Tokoh Lebanon & Palestina: Berdiri Bersama Iran Adalah Kewajiban Agama, Moral, dan Kemanusiaan
Solidaritas ditegaskan dalam pertemuan di Beirut: Iran diserang karena sikap tegasnya membela Palestina dan melawan proyek Amerika–Zionis
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM - Tokoh-tokoh politik dan agama dari Lebanon dan Palestina menegaskan solidaritas mereka terhadap Republik Islam Iran dalam menghadapi tantangan yang sedang berlangsung.
Mereka menyatakan kesetiaan terhadap apa yang telah dan terus dipersembahkan Iran bagi bangsa-bangsa tertindas, khususnya dalam mendukung perjuangan umat dan terutama Palestina, serta perlawanan terhadap pendudukan Zionis.
Mereka menegaskan bahwa berdiri di sisi Iran merupakan kewajiban agama, moral, dan kemanusiaan.
Situs berita Al-Ahed mewawancarai sejumlah tokoh tersebut di sela-sela pertemuan solidaritas dengan Republik Islam Iran yang digelar pada Jumat, 23 Januari 2026, di Desa Warisan As-Saha, Beirut, sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi Iran saat ini.
Sheikh Jabri: Iran Diserang Karena Sikap Tegasnya terhadap Palestina
Sheikh Jabri menegaskan bahwa upaya agresi Amerika Serikat dan “Israel” terhadap Republik Islam Iran bukan tanpa sebab, melainkan berakar pada sikap tegas Iran terhadap القضية الفلسطينية sejak hari pertama kemenangan Revolusi Islam yang diberkahi.
Ia menekankan bahwa berdiri bersama Iran hari ini adalah kewajiban agama, moral, dan kemanusiaan, seraya menjelaskan bahwa Palestina bukan sekadar isu politik, melainkan isu akidah, karena merupakan kiblat pertama umat Islam dan tempat Isra’ Nabi Muhammad SAW.
Sheikh Jabri menyerukan kepada umat Islam dari seluruh aliran, mazhab, dan kelompok untuk menyadari bahaya proyek Amerika–Zionis, yang ia gambarkan sebagai proyek ideologis yang akan menyasar semua pihak tanpa kecuali.
Ia menegaskan bahwa proyek tersebut tidak akan menyisakan negara Arab, negara-negara Teluk, wilayah Maghrib, Syam, bahkan Turki sekalipun.
Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa tidak cukup hanya bersikap pasif atau menjadi penonton, melainkan harus mengambil posisi dan langkah nyata dalam menghadapi proyek ini dan upaya penargetan terhadap Republik Islam Iran.
Sheikh Dhou: Berdiri Bersama Iran Adalah Kewajiban dan Hak
Ketua Asosiasi Bimbingan dan Komunikasi, Sheikh Saleh Dhou, dalam pernyataannya kepada Al-Ahed, menegaskan bahwa berdiri bersama Republik Islam Iran merupakan kewajiban sekaligus hak, mengingat besarnya serangan yang diarahkan terhadapnya.
Ia menyatakan bahwa Iran telah mendukung seluruh kekuatan hidup dan gerakan perlawanan di dunia tanpa membedakan ras maupun agama, dan menilai bahwa sikap paling minimal yang harus dilakukan adalah berdiri di sisinya.
Sheikh Dhou menegaskan bahwa Iran berada dalam kondisi baik dan aman, seraya menggambarkan Republik Islam sebagai negara kuat dengan pendekatan agama yang moderat, kepemimpinan yang bijak dan rasional.
Ia menyatakan keyakinannya terhadap kepemimpinan, rakyat, dan kekuatan militer Iran, serta menegaskan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan atas Iran, betapapun besar tekanan dan manuver Amerika Serikat, karena kebenaran pasti menang, dan Republik Islam mewakili kebenaran tersebut.
Mahfouz Munawwar: Iran Berada di Garis Depan Konfrontasi
Tokoh senior Gerakan Jihad Islam Palestina, Mahfouz Munawwar, menegaskan bahwa Republik Islam Iran menjadi sasaran hari ini karena ia berdiri di garis depan konfrontasi melawan proyek kebatilan yang diwakili oleh Amerika Serikat dan entitas pendudukan “Israel”.
Ia menekankan bahwa Iran tetap konsisten mendukung Palestina, sementara banyak pihak Arab dan Muslim telah meninggalkannya, meskipun Iran harus membayar harga yang mahal.
Ia menilai bahwa apa yang terjadi di Iran merupakan konspirasi yang jelas, namun berhasil dihadapi oleh rakyat Iran dengan keteguhan, kesadaran, dan ketahanan.
Sheikh Hanina: Berdiri Bersama Iran adalah Pilihan Iman dan Keyakinan
Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Ulama Muslim Lebanon, Sheikh Ghazi Hanina, menyatakan bahwa bentuk solidaritas paling kuat terhadap Republik Islam Iran tercermin dari sikap rakyat Iran sendiri, yang dengan mayoritas mutlak dari berbagai latar belakang mazhab, etnis, dan golongan, bersatu di sekitar kepemimpinan Republik Islam.
Ia menyebut bahwa lebih dari 90 persen, bahkan sekitar 95 persen rakyat Iran, secara terbuka menyatakan dukungan mereka terhadap kepemimpinan Imam Ayatullah Sayyed Ali Khamenei.
Ia menambahkan bahwa persatuan rakyat ini berjalan seiring dengan kekokohan institusi keamanan dan militer yang memainkan peran utama dalam menjaga stabilitas dan menghadapi aksi-aksi kerusuhan serta sabotase yang terjadi.
Sheikh Hanina menegaskan bahwa solidaritas yang diekspresikan hari ini merupakan kelanjutan dari realitas tersebut, seraya menekankan dukungan penuh kepada rakyat dan kepemimpinan Republik Islam Iran.
Ia mengingatkan bahwa Iran tidak pernah meninggalkan Lebanon selama lebih dari empat dekade, berdiri di sisinya dalam menghadapi agresi Zionis, melawan terorisme takfiri, serta mendukung Lebanon di masa krisis ekonomi dan pangan.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa solidaritas ini bukan reaksi sesaat, melainkan sikap yang lahir dari iman dan keyakinan, bahwa Republik Islam Iran membela hak-hak kaum tertindas di kawasan dan berdiri bersama perjuangan mereka yang adil. (PW)


