Tentara dan Pemukim Israel Tingkatkan Serangan Sistematis di Seluruh Tepi Barat
Penangkapan Massal, Penggerebekan Kota dan Desa, serta Kekerasan Pemukim Menyebabkan Warga Palestina Tewas, Terluka, dan Terusir
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM — Pasukan pendudukan Israel, dengan dukungan pemukim bersenjata, melancarkan serangan intensif dan terkoordinasi di berbagai wilayah Tepi Barat pada Jumat.
Mereka menyerbu kota-kota, kamp pengungsi, dan desa-desa, menculik warga sipil Palestina, serta meningkatkan kekerasan sistematis terhadap manusia, rumah, dan sumber penghidupan.
Sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel melakukan penggerebekan serentak di sejumlah wilayah, melanjutkan pola agresi harian yang bertujuan memperketat kendali atas Tepi Barat melalui represi, penangkapan massal, dan teror pemukim.
Penggerebekan dan Penangkapan di Tepi Barat Bagian Utara
Pasukan pendudukan Israel menggerebek Desa Tell, barat daya Nablus, dan menangkap seorang pemuda Palestina.
Pasukan juga menyerbu Kamp Pengungsi Balata di timur Nablus, membobol rumah-rumah dan sebuah masjid. Sementara itu, serbuan tambahan dilaporkan terjadi di kawasan Jabal Abu Dhahir di Jenin, di mana pasukan pendudukan meningkatkan tekanan militer di lingkungan permukiman.
Di Tepi Barat utara, pasukan Israel menggerebek Tubas, menargetkan Kamp Pengungsi Al-Far’a serta kota Aqqaba dan Beita. Serangan-serangan ini berbarengan dengan aksi pemukim di kawasan Qamas, Beita, menegaskan peran terkoordinasi pemukim dalam kekerasan Israel.
Tepi Barat Selatan Diserang dengan Peluru Tajam dan Gas Air Mata
Di wilayah selatan, pasukan Israel menyerbu kota Idhna, barat Al-Khalil (Hebron), dengan menembakkan peluru tajam, gas air mata, dan suar ke arah warga.
Penggerebekan tambahan dilaporkan terjadi di Dura dan Sa’ir, timur laut Hebron, seiring meluasnya operasi pendudukan di seluruh distrik tersebut.
Kekerasan Pemukim Melukai Bayi
Serangan pemukim meningkat tajam seiring penggerebekan militer.
Menurut kantor berita Palestina WAFA, seorang bayi perempuan Palestina berusia delapan bulan terluka setelah pemukim Israel menyerang kota Sa’ir di timur laut Hebron.
Bayi tersebut mengalami luka di kepala dan wajah, sementara para pemukim menyebabkan kerusakan luas pada rumah dan properti warga Palestina. Serangan terjadi pada Kamis dini hari, dengan rincian yang baru terungkap kemudian.
Pemukim Menyerbu Desa Ramallah, Curi Ternak
Kantor berita Palestina Shehab News Agency melaporkan bahwa pemukim Israel menyerbu kota Deir Dibwan, utara Ramallah.
Para pemukim menyerang warga Palestina, merusak rumah dan properti, serta mencuri 150 ekor domba—memperparah kehancuran mata pencaharian lokal dan menyingkap sifat kriminal terorganisir dari kekerasan pemukim di bawah perlindungan Israel.
Perusakan Sistematis Pertanian Palestina
Kementerian Pertanian Palestina mengumumkan bahwa pasukan Israel dan pemukim telah mencabut dan menghancurkan lebih dari 8.000 pohon hanya dalam satu pekan, sebagian besar pohon zaitun, di berbagai wilayah Tepi Barat.
Kementerian memperkirakan kerugian material mencapai sekitar 7 juta dolar AS, dan menyebut kehancuran tersebut sebagai bagian dari kebijakan terorganisir dan disengaja yang menargetkan pertanian serta ketahanan pangan Palestina.
Menurut pernyataan yang dikutip Arab48, serangan-serangan tersebut meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir dan diarahkan untuk merampas tanah, menghancurkan sumber penghidupan, serta memaksa komunitas Palestina mengungsi.
Kebijakan Terorganisir Perampasan Tanah dan Pengusiran
Kementerian menegaskan bahwa serangan yang tercatat pada pekan ketiga Desember bukanlah insiden terpisah, melainkan bagian dari strategi sistematis untuk mengosongkan tanah Palestina dari penduduk aslinya—terutama pada musim tanam dan panen.
Data dari Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman menunjukkan bahwa 621 serangan pemukim tercatat di Tepi Barat hanya pada November, secara langsung menargetkan warga sipil Palestina dan harta benda mereka.
Korban Terus Bertambah Sejak Perang Gaza
Sejak dimulainya perang Israel di Jalur Gaza, pasukan pendudukan Israel dan pemukim telah membunuh lebih dari 1.103 warga Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds, melukai sekitar 11.000 orang, serta menculik lebih dari 21.000 orang.
Serangan berkelanjutan ini menegaskan bahwa Tepi Barat telah menjadi medan tempur paralel, di mana Israel terus memajukan proyek aneksasi, pembersihan etnis, dan perluasan permukiman di bawah perlindungan militer penuh. (FG)



