Trump Klaim Venezuela Akan Serahkan 30–50 Juta Barel Minyak
Presiden AS secara terbuka membanggakan perampasan pendapatan minyak Venezuela di bawah kendali langsungnya, menyingkap motif sesungguhnya di balik agresi Washington
Amerika Serikat | FAKTAGLOBAL.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa otoritas Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi kepada Amerika Serikat, dalam sebuah pernyataan yang secara gamblang menyingkap agenda Washington yang didorong oleh kepentingan minyak terhadap negara Amerika Latin tersebut.
Menurut laporan internasional, Trump menyatakan bahwa minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar, sementara hasil penjualannya akan ditempatkan di bawah kendali pribadinya sebagai Presiden Amerika Serikat.
Dalam sebuah unggahan di akun Truth Social miliknya, Trump menulis:
“Minyak ini akan dijual dengan harga pasarnya, dan uang tersebut akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan bahwa dana itu digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat!”
Trump juga menyatakan bahwa kapal-kapal penyimpanan akan mengangkut minyak Venezuela secara langsung ke dermaga bongkar muat di Amerika Serikat, dengan melewati segala bentuk pengawasan independen dari pihak Venezuela.
Perampasan Minyak Menegaskan Motif Imperial
Pernyataan Trump semakin menguatkan tuduhan lama bahwa permusuhan Washington terhadap Venezuela didorong oleh kerakusan terhadap minyak mentah, bukan oleh kekhawatiran atas narkotika atau tata kelola pemerintahan.
Sebelum serangan militer dan eskalasi terhadap Caracas, Trump berulang kali menjadikan tuduhan perdagangan narkoba sebagai dalih untuk menargetkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Namun Maduro secara konsisten menegaskan bahwa tujuan sebenarnya dari agresi AS adalah penguasaan atas cadangan minyak Venezuela yang sangat besar serta kekayaan nasionalnya.
Perayaan terbuka Trump atas dominasi terhadap sumber daya minyak Venezuela kini secara terang mengonfirmasi klaim tersebut.
Perdana Menteri Spanyol Kecam Operasi AS sebagai Terorisme Bermotif Minyak
Menanggapi perkembangan terbaru di Caracas, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez melontarkan kecaman keras terhadap tindakan Washington, dengan menyebut penculikan Presiden Maduro dan istrinya oleh AS sebagai operasi teroris berbahaya yang mengancam stabilitas global.
Sánchez menegaskan bahwa operasi tersebut didorong oleh keserakahan terhadap minyak dan sumber daya alam, bukan oleh hukum internasional maupun kepedulian kemanusiaan.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kecaman internasional terhadap serangan militer Amerika Serikat, pemaksaan ekonomi, serta upaya terbuka untuk menjarah sumber daya berdaulat Venezuela. (FG)


