKTAGLOBAL.COM — Media Zionis mengungkap skandal spionase baru yang mengguncang entitas pendudukan Israel setelah aparat keamanan menangkap dua tentara yang bertugas di Angkatan Udara Israel karena menyerahkan informasi militer yang sangat sensitif kepada Iran dengan imbalan uang.
Kalangan keamanan di entitas pendudukan menggambarkan kasus ini sebagai peristiwa yang “serius dan belum pernah terjadi sebelumnya,” karena melibatkan personel aktif yang bekerja di sejumlah instalasi paling sensitif dalam angkatan udara Israel.
Teknisi Angkatan Udara Aktif Bekerja untuk Iran
Menurut saluran Zionis i24 News, jaksa militer mendakwa dua teknisi Angkatan Udara Israel yang bertugas di pangkalan-pangkalan udara sensitif karena bekerja sama dengan intelijen Iran.
Kedua tentara tersebut menyerahkan dokumen militer serta informasi teknis yang berkaitan dengan sistem pesawat tempur dan fasilitas di dalam infrastruktur militer entitas pendudukan.
Media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa para tentara itu menjalin kontak dengan operator Iran selama beberapa bulan dan menjalankan tugas-tugas intelijen sebagai imbalan atas pembayaran yang dilakukan melalui metode transfer digital.
Penilaian keamanan Israel menyimpulkan bahwa Iran berhasil merekrut “tentara aktif di dalam institusi militer, bukan sekadar warga sipil naif seperti pada kasus-kasus sebelumnya.”
Materi Pelatihan dan Dokumentasi Pangkalan Diserahkan
Laporan yang beredar menunjukkan bahwa salah satu tentara menyerahkan materi pelatihan terkait sistem pesawat tempur, beserta foto-foto dan dokumentasi dari داخل pangkalan militer Israel.
Laporan lain menyebutkan bahwa intelijen Iran juga meminta informasi mengenai tokoh-tokoh keamanan dan politik terkemuka di entitas pendudukan.
Kasus ini menandai eskalasi signifikan dalam penetrasi intelijen Iran terhadap institusi militer paling sensitif milik Israel.
Penetrasi Iran yang Meluas Mengungkap Krisis Keamanan Israel
Insiden ini merupakan bagian dari rangkaian kasus spionase yang terus bertambah dan diungkap oleh aparat keamanan Israel dalam beberapa bulan terakhir, mencerminkan semakin dalamnya penetrasi ke dalam aparatus militer dan keamanan entitas pendudukan.
Selama setahun terakhir, otoritas pendudukan telah menangkap sejumlah pemukim Zionis, termasuk personel cadangan dan warga sipil, karena bekerja untuk Iran dengan menyerahkan foto-foto dan koordinat lokasi militer strategis sebagai imbalan cryptocurrency dan pembayaran digital.
Dalam salah satu kasus paling menonjol sebelumnya, penyelidik Israel mengungkap bahwa seorang pemuda Zionis memanfaatkan hubungan dengan seorang wanita yang bertugas di Angkatan Udara Israel untuk memperoleh informasi tentang pangkalan militer dan fasilitas strategis sebelum menyerahkannya kepada intelijen Iran.
Laporan-laporan Zionis dan Barat menunjukkan bahwa operasi perekrutan Iran di dalam entitas pendudukan meningkat tajam sejak pecahnya perang Gaza. Otoritas Israel mengakui telah mengungkap puluhan kasus spionase yang terkait dengan Iran dalam waktu singkat.
Para pengamat menilai bahwa terungkapnya jaringan-jaringan ini secara berulang menyoroti besarnya krisis keamanan internal yang dihadapi Israel, ketika kebocoran intelijen telah berkembang dari perekrutan warga sipil menjadi penetrasi terhadap personel aktif yang bertugas di unit-unit militer sensitif.
Hal ini memicu kekhawatiran yang semakin besar di kalangan aparat keamanan Zionis mengenai terkikisnya kepercayaan di dalam institusi militer dan melemahnya kendali atas front internal. (FG)


