Tewas atau Terluka? Pertanyaan Muncul atas Hilangnya Netanyahu dan Penggunaan Video AI
Spekulasi mengenai kondisi Netanyahu semakin berkembang setelah berhari-hari tanpa kemunculan yang dapat diverifikasi, sementara video yang diduga berbasis AI dikeluarkan oleh kantor PM Israel itu
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM — Spekulasi mengenai kondisi dan keberadaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semakin menguat setelah berhari-hari tanpa kemunculan publik yang jelas dan dapat diverifikasi, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan di media dan platform sosial.
Spekulasi tersebut semakin menguat setelah sebuah video beredar secara daring yang menurut sejumlah pengamat tampaknya menggunakan kecerdasan buatan, bukan penampilan yang nyata dan dapat diverifikasi.
Rekaman tersebut memicu berbagai pertanyaan luas di dunia maya mengenai kondisi Netanyahu serta ketiadaan kemunculan publik yang jelas.
Politisi Inggris George Galloway turut menambah perdebatan dengan mempublikasikan sebuah unggahan tajam yang disertai video, mempertanyakan status Netanyahu.
“Di mana Netanyahu? Di mana Ben-Gvir? Mengapa mereka menggunakan kecerdasan buatan alih-alih video yang nyata?” tulis Galloway, merujuk pada klip yang beredar secara daring yang menurut para pengamat tampaknya menggunakan citra yang dihasilkan AI, bukan penampilan yang autentik.
Keheningan dari Kanal Resmi Netanyahu
Para pengamat yang memantau kanal resmi Netanyahu mencatat bahwa sudah beberapa hari berlalu tanpa adanya kemunculan video yang dapat dikonfirmasi darinya. Selama periode tersebut, beberapa pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu hanya muncul dalam bentuk teks tertulis.
Sebelumnya, Netanyahu kerap merilis pesan video secara rutin—sering kali setidaknya satu video setiap hari dan bahkan hingga tiga video dalam sehari—sehingga absennya rekaman apa pun selama beberapa hari terakhir menjadi sangat mencolok.
Keheningan mendadak ini semakin memicu spekulasi di berbagai platform media.
Langkah Keamanan dan Perubahan Diplomatik Memicu Pertanyaan
Sejumlah sumber berbahasa Ibrani juga melaporkan bahwa pengamanan di sekitar kediaman Netanyahu diperketat secara signifikan dua malam sebelumnya, khususnya untuk menghadapi kemungkinan ancaman drone bunuh diri.
Pertanyaan tambahan juga muncul setelah laporan bahwa kunjungan yang direncanakan ke Israel oleh Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta utusan khusus Trump Steve Witkoff, dibatalkan secara mendadak sesaat sebelum dijadwalkan berlangsung.
Sementara itu, Istana Elysee merilis pernyataan mengenai percakapan telepon antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Netanyahu, namun tidak menyebutkan kapan percakapan tersebut diduga terjadi. Hanya ringkasan tertulis dari percakapan itu yang dipublikasikan, tanpa konfirmasi audio atau video.
Meski spekulasi terus berkembang di media dan diskusi daring, hingga saat ini belum ada konfirmasi ataupun bantahan resmi mengenai kemungkinan Netanyahu tewas atau terluka. (FG)



