Tiga Warga Gugur dalam Serangan Israel di Bekaa dan Lebanon Selatan
Serangan udara, drone, dan penyusupan darat Israel terus melanggar kedaulatan Lebanon serta perjanjian gencatan senjata
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Pasukan pendudukan Israel melanjutkan agresinya terhadap Lebanon selama 24 jam terakhir, menewaskan tiga warga sipil dalam serangan udara dan drone di wilayah Lembah Bekaa dan Lebanon selatan.
Pasukan Pendudukan juga melakukan penyusupan lintas perbatasan dan peledakan rumah-rumah warga di kota perbatasan Kfarkela. Tindakan ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Lebanon dan kerangka gencatan senjata.
Serangan Drone dan Udara Mematikan di Berbagai Wilayah Lebanon
Menurut laporan lapangan dari Lebanon selatan, sebuah serangan drone Israel menargetkan jalan antara Safad al-Battikh dan Majdal Selm, menewaskan satu warga sipil.
Secara terpisah, Pusat Operasi Darurat Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa serangan udara Israel terhadap sebuah kendaraan sipil di Hosh al-Sayyid, Distrik Hermel, menyebabkan gugurnya dua warga sipil. Kementerian juga melaporkan bahwa serangan Israel di kota Janata, Distrik Tyre, melukai satu warga sipil pada malam sebelumnya.




Kota-Kota Perbatasan Diserang
Di kota perbatasan Houla, drone Israel menjatuhkan bahan peledak saat fajar, merusak peralatan konstruksi dan sejumlah kendaraan sipil di pusat kota.
Drone Israel juga melakukan serangan berulang di sekitar Aitaroun dan Blida, menjatuhkan bom suara dan bahan peledak, sementara posisi Israel di Malikiyah melepaskan tembakan senapan mesin berat ke arah wilayah Lebanon.
Salah satu serangan drone memicu kebakaran di dalam sebuah rumah warga di Blida. Tim Pertahanan Sipil kemudian berhasil memadamkan api setelah rumah tersebut dihantam drone bermuatan bahan peledak, yang menyebabkan kerusakan signifikan di bagian dalam.
Penyusupan Darat dan Pembongkaran Rumah di Kfarkela
Dalam eskalasi serius, pasukan pendudukan Israel menyeberang ke wilayah Lebanon dan melakukan pembongkaran terkontrol terhadap rumah-rumah warga sipil di Kfarkela, sebuah kota perbatasan di Lebanon selatan. Penyusupan dan pembongkaran ini merupakan pelanggaran langsung terhadap kedaulatan Lebanon dan kerangka gencatan senjata.
Sumber-sumber lokal menggambarkan langkah tersebut sebagai bagian dari kebijakan intimidasi dan penghancuran Israel yang terus berlangsung terhadap komunitas perbatasan.
Kehadiran Militer Berat dan Provokasi Udara
Formasi enam pesawat tempur Israel terpantau terbang di atas Lembah Bekaa dan Lebanon selatan, semakin meningkatkan ketegangan. Pada malam hari, sebuah tank Merkava Israel yang ditempatkan di posisi militer baru di Jabal Blat melepaskan tembakan langsung ke area antara kota Marwahin dan Umm al-Tut di Lebanon selatan.
Pola Agresi Berkelanjutan, Bukan Insiden Terpisah
Serangan-serangan ini bukanlah pelanggaran terisolasi, melainkan bagian dari kampanye berkelanjutan Israel terhadap Lebanon yang menggabungkan serangan udara, perang drone, tembakan artileri, dan penyusupan darat. Pelanggaran gencatan senjata yang berulang menegaskan ketergantungan Israel pada agresi militer dan hukuman kolektif, sembari mengabaikan hukum internasional dan stabilitas kawasan.
Seiring berlanjutnya serangan Israel, rakyat Lebanon dan perlawanan terus menegaskan hak mereka untuk mempertahankan kedaulatan, melindungi warga sipil, dan menghadapi agresi berbasis pendudukan yang mengancam seluruh kawasan. (FG)


