Trump Ngamuk ke Media AS, Tak Terima Laporan tentang Kemenangan Iran
Presiden Donald Trump meluapkan kemarahan kepada organisasi-organisasi media yang melaporkan keberhasilan militer Iran, sementara Senator AS menyatakan bahwa tak satu pun tujuan yang tercapai
Amerika Serikat, FAKTAGLOBAL.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melancarkan serangan terhadap media-media yang menerbitkan penilaian realistis mengenai perang melawan Iran, dengan menyebut laporan tentang keberhasilan Iran di medan perang sebagai tindakan “pengkhianatan” terhadap Amerika Serikat.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menuduh para jurnalis dan komentator yang menentang klaim kemenangannya sebagai “orang-orang bodoh”, “tidak tahu berterima kasih”, dan “para pengecut Amerika” yang, menurutnya, telah berpihak melawan negara mereka sendiri.
“Ketika media palsu mengatakan bahwa musuh Iran tampil baik secara militer melawan kita, itu pada dasarnya adalah pengkhianatan,” tulis Trump.
Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya frustrasi Trump terhadap laporan-laporan independen yang semakin menggambarkan perang ini sebagai kegagalan strategis bagi Washington dan keberhasilan geopolitik bagi Tehran.
Trump Menekan Media dan Departemen Kehakiman
Trump berulang kali menyerang organisasi-organisasi media yang bertentangan dengan narasi yang ingin ia bangun. Sepanjang dua masa kepresidenannya, ia telah mengajukan puluhan gugatan terhadap media dan secara konsisten menggambarkan pers sebagai lawan politik.
The Wall Street Journal baru-baru ini melaporkan bahwa Trump telah mendorong Departemen Kehakiman Amerika Serikat untuk menyelidiki para jurnalis dan organisasi media yang menerbitkan laporan tentang perang Iran yang berbeda dari klaim-klaimnya.
Menurut laporan tersebut, sejumlah jurnalis menerima surat panggilan untuk menyerahkan catatan dan materi peliputan mereka. Para pejabat yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa Trump secara pribadi menekan pejabat senior Departemen Kehakiman untuk mengambil langkah agresif terhadap para wartawan.
Senator Murphy: Tidak Satu Pun Tujuan Perang Trump Tercapai
Saat Trump berusaha mempertahankan narasi kemenangannya, Senator Demokrat Chris Murphy menyatakan bahwa perang tersebut justru menghasilkan kebalikan dari apa yang diinginkan Washington.
“Iran masih memiliki sebagian besar rudal dan drone-nya, dan program nuklir Iran masih tetap berjalan,” kata Murphy.
Ia menegaskan bahwa Iran masih mempertahankan sebagian besar arsenal rudal dan drone, sementara program nuklir negara itu tetap utuh. Murphy juga berpendapat bahwa Republik Islam justru keluar dari konflik ini dengan pengaruh global yang lebih besar daripada sebelumnya.
Murphy menggambarkan hasil perang tersebut sebagai “sebuah bencana total.”
Narasi Kemenangan yang Semakin Sulit Dipertahankan
Serangan Trump terhadap media menunjukkan semakin sulitnya Gedung Putih mempertahankan klaim kemenangan di tengah meningkatnya kritik dari para legislator, jurnalis, dan masyarakat Amerika.
Alih-alih menerima penilaian independen terhadap konflik tersebut, Trump memilih mengecam para wartawan sebagai pengkhianat karena melaporkan bahwa Iran berhasil mempertahankan kemampuan militernya, menjaga program-program strategisnya, dan keluar dari perang dalam posisi yang lebih kuat dibanding sebelumnya. (FG)



