Trump Ancam Blokade Hormuz — Iran Balas Tegas
Teheran menolak ancaman blokade Washington pasca kegagalan perundingan, menegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz dan memperingatkan konsekuensi tegas atas setiap eskalasi.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Iran mengeluarkan respons tegas dan terpadu setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan blokade laut di Selat Hormuz pasca kegagalan perundingan, dengan menegaskan bahwa langkah tersebut pasti gagal sebagaimana upaya-upaya Amerika sebelumnya.
Para pejabat senior politik dan militer Iran menegaskan bahwa ancaman tersebut sia-sia, seraya menekankan bahwa jalur strategis tersebut tetap berada sepenuhnya di bawah kendali Iran, serta memperingatkan bahwa setiap upaya untuk menantang realitas ini akan dihadapi dengan tindakan tegas.
Ghalibaf: Trump Akan Tenggelam dalam Rawa Harga Minyak
Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Syura Islam (Parlemen), Mohammad Bagher Ghalibaf, mempublikasikan gambar yang menunjukkan harga terbaru bensin di pom bensin di sekitar Gedung Putih.
Dalam pesan yang ditujukan kepada rakyat Amerika melalui media sosial, ia menulis:
“Silakan nikmati harga bensin saat ini. Dengan apa yang disebut ‘blokade,’ kalian akan segera merindukan harga bensin di kisaran 4 hingga 5 dolar.”
Ghalibaf juga memaparkan sebuah persamaan baru yang menunjukkan kenaikan harga minyak, dengan menegaskan bahwa penutupan kembali Selat Hormuz akan memicu lonjakan yang lebih besar, dan Trump akan semakin tenggelam dalam rawa harga minyak yang ia ciptakan sendiri.
Velayati: Kunci Hormuz Ada di Tangan Kuat Kami
Penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam untuk urusan internasional, Ali Akbar Velayati, menegaskan bahwa “kunci Selat Hormuz saat ini berada di tangan Iran.”
Menanggapi ancaman Trump, ia menyatakan:
“Sebagaimana ‘Selat Abul Hayat’ sepanjang sejarah menjadi simbol penutupan jalur bagi pihak asing di jantung tanah kami, hari ini kunci Selat Hormuz berada di tangan kuat kami.”
Mohsen Rezaei: Blokade Akan Gagal
Anggota Dewan Penentuan Kebijakan, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa “Amerika Serikat akan gagal dalam setiap upaya memberlakukan blokade laut, sebagaimana kegagalannya terkait Selat Hormuz sebelumnya.”
Ia mengatakan:
“Pasukan kami tidak akan mengizinkan adanya blokade oleh Amerika dan memiliki kemampuan untuk menghadapinya,” seraya menegaskan bahwa “Iran bukan wilayah yang dapat diblokade melalui pernyataan atau rencana khayalan.”Ia menambahkan:
“Sebagaimana Amerika mengalami kekalahan bersejarah dalam upayanya membuka Selat Hormuz, maka proyek blokade laut ini juga ditakdirkan untuk gagal.”
Kementerian Pertahanan: Hormuz Akan Tetap di Tangan Iran
Kementerian Pertahanan Iran mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz akan tetap berada di tangan Iran dan kawasan untuk selamanya.
Disebutkan:
“Musuh tidak pernah dan tidak akan mampu menggulingkan sistem kami, memecah negara kami, atau menguasai Selat Hormuz.”
Laksamana Irani: Ancaman yang Menggelikan
Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Shahram Irani, mengejek ancaman baru dari Presiden AS, dengan menegaskan bahwa “angkatan laut pemberani Republik Islam Iran memantau seluruh pergerakan militer AS di kawasan.”
“Ancaman Presiden AS untuk memberlakukan blokade laut terhadap Iran, setelah kekalahan telak yang dialami militernya dalam perang yang dipaksakan ketiga, adalah sesuatu yang menggelikan,” ujarnya.
IRGC: Kami Akan Merespons Tegas
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan pasukan AS agar tidak mendekati Selat Hormuz, dengan menegaskan bahwa hal tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Humas IRGC menyatakan:
“Bertentangan dengan klaim palsu sebagian pejabat musuh, Selat Hormuz berada di bawah pemantauan dan pengelolaan yang presisi, serta tetap terbuka bagi kapal sipil tanpa gangguan, sesuai dengan regulasi yang berlaku.”Ditambahkan bahwa:
“Setiap kapal militer yang berupaya mendekati Selat Hormuz dengan dalih apa pun akan dihadapi secara tegas.”
Qaani: Mereka Akan Pergi
Komandan Pasukan Quds, Brigadir Jenderal Esmail Qaani, menegaskan bahwa “front Perlawanan yang bersatu hadir di seluruh kawasan dengan kekuatan dan efektivitas, serta mengawasi musuh-musuh kemanusiaan.”
Amerika dan rezim Zionis akan meninggalkan kawasan tanpa membawa hasil apa pun.
Ia menambahkan bahwa front Perlawanan memiliki kehadiran yang kuat dan efektif di seluruh kawasan, dan mengingatkan bahwa Amerika dan rezim Zionis sebelumnya telah pergi dengan tangan hampa dari Yaman, Bab al-Mandeb, dan Laut Merah.
“Kali ini pun, mereka akan meninggalkan kawasan tanpa pencapaian apa pun,” tegasnya.
Pesan Terpadu: Ancaman Akan Gagal
Di seluruh level—politik, militer, dan strategis—pesan Iran jelas: Selat Hormuz tetap berada di bawah kendalinya, dan setiap upaya untuk memberlakukan blokade akan berakhir dengan kegagalan.
Para pejabat menegaskan bahwa jalur tersebut tetap terbuka bagi pelayaran sipil di bawah pengawasan Iran, seraya memperingatkan bahwa setiap eskalasi militer atau pelanggaran akan dihadapi dengan tindakan tegas dan menentukan. (FG)








