Trump Klaim Kemajuan dalam Perundingan Meski Tak Ada Respons dari Iran
Trump mengatakan negosiasi terus bergerak maju, tetapi sumber-sumber Iran menegaskan bahwa tidak ada respons yang dikirim ke Washington dan pembahasan masih terhambat oleh isu Lebanon.
Amerika Serikat, FAKTAGLOBAL.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa mengklaim bahwa perundingan dengan Iran mengalami kemajuan dan mengisyaratkan bahwa rancangan kesepakatan yang diajukan sedang melalui proses persetujuan di Teheran.
Namun, laporan media Iran menggambarkan situasi yang sangat berbeda, dengan menyatakan bahwa tidak ada respons yang telah dikirim ke Washington dan pertukaran pesan melalui perantara masih ditangguhkan.
Berbicara mengenai negosiasi tersebut, Trump mengatakan bahwa “situasi dengan Iran berkembang dengan cepat dan akan berakhir dengan sangat baik,” seraya menambahkan bahwa para pejabat Iran sedang meninjau dan menyetujui rancangan kesepakatan yang diajukan.
Pernyataannya mengisyaratkan bahwa kemajuan sedang dicapai menuju kemungkinan kesepahaman antara Teheran dan Washington meskipun selama berbulan-bulan terjadi ketegangan dan perbedaan pandangan mengenai berbagai isu regional yang penting.
Namun, tidak ada pejabat Iran yang secara terbuka mengonfirmasi gambaran negosiasi sebagaimana disampaikan Trump.
Teheran Tegaskan Belum Ada Respons yang Dikirim
Media-media Iran dengan cepat membantah klaim Trump tersebut.
Menurut Kantor Berita Tasnim, Iran tidak memberikan respons apa pun kepada Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir terkait rancangan kesepakatan yang saat ini sedang dibahas.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa tidak ada komunikasi yang menunjukkan persetujuan maupun kemajuan yang telah dikirim ke Washington, sehingga secara langsung bertentangan dengan pernyataan Trump bahwa proposal tersebut sedang bergerak melalui proses persetujuan.
Tasnim juga melaporkan bahwa pertukaran proposal melalui perantara pada dasarnya telah ditangguhkan, dan klaim mengenai kemajuan tidak mencerminkan kondisi aktual dari pembahasan yang sedang berlangsung.
Kantor berita tersebut menilai bahwa penilaian publik Washington berbeda secara signifikan dari perkembangan yang terjadi di balik layar.
Lebanon Tetap Menjadi Isu Sentral
Menurut laporan-laporan Iran, berlanjutnya serangan Israel terhadap Lebanon telah menjadi hambatan utama bagi setiap kemajuan diplomatik.
Tasnim melaporkan bahwa negosiasi akan tetap terhenti hingga syarat-syarat Iran terkait Lebanon dipenuhi, yang mencerminkan posisi Teheran bahwa Lebanon tidak dapat dipisahkan dari pemahaman regional yang lebih luas.
Sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Kantor Berita Fars bahwa pertukaran pesan antara Teheran dan Washington telah ditangguhkan selama beberapa hari dan pembahasan mengenai nota kesepahaman yang diusulkan saat ini berada dalam keadaan tertunda.
Sumber tersebut mengatakan bahwa pesan terbaru Iran kepada Washington berfokus pada perkembangan di Lebanon dan menyampaikan posisi tegas Teheran terkait situasi yang sedang berlangsung.
Iran dan Kelompok-kelompok Perlawanan berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam menghadapi agresi Israel yang terus berlanjut terhadap Lebanon.
Pejabat Iran Tegaskan Kembali Posisinya
Pentingnya isu Lebanon dalam perundingan juga ditegaskan oleh Ebrahim Rezaei, juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran.
Rezaei menegaskan kembali bahwa Lebanon harus menjadi bagian dari setiap kesepakatan akhir dan merupakan komponen yang tidak terpisahkan dari setiap pengaturan gencatan senjata.
Pernyataannya memperkuat posisi Teheran bahwa realitas regional tidak dapat diabaikan dalam pembahasan dengan Washington.
Para pejabat Iran berulang kali menekankan bahwa setiap kesepahaman yang bertujuan mengurangi ketegangan harus mencakup perkembangan di seluruh kawasan dan tidak hanya berfokus pada isu-isu bilateral.
Teheran Meninjau Rancangan Kesepakatan dengan Hati-Hati
Sementara itu, sumber yang mengetahui perkembangan tersebut mengatakan kepada Kantor Berita Mehr bahwa rancangan akhir nota kesepahaman potensial masih sedang ditinjau di Teheran dan belum ada respons resmi yang dikeluarkan.
Sumber itu mengatakan Iran mendekati proposal tersebut dengan sangat hati-hati mengingat sejarah panjang Washington yang berulang kali gagal memenuhi komitmennya.
“Sejarah buruk Amerika Serikat yang tidak menepati janjinya telah mendorong Iran untuk menangani masalah ini dengan sangat hati-hati,” kata sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa Teheran menginginkan keuntungan yang nyata dan dapat diverifikasi, bukan sekadar jaminan politik.
Sumber itu juga mencatat bahwa Washington masih mengkhawatirkan hasil perang, sementara fokus Iran adalah memastikan bahwa setiap kesepakatan di masa depan menghasilkan manfaat yang konkret.
“Amerika Serikat khawatir mengenai perang, sementara kami khawatir mengenai kesepakatan, karena Amerika telah menghabiskan banyak sumber daya untuk perang tetapi tidak mencapai keberhasilan,” kata sumber tersebut.
Narasi yang Bertentangan Membuat Masa Depan Perundingan Tidak Pasti
Perkembangan terbaru ini menunjukkan semakin lebarnya kesenjangan antara pesan publik Washington dan laporan yang muncul dari media serta pejabat Iran.
Sementara Trump terus menggambarkan negosiasi sebagai proses yang bergerak maju, sumber-sumber di Teheran menegaskan bahwa belum ada respons yang dikirim, pertukaran proposal masih ditangguhkan, dan berbagai isu regional penting—terutama Lebanon—masih belum terselesaikan. (FG)


